Senin, 31 Agustus 2009

Otak Kita Unik

Pernah kepikir ga sih, di saat kita ngerjain soal matematika, ada suatu reaksi unik yang terjadi di otak kita? Woohooo... prosesnya rumit dan sangat cepat (untuk orang normal).

Misalnya kita ngeliat soal 1+2=.... Mulai dari mata yang melihat soal, lalu saraf-saraf reseptor di mata mengirimnya ke otak, di otak, soal ini diproses. Setelah diproses, otak memberikan respon berupa angka 3. Lalu, pesan angka 3 ini kembali dibawa oleh syaraf motorik ke otot di tangan kita, sehingga tangan kita mengambil alat tulis lalu menuliskan angka 3 di titik-titik tersebut. Hebatnya, proses yang begitu rumit ini, berlangsung dalam waktu yang sangat cepat. Wooohooo... TUHAN memang sangat keyenn... B-)

Nah, ngemeng-ngemeng soal otak, beberapa hari yang lalu, saya inget tentang sebuah preaching yang dibawain pas pertemuan FLAME! jaman dulu. Topiknya tentang dampak ucapan ke otak dan cara berpikir kita.

Di situ, pembicaranya bilang bahwa ada yang unik dengan otak kita, yaitu otak kita cenderung akan melakukan larangan. Misalnya, ada seorang yang ngucapin "jangan lihat!", nah pada saat itu, otak kita cenderung memberikan pesan ke mata untuk melihat.

Ada sedikit praktik yang sangat sederhana yang dapat membuktikan teori tersebut. Hmmm... sekarang, tarik napas dulu, tenangkan pikiran, lalu berkonsentrasilah pada huruf-huruf yang saya ketikkan selanjutnya. Sekarang, mulai baca tulisan saya ini dengan perlahan dan penuh perhatian (halah). Sekarang, ikuti perintah saya, "jangan pikirkan seekor buaya!!!". Nah, liat kan? Barusan di benak Anda, pasti muncul gambaran seekor buaya. Padahal saya sudah melarangnya. Hwaha... sangat sederhana dan terbukti bukan?

Hal ini kadang dianggap serius di dunia pendidikan. Beberapa pakar pendidikan menyatakan bahwa sebaiknya kita jangan mengucapkan larangan untuk mendidik anak, karena alasan proses di otak yang unik tadi. Tapi sebaiknya kita mengucapkan yang seharusnya dilakukan, seperti "buang sampah pada tempatnya!", ketimbang, "jangan buang sampah sembarangan!". Gitu.

Kalo tentang otak kita yang mengoordinasi sisi yang berlawanan mah, pasti udah pada tahu ya? Jadi sisi otak kanan, mengendalikan sisi tubuh bagian kiri, sedangkan sisi otak kiri mengendalikan sisi tubuh bagian kanan. Kalo emang blom tahu, googling aja. Pake "jembatan varol" sebagai keyword-nya.

Panjang soalnya kalo diceritain. Ntar bisa jadi novel. (lebay...).

Tumben inih, postingannya lagi ga ngaco.
=P

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment anything, ask me anything :)