Senin, 29 Juni 2009

Lagu Pengamen



Dudududu…

Maling besar dilindungi…

Maling kecil dihakimi…


Sepenggal bait di atas bukanlah puisi, bukan pantun, bukan cerita lucu, bukan juga cuplikan teriakan tukang kaos kaki pas lagi menjajakan barang dagangannya.


Itu sepenggal lagu yang sempet saya denger dari pengamen jalanan di angkot. Saya ga’ tau apakah mereka yang menyanyikannya, mengerti artinya, atau Cuma sekadar nyanyi doang. Tapi yang jelas, saya yang ngedengernya sambil ngantuk-ngantuk, jadi ikutan mikir, “eh, bener juga ya…”.


faridmustaqim.wordpress.com


Dulu saya pernah denger cerita dari temen saya yang tantenya punya mini market. Ada seorang ibu yang dipukulin Cuma gara-gara maling sabun colek yang waktu itu (saya masih SD) harganya sekitar 250 perak!!!


Koruptor yang maling miliaran atau bahkan triliyunan bisa meringankan hukumannya pake naik banding dan pengacara yang pastinya ga’ gretong (gratis). Mereka bisa disidang dan tetep pake jas dan dasi, Cuma agak malu kali ya. Haha… dan motif mereka sangat ga’ beralasan, udah kaya koq maling??? Buat apa coba? Mo beli Samudera Hindia gitu ya???


Nah, sekarang bandingin yang maling sabun colek tadi. Motifnya pasti karena dia ga’ punya uang, dan pasti orang ini miskin. Masak ada konglomerat malik sabun colek??? Impossible!!! Ibu ini gak Cuma dihina-hina tapi juga dipukulin lho!!! Beda banget sama koruptor yang tetep bisa disidang pake jas dan “stay cool”.


treest.wordpress.com


Kalo kamu jadi presiden, kamu mau bikin hukuman apa buat para koruptor???


Kalo saya, saya bakalan nyuruh dia tinggal di suatu perkampungan, ga dikasih uang jajan, apalagi mobil, saya bakalan nyuruh dia ngembaliin semua uang yang udah dia curi, tapi dia harus kerja sebagai tukang sampah buat dapetin uang itu, saya kasih rumah deh, tapi ga ada temboknya, bilik? bolehlah, trus, saya pisahin dari isteri dan anak2nya. Hahaha… kejamnya gue.


But, this is not a fiction story or even a story from a novel. This is real, and it happens around us. Don’t you realize that??? There’s no more attention to the voice of the conscience, people keep pretending, lying, doing what they want., and saying, “MINE!!! MINE!!! MINE!!!”.


Pemilihan presiden bentar lagi!!! Siapa yang bakalan jadi presiden yaaa ???

Papa saya??? Mmmh… ga mungkin. Papa saya, jadi ketua RT aja kagak mau. Hahah…


Selamat memilih yaa…

Pilih yang sesuai dengan kata hatimu… (halah)…



Dudududu…

Maling besar dilindungi…

Maling kecil dihakimi…

The Da Vinci Code

Yeah, beberapa hari yang lalu saya ngobrol2 dengan seorang teman, tentang buku, dan tiba-tiba pembicaraan kami mengarah ke buku yang berjudul The Da Vinci Code. Buku yang sempet booming di sekitar tahun 2004-2005 ini juga berhasil di film-kan, dan saya termasuk orang yang telat membacanya, karena saya baru membacanya tahun 2008 kemarin. Hehe…


Film-nya? Mmmmh,,, waktu masih beredar di bioskop, saya masih kecil, dan ga tertarik sama film kayak begituan. Tapi kemaren2, sekitar akhir tahun 2008 sempet ditayangin di salah satu stasiun T

V swasta, dan saya pun melewatkannya

karena ngantuk (mmmh selalu deh).


wiki-land.wikispaces.com

Tapi ga nyesel deh, pas kemaren baca bukunya, keren banget ternyata. Buku karangan Dan Brown ini menceritakan tentang petualangan seru seorang dosen simbologi agama di Harvard, bernama Robert Langdon yang terjebak pada suatu kasus pembunuhan seorang kurator museum Louvre, Paris, Jacques Sauniere, yang belakangan diketahui merupakan seorang grandmaster dari sebuah kelompok persaudaraan yang punya sebuah rahasia besar, dimana kelompok persaudaraan ini rela mengorbankan nyawanya untuk melindungi rahasia ini.


Ketika ngebaca buku ini, tentunya penuh dengan cuplikan-cuplikan yang bikin penasaran, karena banyak banget riddles maupun enigma-nya dalam rangka memecahkan misteri kematian sang kurator. Namanya juga dosen simbologi, pastinya banyak simbol-simbol yang ketika terpecahkan, bikin kita berdecak kagum pada Dan Brown.


Teka-tekinya begitu njelimet dan rumit, tapi Langdon tetep harus memecahkan teka-teki itu untuk mencari si pembun

uh sang kurator. Kenapa? Karena, kalo nggak dipecahin, Langdon bakalan jadi tersangka pembunuhan tersebut, karena petunjuk-petunjuk yang ditinggalkan sang kurator mengarah padanya.

id.acehinstitute.org


Buku ini bener-bener asik, karena selain ada kisah kejar-kejaran dengan polisi, dan banyak teka-teki yang nguras otak, tetep aja ada kisah cintanya. Robert Langdon sang pemecah teka-teki ini harus bekerja sama dengan seorang wanita ahli kriptologi, bernama Sophie Neveu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah cucu kandung dari sang kurator yang terbunuh. WOW!!! Dan, petualangan mereka, membuat mereka kompak dan saling mengenal satu sama lain. Buntut-buntutnya sih, ya, mereka saling falling in love.


Pokoknya, buat kamu-kamu yang hobi dan tertantang buat mecahin teka-teki, buku ini worthy to read ! Karena hampir setiap di setiap chapter-nya kamu bakalan nemuin teka-teki atau anagram. Buku ini juga bakalan nambah pengetahuan, karena ada beberapa fakta sains yang disisipkan selain cerita fiktif yang begitu menegangkan.


Lalu, apa hubungannya dengan lukisan Da Vinci???

Nah, makanya, baca dong!!! Wkwkwkwk…





Kebodohan yang membutakan

selalu menyesatkan kita.

O! Manusia-manusia celaka,

Bukalah mata kalian!


-Leonardo Da Vinci