Minggu, 20 Januari 2013

Kamis, 10 Januari 2013

#3 The Reckoning (The Darkest Powers)

Kelley Armstrong-2010
448 pages (Indonesian Version)

This is it!!! Sekuel ketiga (sekaligus sekuel terakhir - katanya sih) dari seri The Darkest Powers. Seperti buku-buku seri pada umumnya, yang paling seru, biasanya buku pertama dan terakhir. Gitu juga serial ini. Tapi sih kayaknya lebih seru sekuel terakhirnya. Lebih deg2an bacanya. =p

Bab terakhir di buku kedua, nyeritain pelarian Chloe dkk + Andrew Carson (Paman Simon dan Derek) dari para agen grup Edison di rumah Andrew. Mereka akhirnya nemuin sebuah rumah tua bekas tempat peristirahatan group yang menentang group Edison (dimana Andrew adalah salah satu anggotanya).

Waktu awal baca, gue yakin rasa nyaman yang dirasain Chloe waktu ketemu Andrew adalah seperti  Harry Potter ketemu Hagrid, atau Will Burrows ketemu Drake (The Tunnels series). Rasa nyaman yang bikin kita nggak takut ngadepin apapun yang mengejar kita. Rasa aman yang bikin kita tenang karena kita tahu bahwa kita dilindungi.

Di rumah tua itu, baru aja semalem tidur dengan sangat nyenyak, paginya Chloe udah 'disapa' oleh hantu kelas Volo (bisa menggerakkan benda di dunia orang hidup), bernama Royce. Awalnya dia mancing2 Chloe dengan rahasia2 grup Edison yang dia tau, tapi ujung2nya Chloe dilemparin dengan berbagai macam benda. Untung langsung ditolong Derek. Si Royce ini punya kelainan, seneng bermain dengan benda tajam, dan seneng melukai orang lain. Gila emang.

Selanjutnya Andrew menghubungi anggota ganknya yang juga para supernatural non terekayasa gen untuk ngebantu Chloe dkk nyelametin tante Lauren + Rae. Mereka adalah Margaret (necromancer), Gwen (penyihir), Russell (Shaman), dan Andrew sendiri ternyata adalah seorang penyihir.

Tapi, ternyata rencana penyelamatan itu menemukan sedikit masalah. Russell dan Margaret tidak mau ikut bergabung karena mereka pikir Chloe dkk memang pantas direhabilitasi karena punya kekuatan yang tak terkendali.

Akhirnya terbongkar juga kalo Royce adalah anak pemilik rumah tua yang telah direkayasa juga gennya, dan dia terpaksa 'diakhiri' karena kelainannya yang menyeramkan. Bahkan dia ngebunuh adiknya sendiri (aaaa... tidaak). Lalu Chloe mulai curiga, ada misteri di rumah itu.

Di buku ketiga ini juga lebih banyak kisah romannya. Chloe who had her first date with Simon. Tapi kencannya berakhir menyedihkan karena Simon tahu ada 'orang lain'. Who is he? Derek laah, siapa lagi?

Derek dan Chloe juga sempet hampir mati ngelawan 2 werewolf, untungnya mereka selamat. Derek itu selaluuuu ngelindungin Chloe. Marah kalo Chloe ceroboh, karena khawatir Chloe hurted (that's why I think, the readers adore Derek more than Simon). 2 werewolf ini ternyata suruhan seseorang. Dan, Russell menjadi tersangka utamanya.

Yang mengejutkan adalah, lewat komunikasi Chloe dengan arwah si pemilik rumah, terus juga lewat data2 di laptop Margaret dan Andrew yang berhasil dihack oleh Tori (akhirnya guna juga ni orang), Chloe dkk nemuin kalo Andrew lah yang bermaksud nyerahin Derek ke kawanan serigala, dan pura-pura nggak tahu tentang keberadaan Derek dan Simon, padahal ayah mereka udah mohon2.

Chloe dan dkk curiga, yang berakhir pada tersusunnya rencana melarikan diri. Pas mereka mau melarikan diri, ternyata Andrew mengungkapkan semuanya, sebenernya dia baik. Tapi terlambat, ternyata Margaretlah yang jahat, sampe dia ngebunuh Andrew dan Gwen. Akhirnya Margaret and the gank mengirim Chloe dkk ke Lab group Edison. Ketemu Dr. Davidoff nyebelin, ketemu demi-demon, dan yang penting ketemu Liz...

Gilaaa... di lab inilah petualangan sebenarnya dimulai. Lewat pertolongan Derek, Liz, dan si iblis demi-demon, mereka semua berhasil keluar dari Lab dan ketemu Kit (ayah Simon dan Derek) --> ini baru pelindung yang sebenarnya.

SOal cerita petualangan mereka di lab nggak bisa gue tulis. Karena terlalu seruuu... harus baca sendiri. Lewat sihir, arwah, lari-lari, pertolongan, dan berdarah-darah pokoknyaa... di buku ketiga ini, Chloe malah jadi sahabatan sama Tori. :)

Thumbs up for you Ms. Armstrong yang berhasil bikin gue bingung dan nggak bisa nebak mana tokoh yang sebenernya antagonis, atau protagonis. :-bd

BTW gue suka banget sama tokoh Chloe. Ngebaca karakter Chloe di buku ketiga yang penuh penghianatan ini, gue jadi inget kata-katanya Shakespeare, "Love ALL, trust FEW, hurt NONE!" Itu Chloe banget.

***** stars for this book.

#2 The Awakening (The Darkest Powers series)

Kelley Armstrong-2009
415 pages (Indonesian Version)

Setelah baca buku pertamanya (The Summoning) sekuel kedua dari seri The Darkest Powers ini termasuk ke waiting list-must read. Hehe...

Well, buku ini tentu aja masih nyeritain kisah si tokoh utama, Chloe Saunders dengan bakat (entah kutukan) dan teman-temannya. Di buku pertamanya, kisah Chloe terhenti sampai dia masuk pusat rehabilitasi (lagi). Terus ketemu sama hantunya Elizabeth (Liz) yang berarti kalo Liz udah mati. *sedih

Kisah di sekuel kedua ini diawali dengan pembicaraan  Dr. Davidoff yang ngebujuk Chloe untuk mancing keberadaan Simon dan Derek dengan membocorkan titik temu mereka (di buku pertama, cuma Chloe dan Rae yang ketangkep) dengan dalih, Simon mengidap diabetes dan insulinnya tertinggal. Awalnya Chloe nolak dan pura-pura nggak tau soal titik temu mereka, soalnya takut kalo semua cerita itu nggak bener.

Tapi kemudian Chloe mikir, bahwa itu satu-satunya jalan untuk dia keluar dari sel, dan mencoba kabur tentunya. Chloe juga sempet berkomunikasi dengan arwah Demi-Demon yang memberitahunya tentang grup Edison (Dr. Davidoff dan tante Lauren termasuk anggotanya). Jadi gini (clear throat), berdasarkan cerita si hantu, dulu, ada komunitas orang-orang supernatural. Nah, orang-orang supernatural ini tentu saja harus menyembunyikan kekuatannya, kalo nggak mau dibilang orang aneh atau gila. Tapi itu membuat hidup mereka nggak nyaman. Akhirnya para supernatural dan saintis berusaha merekayasa gen anak-anak mereka, dengan maksud memperkecil kekuatan supernaturalnya, sehingga bisa dikendalikan.

Yaah, yang namanya eksperimen, kadang banyak gagalnya daripada suksesnya (*curhat), ternyata bukan jadi bisa dikendalikan, tapi malah makin kuat dan tak terkendali. Seperti Liz yang nggak sengaja ngelempar pensil pakai telekinesis, Rae yang nggak sengaja ngebakar ibunya karena emosi, dan Chloe yang nggak sengaja bangkitin mayat. Beberapa subjek yang parah, diakhiri (dibunuh maksutnya), subjek yang sembuh (bisa mengendalikan kekuatannya) dilepaskan, sedangkan yang masih dalam rehabilitasi belum ditentukan nasibnya termasuk Chloe dan kawan2.

Bukan cuma Chloe dan Rae, ternyata Victoria juga direhabilitasi dan karena ingin kabur juga, akhirnya Tori ikutan Chloe ke gudang pabrik tempat mereka terakhir ketemu sama Simon dan Derek. Di sini Chloe dengan pintar mengecoh para Edison sampai2 dia dan Tori bisa kabur, dan ketemu deh sama Simon dan Derek. Ternyata barulah terbongkar kekuatan Tori, dia seperti ibunya, ahli sihir. Mirip kayak Simon, hanya, punya Simon lebih bisa dikendalikan.

Rae nggak ikutan soalnya dia udah nyaman dengan kehidupan di rehab, dan lagi dia pengen sembuh.

Setelah ke-4 anak super ini ketemu, mereka berniat menuju New York City, ke rumah pamannya Simon, Andrew Carson untuk mencari perlindungan, sekaligus mencari tahu keberadaan ayah Simon dan Derek. Dan, perjalanan itu tak pernah mudah, lewat perselisihan, ketemu preman di jalan, ketemu arwah, dan kejadian2 menguras energi lainnya, akhirnya mereka sampai di rumah Andrew. Tapi para Edison juga tahu rencana mereka, dan ngejebak mereka.

Apakah mereka tertangkap?
Bisakah mereka nemuin ayah Simon dan Derek untuk nyari perlindungan?
Chloe kira-kira fell in love sama siapaa yaa?

Ayoo baca bukunya, dan sekuel ketiganya juga...

:D

"Aku ingin menjadi orang yang tahan banting dan bangkit kembali sambil tersenyum."

4 stars for this book!

NB: Thanks again to Mr. Glasses who has let me to be the first reader of his sealed book. :p