Selasa, 24 Juli 2012

The Lorien Legacies #1: I am Number 4


I am number 4 
By: Pittacus Lore 2012
493 Halaman

"Jangan pernah berputus asa. Saat kau kehilangan harapan, segalanya pun musnah. Saat kau pikir semua telah berakhir, ketika segala sesuatu tampak buruk dan sia-sia, harapan itu selalu ada." -Henri Smith


Wohooo... nambah lagi satu pengarang favorit. Yepyep, buku ini keren banget, gabungan antara dunia sihir, ilmiah, persahabatan, dan romance. Dalam buku ini diceritain bahwa ada 18 planet di jagat raya dan hanya ada 3 planet yang dapat dihuni, diantaranya Bumi, Lorien, dan Mogadore. Lorien merupakan salah satu planet yang paling tua dan yang paling baik keadaannya karena penghuninya sangat anti-global warming. :p Yaa, maksudnya mereka bisa menjaga planetnya dengan mengelola tanaman, energi, dan sampah dengan baik. Di sisi lain, yaitu di planet Mogadore, mulai terjadi krisis energi dan ketandusan yang disebabkan oleh penghuninya sendiri, yang disebut Mogadorian. Para Mogadorian ini karakternya kurang baik, begitu mengalami masalah di planetnya, bukannya memperbaiki, malah ngincer planet lain, yaitu Lorien. Terjadilah sengketa lahan (kayak di Indonesia aja). Para Mogadorian berusaha merebut kekayaan alam planet Lorien, kemudian membantai habis penduduk Lorien dengan peledak dan hewan buas yang haus akan darah (aww...).

Ketika pembantaian terjadi, penduduk Lorien melarikan 9 orang garde muda (garde: bangsa Lorien yang memiliki pusaka atau kemampuan mirip sihir), bersama 9 cepan (penjaga) dan juga beberapa chimaera (binatang khas Lorien yang bisa berubah2 wujud, mirip daemon dalam buku The Golden Compass) ke bumi. Sebelum mereka pergi, mereka diberi suatu mantra pelindung, dimana kesembilan garde hanya bisa dibunuh secara berurutan dari nomor terkecil, hingga nomor terbesar. Mantra tersebut akan runtuh jika para garde saling bertemu. Atas alasan inilah para garde yang ada di bumi tinggal di tempat yang berbeda dan saling menjauh dan berpindah-pindah. Jika salah satu dari para garde terbunuh, akan muncul pertanda berupa goresan yang sangat pedih di kaki para garde lainnya. Kesian garde nomor 9 yak, bakalan punya 8 goresan. :P

Nggak cuma para garde dan cepan yang migrasi ke bumi, para mogadorian juga ngikut, tentunya untuk membunuh para bangsa Lorien ini agar dapat menguasai planet Lorien sepenuhnya. Garde nomor 1 sampai 3 sudah berhasil dibunuh, sekarang giliran garde nomor 4, yang memiliki nama samaran John Smith. John Smith hidup bersama cepannya yang bernama samaran Henri Smith. Para garde dan cepannya masing2 harus hidup berpindah2 puluhan kali setahun dengan identitas baru setiap pindah, untuk menghindar dari para Mogadorian yang nggak pernah kapok nyariin mereka.

Sampailah John di Paradise, Ohio. John berusia 15 tahunan. Awalnya, seperti kepindahan-kepindahannya yang lain, dia merasa muak, sekolah baru, teman baru, rumah baru, lingkungan baru, bahkan identitas baru. Namun, di sekolah barunya ini dia ketemu seorang cewek bernama Sarah, yang... mmh... yaah, ditaksirnya. Padahal dia nggak boleh jatuh cinta, karena begitu dia mengenal yang namanya cinta, pasti akan sulit menghapusnya ketika dia harus pindah dan ganti identitas baru. Sebagai seorang garde yang dikejar-kejar, mereka tidak boleh terlalu mencolok tetapi harus misterius namun tetap membaur, sehingga ketika suatu saat mereka hampir tertangkap oleh Mogadorian dan harus berpindah tempat, tidak ada orang yang curiga. Hal inilah yang gagal dilakukan John. Dia malah jadian dengan Sarah dan berantem dengan kakak kelas yang bikin dia jadi terkenal. Nggak cuma menemukan tambatan hati, John juga menemukan hewan peliharaan baru. Anjing yang kemudian diberinya nama, Bernie Kosar.

Di Ohio juga pusaka pertamanya muncul, yaitu pengendalian terhadap api. Dia bisa menciptakan api, cahaya, dan bahkan tahan api. Selain itu, dia juga sudah memiliki kemampuan telekinesis (menggerakkan benda dengan pikiran) yang merupakan kemampuan dasar yang pasti dimiliki oleh semua garde, yang tentunya pusaka2 ini nggak boleh terlihat oleh manusia karena bakal dikira aneh.

Pertemuannya dengan Sam, teman sekelasnya, yang kemudian menjadi sahabatnya, mengawali masalah yang berujung pada pertempuran dengan para Mogadorian.  Sam, merupakan seorang anak nerd pecinta astronomi. Berawal dari majalah Astronomi milik Sam, nggak sengaja John dan Henri menemukan berita tentang Mogadorian. Henri kemudian mendatangi redaksinya untuk mencari tahu, disekap, dan dengan cerita yang panjang, akhirnya malah membuat para Mogadorian menemukan mereka!

Saat belum semua pusaka John berkembang, dia akhirnya harus bertempur dengan para Mogadorian karena nggak mau pindah dan berpisah dengan Sarah. Untungnya dia dibantu oleh si Enam. Nah, bagian ini yang paling seruuu... banyak fakta-fakta baru yang terungkap. Juga munculnya pusaka baru John. Apakah John alias si Empat terbunuh? Siapa si Enam? Apa kejutan yang ditunjukkan oleh Bernie Kosar si anjing beagle? Gimana hubungan John dengan Sarah dan Sam? Kayak apa sih wujud Mogadorian?

Jawabannya ada semua di bagian pertempuran itu. Tapi ada yang sedihnya jugaa... sediiih banget, gue sampe nangis baca bab pertempuran ini. Huhu~

Buku ini masih bersambung dan kayaknya bakal berada di daftar-must read-nya gue. Hihihi...
Ayoooo dobaca, seruuuuuuu banget.

Mmmh... pendapat gue tentang buku ini, buku ini bagus, imajinatif, dan yang gue suka dari gaya ceritanya Pittacus Lore adalah nggak bertele-tele. Saat pertempuran, dia bisa mendeskripsikan ceritanya dengan kalimat-kalimat singkat dan tegas. Jadi enak bacanya.

Mmmh... kalo peran favorit, gue sukaa banget sama sosok Henri, cepannya John yang udah dia anggap ayahnya sendiri. Gue suka tokoh ini karena karakternya yang jago manipulasi dokumen, nggak gaptek, cepat, perhatian, baik hati, dan sabar. Selain itu, gue juga suka kisah persahabatan John dan Sam. Persahabatan yang tulus dan lucu. Nggak semua orang bisa bersahabat dengan sepuntung alien looh. :p

Banyak yang bilang kisah romannya mirip Twilight, karena mengisahkan cerita cinta antara seorang cewek biasa dengan seorang manusia super, yang punya kemampuan tersembunyi. Tapi secara keseluruhan, ceritanya totally different kok. :D

Well guys, you should read this book.
five stars for this book!
*****