Sunday, March 29, 2015

Membuat Dekorasi Indoor Plant Berbasis Terrarium

March 29, 2015 0 Comments
Apasih terrarium?
Terrarium adalah miniatur dari ekosistem tanaman. Biasanya bentuknya berupa botol atau toples tanpa lubang di dasar yang bisa dibuka-tutup untuk pemeliharaan. Tanaman yang biasanya dimasukkan ke dalam terrarium adalah lumut, succulent dan cactus, karena jenis-jenis tanaman ini dapat diletakkan di dalam ruangan (indoor plant), sebab sesungguhnya terrarium ini bertujuan sebagai decorative stuff, yang bisa menambah nilai keindahan di dalam ruangan.

Sebetulnya tidak ada yang namanya tanaman yang bisa hidup di dalam ruangan. Indoor plant sendiri adalah tanaman-tanaman yang bisa diletakkan di dalam ruangan selama beberapa hari, namun tetap membutuhkan sinar matahari, sehingga harus dikeluarkan dari ruangan minimal 3 hari sekali.


Nah, kali ini saya akan membagikan pengalaman saya membuat basic-terrarium. Saya menyebutnya basic, karena terrarium yang saya buat, tidak sepenuhnya menggambarkannekosistem tanaman. Saya tidak menggunakan lumut nih soalnya. Saya juga tidak menggunakan toples bertutup. Hihihi...


Oke, bahan-bahan yang saya gunakan adalah wadah kaca, active carbon, batu hias, tanah, kompos, dan tentunya si pemeran utama, succulent.



Bahan-bahan yang dibutuhkan

Pertama-tama, saya meletakkan karbon aktif di dasar wadah. Karbon aktif ini berfungsi untuk menyerap bakteri dan kelembaban berlebih.

Taruh karbon aktif di dasar wadah

Tambahkan tanah yang telah dicampur kompos

Selanjutnya saya tambahkan tanah yang sebelumnya sudah dicampur kompos dengan perbandingan 1:1. Sambil menambahkan kompos, pinggirannya saya beri pasir putih, agar penampakannya tidak horor kalau dilihat dari samping.


Tambahkan batu hias

Saya juga menambahkan batu hias di pinggiran wadah. Penambahannya sesuai selera, mau warna-warni boleh, atau mau pakai batu akik barangkali, juga boleh. XD

Menambahkannya usahakan sedikit-demi sedikit agar tidak bercampur dan rapi. Saya menggunakan sendok makan dan spatula mini. Hehehe...

Tahap selanjutnya adalah memasukkan tanaman ke dalam tanah. Saya lupa memotret bagian ini, karena waktu itu tangan saya sudah berlumuran tanah. Haha... baru sadar setelah jadi, mau dibongkar lagi, tapi ah, lelah. :p

Untuk memasukkan tanamannya, buat lekukan/space pada media yang cukup untuk akar-akar si tanaman, kemudian rapikan deh.

Untuk tanamannya saya memilih succulent golongan echeveria (favorit saya nih) karena bentuknya yang indah seperti bunga.

Langkah terakhir, beri taburan baru di permukaannya sampai tanah tak terlihat. Dan voila... mini terrarium sudah ready untuk dibawa ke kantor, atau diberikan ke orang-orang tersayang. :)

Mini terrarium tampak atas

Mini terrarium tampak samping
Selamat mencoba =)

@bibitanaman

Menyetek Wild Mint/ Corn Mint/ Field Mint/ Mentha arvensis/ Japanesse Peppermint/ Banana mint

March 29, 2015 4 Comments
Wild mint ternyata nama lainnya banyak cekali ya. Dari beberapa jenis mint yang saya miliki, wild mint ini agaknya punya aroma mentol yang paling wow. Mentolnya kuat dan tajam. Mint jenis ini banyak dipakai di permen dan pasta gigi kayaknya (entah ekstrak alami, atau sintetis). Tapi spearmint tetap juara rasa fresh-nya. Mangkanya sering dipake di minuman dan desert kali ya.

Memperbanyak tanaman dengan genus mentha ini umumnya sama, stek. Sebetulnya bisa juga pakai biji, tapi di Indonesia ini, mint jarang sekali berbunga sampai berbiji. Selain itu, menanam dari biji lambretta banget. Udah gitu, belum tentu berhasil tumbuh sampai dewasa. Ukuran bijinya juga sangat kecil. Saya pernah mencoba menanam spearmint dari biji, dan kebetulan, gagal. Haha... mungkin dia membutuhkan kondisi lingkungan tertentu untuk bisa sprout (berkecambah).


Nah, kemarin waktu mengunjungi kebun kecil saya, eeh, ternyata wild mint yang saya beli sekitar sebulan lalu, sudah makin gondrong saja. Agar produknya bisa segera dijual di @bibitanaman , akhirnya saya stek deh. Oia, bibitnya sendiri saya beli di nursery tanaman. :) senang sekali akhirnya koleksi mint-nya bertambah. ;)


Menyetek mint, bukan hal yang sulit kok. Karena menurut saya, mint ini adalah jenis mint yang proses -recovery pasca stek-nya lumayan cepat. Oke, pertama-tama, kita harus memilih batang yang oke. Pilih batang yang cukup keras dan agak tua. Alasan pemilihan ini, selain batang yang tua proses recovery nya lebih cepat, juga untuk alasan kemudahan ketika menancapkan stekan.




Contoh batang yang yahuttt untuk distek

Potong batang dengan gunting. Jangan pakai tangan, karena itu terlalu barbar XD. Kalau pakai tangan, biasanya kulit batangnya jadi mengelupas, proses recovery-nya pun jadi lebih lama. Potongnya dengan arah miring, sehingga batang stekannya menjadi runcing dan mudah ditancapkan ke media baru.



Batang yang saya pilih, agak meletot dikit nih, jadi malu

Setelah itu, tancapkan di media yang telah dibasahi. Taruh di tempat yang teduh dan lembab, siram 2 kali sehari. Atau secukupnya, yang penting media lembab, tidak becyek maupun kering, yang penting... cukuuup.



Wihiiiiy, sudah punya rumah baruuu...

Kalau anakan wild mint yang kamu stek kuyu dan lesu, tidak apa-apa, itu salah satu proses recovery-nya. Mereka sedang bekerja keras menumbuhkan akar. :)



Peppermint yang sudah mapan

Biasanya dalam 1-2 minggu, wild mint sudah kuat dan tidak kuyu lagi. Setelah melewati masa-masa ini, baru doi boleh dipindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari tidak langsung. Siap deh dikonsumsi. :)

Wild mint ini sering dikira sebagai spearmint atau peppermint, padahal bentuk daunnya cukup berbeda. Dulu saya bingung juga sih. Sekarang setelah punya, kelihatan deh bedanya. Perbedaan wild mint dengan spearmint dan peppermint ada di aroma dan bentuk daunnya. Aroma spearmint adalah mint segar dengan tambahan aroma langu, sedangkan peppermint baunya mint segar dan hampir tidak ada bau langu-nya sedangkan untuk wild mint ini baunya menthol banget kayak balsam. Daun wild mint sendiri lebih oval dan tidak keriting, batangnya berwarna hijau, bunganya putih.


Spearmint berdaun keriting

Kalo dari segi rasa, saya belum pernah menggunakan wild mint untuk ngeteh, sejauh ini, spearmint masih menjadi favorit saya untuk ngeteh. :)

Yuk tanam mint, jangan lupa, pilih yang organik. :)

@bibitanaman

Monday, March 23, 2015

Succulent, I Love You :*

March 23, 2015 19 Comments
Belakangan ini lagi suka banget sama succulent (sukulen). Selain bentuknya yang lucu-lucu, imut, dan warna-warni, succulent juga tidak membutuhkan terlalu banyak perhatian. Jadi untuk merawatnya tidak menyita waktu. Jenis-jenis succulent banyak juga ternyata, sampai ribuan gitu deh. Salah satu succulent yang bentuknya lucu dan menarik adalah echeveria. Nah berikut contoh succulent golongan echeveria koleksi saya.

The echeverias gank :p

Bentuknya yang membentuk rosette (seperti bunga mawar) yang membuat succulent golongan ini unik bingits. Eh yang tengah udah gondrong tuh. Sepertinya dia sudah lelah mengurusi anak-anaknya. Ayo dibantu, sekalian memperbanyak succulent-nya.

Hampir semua jenis succulent lebih umum diperbanyak secara vegetatif, bisa juga pakai biji, tapi yaampun, nunggu berbijinya itu kapaaaan... *desperate

Perkembangbiakan vegetatifnya bisa melalui stek batang, stek daun, atau stolon. Succulent golongan echeveria ini umumnya diperbanyak dengan cara stek daun atau stolon. Kali ini saya akan menunjukkan bagaimana mudahnya menyetek succulent dari stolonnya. Tanaman yang siap distek stolonnya, cirinya sudah mengeluarkan serabut-serabut akar.

Stolon yang sudah siap dipotong.

Tidak seperti stolon pada tanaman pegagan atau tanaman stroberi, stolon pada succulent tidak perlu ditambatkan/diarahkan terlebih dahulu ke media yang baru. Langsung saja dipotong dan ditancapkan di media yang baru.


Anakan-anakan succulent yang telah dipotong stolonnya.

Jangan lupa pilih media yang subur (kalau memungkinkan yang mengandung pupuk kandang, kotoran kelinci sih katanya is the best) dan memiliki drainase yang bagus. Ciri media yang drainase-nya bagus adalah ketika disiram, meskipun hanya sedikit, airnya langsung merembes ke bagian bawah pot.

Media siyaaap

Selanjutnya anakan-anakan tadi tinggal ditancap saja. Serabut-serabut akarnya dipendam di dalam tanah.


Anakan succulent di pot baru

Iyeay...

Dan voila, sekarang echeverianya jadi banyak bingiits... selain ditaruh di pot plastik, bisa juga dihias ala terrarium biar unyu. Jadi bisa diletakkan di meja kantor, meja belajar, kamar, kamar mandi, atau di pinggir jendela. Jangan lupa dikasih ijin kena sinar matahari minimal 3-4 hari sekali. :)

Mini topless terrarium :^

Nah selamat mencoba ;)

Tuesday, March 17, 2015

Bunga-bunga Mulai Bermekaran

March 17, 2015 2 Comments
Bulan Maret begini frekuensi hujan sudah nggak sesering bulan-bulan sebelumnya. Waktunya mulai menyemai benih-benih kesayangan nih. Biar ketika matahari datang, tanamannya sudah siap tumbuh besar. :)

Bunga-bunga di rooftop garden saya mulai banyak yang mekar. Senangnyaaa... yuk intip yuk...  sekalian belajar biologi. :p

Garland Chrysanthemum
 Saya menanam garland chrysant ini dari benih. Sebetulnya dia termasuk bunga dan sayuran, karena daunnya biasa dibuat masakan. Biasanya kalau ke supermarket yang menjual sayur dan buah impor seperti the ranch market atau the farmers market, sayuran ini dijual. Bentukannya masih berupa daun, belum berbunga, sekalipun berbunga, bunganya pasti masih kuncyup. Sepertinya untuk alasan kerenyahan dan tekstur daun sehingga tanaman ini dipanen sebelum tua.

Tanamannya ternyata lumayan tinggi untuk golongan chrysant, punya saya tumbuh sampai setinggi sekitar 1 meter lebih. Hihi.., entah karena saya menanamnya di pot, atau memang bentukannya begitu, dia tumbuh tinggi, bunganya hanya di bagian atas.
Garland Chrysanthemum sebelum mekar semua

Saya menanam 4 tanaman. Tapi yang berbunga hanya 2. :( yang 2 lagi menciut karena kena hujan. Dari mulai menanam benihnya sampai berbunga, membutuhkan waktu yang cukup lama ternyata. Sekitar 6-9 bulan deh. Hufft... lama menunggu, tapi senang ketika sudah mulai berbunga. Bunganya indah. Seperti sunshine. ;)


Sunfower, biar nggak ada zombie :p

Bunga matahari, salah satu bunga favorit saya, karena bunganya yang besar dan warnanya cerah. Menanamnya pun jauh dari sulit. Coba deh tanam bunga ini di kebun kamu, pasti banyak kupu-kupu indah yang mengunjungi. Bikin tambah senang :) kalau sudah tua, bijinya bisa dijadikan cemilan hamster kesayangan. :3


Bunga cosmos sebelum mekar

Tanaman ini banyak sekali tumbuh di pinggiran jalan. Rajin mekar, dan bikin jalanan jadi keren. Warnanya macam-macam, ada putih, kuning, orange, pink, fuschia. Saya baru punya yang warnanya oranye nih.


Bunga cosmos setelah mekar
Bunga cosmos nggak membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh dan berbunga. 2 bulan saja cukup untuk merawatnya hingga mekar. Ditanam di pot saja sudah berbunga banyak. Hihihi... kalau kamu punya lahan yang luas, tanam deh sebagai border. 


Vinca pink

Saya baru tahu beberapa tahun terakhir kalau bunga vinca (tapak dara) selain bunganya indah, ternyata mengandung senyawa-senyawa fotokimia (senyawa yang diproduksi alami oleh tumbuhan) yang reaktif terhadap sel kanker. Bisa dijadikan alternatif pengobatan. Ciptaan Tuhan nih.


Vinca fuschia
 Saya punya 3 jenis bunga vinca, putih, pink, dan fuschia. Saya lebih suka yang warnanha fuschia ini. Warnanya menyolok dan mengundang kupu-kupu untuk datang berkunjung. :)

Bunga entah
 Saya nggak tahu nama bunga ini. Belum mungkin. Karena waktu saya beli, penjual tanamannya pun enggak tahu ini bunga apa. Hihi... tapi sudah coba mencarinya di google, belum ketemu juga. Jadi saya menyebutnya bunga violet saja. Hehe... dia rajin berbunga. Bunganya bisa tahan beberapa hari sebelum akhirnya rontok. Kalau dari pengamatan sesaat, bunganya mirip sekali dengan bunga lantana ungu. Tapi bentuk daunnya jauh berbeda.

Blue eyes
 Bunga ini mengingatkan saya pada taman kanak-kanak. Waktu itu taman sekolah ditanami bunga berwarna biru ini. Saya senang sekali karena bunganya enggak pernah absen dan berwarna biru. Jarang kaaan bunga yang warnanya biru. Jadi saya menanam ini dalam rangka membangkitkan kenangan masa kecil. *tsah

Torenia ungu
 Torenia ini menurut saya jenis bunga yang tidak mau diperhatikan. Menyemai benihnya di media khusus dan pot semai, lama sekali numbuhnya. Tapi kalau ditebar dimana saja, tumbuh di mana-mana. Lihat saja, dia tumbuh di pot daun bawang saya. Mau dicabut saya tidak tega. :p umurnya pendek. Paling lama 6 bulan saja. :'(

Torenia pink
 Ini yang warnanya pink. Pada keadaan tanah tertentu, entah asam atau basa, pink nya bisa lebih kontras dari ini.


Chrysant
 Krisannya kurang subur karena kelembaban dan hujan masih tinggi. Harusnya kalau sedang panas, bunganya ada semburat ungunya. :)

Portulaca
 Ah, portulaca ini benar-benar suka matahari. Mataharinya bersinar, bunganya mulai muncul dan bermekaran. Nama lainnya bunga krokot. Merupakan salah satu bunga yang paling mudah ditanam. Batang dan daunnya menyimpan air. Jadi tahan terhadap suhu panas, dan penyiraman yang jarang. Justru kalau terlalu sering disiram, dia ogah berbunga.


Zinnia
 Kalau stress, tanamlah bunga. Hehe... saya beli bunga ini sepulang kantor. Masalah pekerjaan yang bejibun, meluluh ketika membawa pulang dia. Bunganya ugh,,, lucu banget. Enggak seperti zinnia pada umumnya yang tinggi-tinggi, zinnia yang ini tingginya segitu-segitu saja. Sempat sakit karena kebusukan akar akibat hujan, sekarang sedang tahap recovery. Cepat sembuh dan tumbuh daun yaaa nak.


Angelonia pini
 Bunga yang mirip lavender, dan sering dibilang lavender. Aromanya maniiiis. Rajin berbunga, perennial.


Angelonia ungu
 Yang berwarna ungu juga cantik ;) harus sering dipangkas selesai berbunga. Biar rimbun. :)


Mawar
 Mawar itu salah satu bunga yang paling universal, dan salah satu yang paling cantik. Tapi menurut saya agak susah ditanam di pot. Sebaiknya ditanam di tanah.


Pelargonium
 Pelargonium ini bukan geranium dan tidak bisa mengusir nyamuk. Tapi mereka masih satu kerabat. Saya belum pernah berhasil memperbanyak bunga ini. Bagaimana sih caranya? Harus dipotong setelah bunganya kering, supaya tumbuh banyak tunas-tunas baruu..,

Petunia
Petuniaaaaa... dari beberapa warna yang saya tanam, yang warnanya ungu ini paling banyak tumbuh. Bagus banget untuk dijadikan tanaman gantung. Butuh penyiraman 2 kali sehari. Kurang air menyebabkan batangnya langsung kuyu, karena tidak bisa menyimpan air.

Semoga tahun ini saya bisa menanam lebih banyak bunga, supaya rooftopnya makin berwarna, makin banyak kupu-kupu, dan makin senaaaaaaang...

"Where flowers bloom,
So does hope."

-Lady Bird Johnson

Sunday, March 15, 2015

Belajar Memperbanyak Mint dengan Cara Stek

March 15, 2015 6 Comments
Mint adalah salah satu anggota keluarga herbs yang paling populer. Penggunaannya nggak terbatas pada garnish semata, tapi juga dikonsumsi di kuekue atau minuman. Saya sendiri paling suka mengonsumsi mint dengan green tea. *uhm..yummy

Saya pernah baca, ada banyak sekali spesies mint. Spearmint, peppermint, orange mint, pineapple mint, apple mint, chocolate mint, dan lain-lain lagi. Di Indonesia sendiri, yang paling sering dijumpai di pasaran adalah jenis spearmint. Mungkin karena pertumbuhannya sesuai di iklim sini.

Di luar Indonesia, termasuk di negara-negara 4 musim, mint ditanam outdoor dan indoor. Ketika musim panas biasanya ditanam di luar rumah, kalau sedang winter, dimasukkan ke dalam rumah untuk melindunginya dari salju dan untuk menyegarkan aroma ruangan yang lembab. Di sana sih (kalau saya baca blog-blog pertaniannya), menanam mint sudah menjadi tren, tapi kalo di Indonesia, sepertinya belum mencapai titik maksimumnya. Satu kali saya pernah menanyakannya ke nursery tanaman, mereka malah bingung itu tanaman apa. Haha...

Untuk kamu yang ingin mencoba menanam mint, cobalah nak, ini tidak sulit. :p yang terpenting untuk mint adalah lingkungan yang lembab, dan teduh. Kamu bisa menciptakan kondisi ini dengan menaruh mint di bawah shading (peneduh/tudung), kemudian menyiramnya 2 kali sehari, sampai becek juga boleh, biar lembab. Begitu aja mint sudah senang. =p

Nah, kali ini saya ingin berbagi mengenai cara memperbanyak mint. Karena adalah suatu hal yang nggak seru kalau abis ngeteh pakai mint, mint nya langsung abis dan gundul. *curcol

Baiklah, ehm...
Hal pertama yang saya lakukan adalah menyiapkan pot. Pot yang saya gunakan adalah pot plastik diameter 10 cm. Untuk kamu yang punya pot terracotta (tanah liat) atau pot keramik, bisa menggunakan pot jenis ini, karena pot macam begini sifatnya dingin sehingga mint akan lebih bahagia.

Potnya saya beri nama dulu untuk mengatasi peristiwa lupa nama
Potnya saya beri nama spearmint, karena saya akan menyetek spearmint. Kalau yang mau distek adalah peppermint, saya akan beri nama peppermint. *apadeh

Selanjutnya siapkan media. Media yang saya gunakan adalah tanah:sekam:pupuk organik = 1:1:1 Isi pot sampai penuh dan sedikit dipadatkan supaya tidak ada kehampaan (*tsah) dalam pot ketika tanahnya melempem akibat penyiraman. Lalu, siram tanahnya sampai basah.

Pot berisi media yang siap ditanami
 Kemudian saya memilih batang-batang mint yang tegar-tegar untuk distek. Ciri batang mint yang siap distek adalah batangnya keras (tidak loyo) dan tebal (tidak kurus), ciri mudahnya, dia tidak akan patah atau meletot ketika ditancapkan ke media tanam. Berikut contoh batang mint yang tegarrr.


Batang mint yang tegarrr

Ciri lainnya, daunnya lebarrr

Untuk pemotongan batang, sebaiknya dilakukan dengan menyerong, supaya batang lebih runcing, dan lebih mudah ditancapkan ke media. Laku buang juga daun-daun di dekat bagian yang runcing agar tidak menghambat ketika penancapan batang ke media.

Batang-batang mint yang siap ditanam

Ohya, spearmint yang saya tanam ada 2 jenis. Yang pertama adalah jenis mint yang langu sekali baunya (batang berwarna merah), satunya lagi mint yang baunya tidak terlalu langu, tapi mint nya lebih kuat (batang berwarna merah muda, paling kiri). Selanjutnya tancapkan batang-batang mint tadi ke dalam media yang sudah disiram. Siram lagi sedikit, kemudian taruh di tempat yang terlindung dari cahaya matahari. Saya menancapkan masing-masing 2 batang mint untuk setiap pot. Voila... mereka sudah punya rumah sendiri-sendiri.


Mint sudah di rumah baru

Penyetekan mint sebaiknya dilakukan sore hari agar tidak mengganggu aktivitas dapur (fotosintesis) -nya. Tapi kalau kamu hanya bisa melakukannya di siang hari, tidak apa-apa, hanya saja mint nya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk proses recovery. Jika penyetekan dilakukan siang hari, mint akan terlihat memprihatinkan setelah 5 menit ditancapkan di media baru seperti berikut.

Mint yang mengkhawatirkan

Waktu pertama kali melakukannya, saya langsung syedih, karena sepertinya saya gagal, dan mint-nya mati. Tapi jangan khawatir, ini hanya berlangsung paling lama 3 hari. Di hari ketiga, dia sudah mulai segar. Tetap disimpan di tempat teduh dan disiram dua kali sehari ya...

Kemudiaaan, 1.5 minggu kemudian...


Setelah 1.5 minggu, begini penampakannya XD iyeeeesss

Nah, mudah kaaan. Yuk dicoba, supaya bisa minum teh mint setiap hari tanpa takut tanamannya habis. :)

NB:
Ayodicoba mbasar. :p
Ditunggu laporannyah..
Gkgkgk...

Saturday, March 14, 2015

Repotting Tanaman Bunga Angelonia

March 14, 2015 4 Comments
Hari ini nggak sengaja melihat tanaman bunga angelonia yang sudah besar (sudah ada bakal bunganya malah) tapi masih ditanam di pot yang ukurannya kecil. Semenjak disemai sekitar 2 bulan lalu, belum sempat dipindahkan ke pot yang lebih besar.

Angelonia ini sering sekali disalahnamakan. Banyak yang menyebutnya lavender, karena memang dari warna bunganya mirip dengan lavender.

Tanamannya sudah tinggi, potnya seiprit
Saya juga sempat tertipu nih. Jadi ceritanya, waktu itu saya ingin mencoba menanam bunga lavender. Lalu iseng bertanya ke penjual tanaman. Eh ternyata ada, senangnyaaa... warnanya sih memang ungu, tapi selanjutnya, beliau menawarkan juga yang bunganya berwarna pink. Awalnya sih sempat mikir juga. Kok lavender warnanya pink ya, tapi yaaah, mungkin itu lavender hasil silang, saya pikir.

Sampai di rumah, coba googling mengenai cara perawatan dan pemeliharaan lavender, lohkok yang muncul bunga dan bentuk tanamannya agak beda dengan yang baru saya beli. Haha... lalu penyelidikan dimulai, dan kemudian saya baru tahu kalau nama tanamannya adalah angelonia. Hehe...

Selain bunganya indah, cara perawatannya tidak begitu sulit, terusnya, nggak cuma bunganya, tapi daunnya juga mengeluarkan aroma harum. Aromanya maniis, lebih manis dari bunga mawar. Kayak aroma permen vanilla gitu deh. Hehe...

Untuk perkembangbiakannya, bisa dilakukan dengan stek maupun biji. Nah, 2 bulan lalu saya mencoba menanam bijinya. Baru sekarang mau repotting.

Repotting adalah suatu kegiatan dimana kita memindahkan tanaman/bibit ke pot yang lebih besar (kalo ukuran potnya sama, samaajaboong :p) untuk tujuan mempercepat pertumbuhan. :)

Langkah pertama, tentunya menyiapkan media tanam, karena dengan menggunakan pot yang lebih besar, tentunya dibutuhkan media lebih. Media yang saya gunakan, tanah:sekam:pupuk organik = 1:1:1

Readiiiih...
Repotting yang baik, sebisa mungkin jangan menganggu akar tanaman. Karena jika kita melakukan repotting secara barbar, dengan menarik/mencabut paksa tanaman, misalnya, terus menancapkannya secara asal-asalan, yang ada bukan repotting, tapi burrying. Hahaha.. saya biasanya membalikkan pot dengan menjepit batang tanaman dan menahan tanahnya dengan telapak tangan. Kalau dia tidak mau lepas, potnya bisa agak dipencet-pencet. Persis seperti melepaskan kue bolu/agar-agar dari loyangnya. Jadi akarnya tidak terganggu, tidak terkorek apalagi tercabut.

Angelonia saya kebetulan akarnya sudah gondrong, jadi begitu dibalik, dia bisa terlepas dengan mudah.  Selanjutnya, tanaman yang sudah dikeluarkan bisa langsung diletakkan di pot baru yang setengahnya telah berisi medium.

Isi setengah bagian  pot dengan medium


Taruh tanaman di bagian tengah pot


Isi bagian yang kosong dengan medium, sampai padat, lalu siram
Untuk 3-5 hari pertama, sebaiknya ditaruh di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung, biar tanamannya nggak kaget dan bisa beradaptasi. Selanjutnya pelihara seperti biasa, siram setiap hari. Lalu berbunga dehh...

Pink angelonia
Angelonia ini termasuk tanaman bunga yang rajin. Rajin berbunga. Selain yang warna pink ini, saya juga punya yang warnanya ungu loh.

Purple angelonia
Selain pink dan ungu, ada warna putih, dan persilangan ungu dengan pink. Tanam deh di sekitar pintu atau jendela, biar haruum... :)

Semoga tidak ada lagi kejadian bunga yang tertukar. Teman-teman yang ingin membeli lavender, jangan salah pilih. Tapi kalau tak ada lavender, angelonia juga jadi. :p