Jumat, 06 Maret 2015

Belajar Menanam Selada Hijau (green lettuce)

Akhir tahun lalu (2014) saya dan ibu sekaligus partner berkebun saya, memcoba menanam edamame. Edamame itu wujudnya sama persis dengan kedelai, hanya warnanya hijau. Ada juga yang menyebutnya kedelai jepang. Banyak sumber menyebutkan bahwa jenis kacang ini mengandung gizi yang lebih baik dari kedelai putih biasa. Beginilah penampakan tanaman edamame.

Tanaman edamame


Tanamannya tidak terlalu tinggi, sehingga menanamnya di pot tidak menjadi masalah. Saya menanamnya sebagian dalam pot, dan sebagian lagi ditanam di gardening bed. Maklum, karena keterbatasan lahan jadinya mencoba menjadi rooftop farmer hihihi...

Tanaman ini akan mati setelah satu kali berbuah. Buahnya bisa berjumlah 7 sampai belasan. Jika menanam sebanyak 20 tanaman saja, sudah bisa membuat cemilan edamame rebus. :3 Bisa dipanen dalam waktu 1-2 bulan saja. :)

Awal tahun ini, setelah musim hujan datang, edamame yang biasanya mulus-mulus, sekarang malah jadinya bernoda-noda. Hiks...

Edamame yang kehitaman

Sepertinya di musim hujan seperti ini, menanam kacang-kacangan kurang maksimal deh hasilnya. Karena ini terjadi tidak hanya pada edamame, tapi juga pada kacang panjang dan buncis. T_T

Lalu, musim hujan begini, baiknya menanam apa yaa... salah satu tanaman yang tumbuh baik di musim hujan, adalah selada, atau lettuce. Di musim hujan biasanya daun-daun lettuce rasanya lebih crunchy karena mengandung lebih banyak air. :3

Menanam lettuce benar-benar mudah. Jika kamu sedang memulai belajar menanam, tanaman ini bisa menjadi pilihan yang oke.

Benih lettuce ukurannya kecil. Bentuknya seperti padi, tapi sangat pipih. Untuk menanam lettuce, kamu hanya tinggalkan menebar benih-benih tersebut ke permukaan tanah yang subur dan porous, kemudian tutup dengan tanah setinggi 0.5 cm saja. Jaga kelembaban media tersebut dengan menyiramnya 2 kali sehari. Biasanya saya menggunakan semprotan kecil bekas cologne hehe. Hal ini dilakukam untuk menghindari teraduk-aduknya media jika menyiramnya secara barbar. :p

Tidak perlu menunggu lama, dalam waktu 3 hari, biasanya benih ini sudah hidup, alias menjadi baby lettuce. Kemudian, dalam waktu kira-kira 1.5 minggu, daunnya sudah mulai keriting-keriting. Lucu deh...

Bibit lettuce usia 1 minggu
Kemudian, hari-hari selanjutnya, dia akan bertumbuh sangat pesat.

Bibit lettuce usia 1.5 minggu

Kemudian, dalam 2 minggu jadi begini:

Lettuce usia 2 minggu
Nah, pada tahap ini, lettuce sudah bisa dipindahkan ke rumah baruuu... bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar (diameter 17 cm) atau bisa juga seperti saya, ditanam di garden bed.

Lettuce yang sudah dipimdahkan ke gardening bed

Sebetulnya, dia sudah bisa dipanen pada usia remaja, makin muda usianya, makin crunchy teksturnya. Tapi bisa juga dibiarkan sampai daunnya selebar ini:

Lettuce dewasa
Lettuce bisa dipanen untuk dibuat salad. Biasanya saya menjadikannya salad bersama timun dan sambal kencur :3 atau bisa juga dijadikan salad di nasi goreng ketika sarapan. Serba guna deh. Lumayan untuk tambahan serat. Kalau kamu tidak punya cukup lahan untuk membuat gardening bed. Kamu bisa juga kok menanamnya di pot seperti ini:

Lettuce di dalam pot

Lucu kaaan... menyenangkan rasanya jika bisa memakan hasil panen dari kebun sendiri. Jangan lupa tanam dengan cara organik yaa... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment anything, ask me anything :)