Sunday, March 15, 2015

Belajar Memperbanyak Mint dengan Cara Stek

Mint adalah salah satu anggota keluarga herbs yang paling populer. Penggunaannya nggak terbatas pada garnish semata, tapi juga dikonsumsi di kuekue atau minuman. Saya sendiri paling suka mengonsumsi mint dengan green tea. *uhm..yummy

Saya pernah baca, ada banyak sekali spesies mint. Spearmint, peppermint, orange mint, pineapple mint, apple mint, chocolate mint, dan lain-lain lagi. Di Indonesia sendiri, yang paling sering dijumpai di pasaran adalah jenis spearmint. Mungkin karena pertumbuhannya sesuai di iklim sini.

Di luar Indonesia, termasuk di negara-negara 4 musim, mint ditanam outdoor dan indoor. Ketika musim panas biasanya ditanam di luar rumah, kalau sedang winter, dimasukkan ke dalam rumah untuk melindunginya dari salju dan untuk menyegarkan aroma ruangan yang lembab. Di sana sih (kalau saya baca blog-blog pertaniannya), menanam mint sudah menjadi tren, tapi kalo di Indonesia, sepertinya belum mencapai titik maksimumnya. Satu kali saya pernah menanyakannya ke nursery tanaman, mereka malah bingung itu tanaman apa. Haha...

Untuk kamu yang ingin mencoba menanam mint, cobalah nak, ini tidak sulit. :p yang terpenting untuk mint adalah lingkungan yang lembab, dan teduh. Kamu bisa menciptakan kondisi ini dengan menaruh mint di bawah shading (peneduh/tudung), kemudian menyiramnya 2 kali sehari, sampai becek juga boleh, biar lembab. Begitu aja mint sudah senang. =p

Nah, kali ini saya ingin berbagi mengenai cara memperbanyak mint. Karena adalah suatu hal yang nggak seru kalau abis ngeteh pakai mint, mint nya langsung abis dan gundul. *curcol

Baiklah, ehm...
Hal pertama yang saya lakukan adalah menyiapkan pot. Pot yang saya gunakan adalah pot plastik diameter 10 cm. Untuk kamu yang punya pot terracotta (tanah liat) atau pot keramik, bisa menggunakan pot jenis ini, karena pot macam begini sifatnya dingin sehingga mint akan lebih bahagia.

Potnya saya beri nama dulu untuk mengatasi peristiwa lupa nama
Potnya saya beri nama spearmint, karena saya akan menyetek spearmint. Kalau yang mau distek adalah peppermint, saya akan beri nama peppermint. *apadeh

Selanjutnya siapkan media. Media yang saya gunakan adalah tanah:sekam:pupuk organik = 1:1:1 Isi pot sampai penuh dan sedikit dipadatkan supaya tidak ada kehampaan (*tsah) dalam pot ketika tanahnya melempem akibat penyiraman. Lalu, siram tanahnya sampai basah.

Pot berisi media yang siap ditanami
 Kemudian saya memilih batang-batang mint yang tegar-tegar untuk distek. Ciri batang mint yang siap distek adalah batangnya keras (tidak loyo) dan tebal (tidak kurus), ciri mudahnya, dia tidak akan patah atau meletot ketika ditancapkan ke media tanam. Berikut contoh batang mint yang tegarrr.


Batang mint yang tegarrr

Ciri lainnya, daunnya lebarrr

Untuk pemotongan batang, sebaiknya dilakukan dengan menyerong, supaya batang lebih runcing, dan lebih mudah ditancapkan ke media. Laku buang juga daun-daun di dekat bagian yang runcing agar tidak menghambat ketika penancapan batang ke media.

Batang-batang mint yang siap ditanam

Ohya, spearmint yang saya tanam ada 2 jenis. Yang pertama adalah jenis mint yang langu sekali baunya (batang berwarna merah), satunya lagi mint yang baunya tidak terlalu langu, tapi mint nya lebih kuat (batang berwarna merah muda, paling kiri). Selanjutnya tancapkan batang-batang mint tadi ke dalam media yang sudah disiram. Siram lagi sedikit, kemudian taruh di tempat yang terlindung dari cahaya matahari. Saya menancapkan masing-masing 2 batang mint untuk setiap pot. Voila... mereka sudah punya rumah sendiri-sendiri.


Mint sudah di rumah baru

Penyetekan mint sebaiknya dilakukan sore hari agar tidak mengganggu aktivitas dapur (fotosintesis) -nya. Tapi kalau kamu hanya bisa melakukannya di siang hari, tidak apa-apa, hanya saja mint nya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk proses recovery. Jika penyetekan dilakukan siang hari, mint akan terlihat memprihatinkan setelah 5 menit ditancapkan di media baru seperti berikut.

Mint yang mengkhawatirkan

Waktu pertama kali melakukannya, saya langsung syedih, karena sepertinya saya gagal, dan mint-nya mati. Tapi jangan khawatir, ini hanya berlangsung paling lama 3 hari. Di hari ketiga, dia sudah mulai segar. Tetap disimpan di tempat teduh dan disiram dua kali sehari ya...

Kemudiaaan, 1.5 minggu kemudian...


Setelah 1.5 minggu, begini penampakannya XD iyeeeesss

Nah, mudah kaaan. Yuk dicoba, supaya bisa minum teh mint setiap hari tanpa takut tanamannya habis. :)

NB:
Ayodicoba mbasar. :p
Ditunggu laporannyah..
Gkgkgk...

6 comments:

  1. Supaya bisa rimbun seperti tanaman mint yg pertama,nunggu brp lama kita2 ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanaman mint yang indukannya ya? Hmmm, kurang lebih dalam waktu sebulan bisa seperti itu, asalkan ukuran potnya cukup besar (minimum 25 cm) dan medianya kaya akan unsur hara, bisa diberikan pupuk kandang dosis tinggi :)

      Delete
  2. Supaya bisa rimbun seperti tanaman mint yg pertama,nunggu brp lama kita2 ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanaman mint yang indukannya ya? Hmmm, kurang lebih dalam waktu sebulan bisa seperti itu, asalkan ukuran potnya cukup besar (minimum 25 cm) dan medianya kaya akan unsur hara, bisa diberikan pupuk kandang dosis tinggi :)

      Delete

Comment anything, ask me anything :)