Jumat, 18 Desember 2009

D-Limonene

Dec 18 2009

Dulu saya pengen masuk jurusan kimia, gara2 kasus di Minamata. Saya pengen mengubah apa yang orang bilang bahaya (tentang kimia) menjadi tidak berbahaya. Saya pengen menciptakan suatu teknolodi yang bisa menyatukan kimia dengan lingkungan. Tapi saya kecolongan!!! Udah ada anak SMA yang menemukan suatu zat yang dapat menguraikan styrofoam.


Styrofoam adalah zat sintesis yang banyak digunakan di dunia industri, khususnya makanan dan minuman, karena bahan ini sangat ringan, praktis, ekonomis, dan lumayan mudah dibuat. Tapi mudah dibuat, tidak berarti mudah dihancurkan loh. Karena menurut sebuah buku yang pernah saya baca, bahan sintetis jenis ini hanya dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme dalam hitungan jutaan tahun. WOW!!!


Kalo sulit terurai tapi nggak membahayakan si gapapa yak, tapi ternyata styrofoam ini kalo ada di tanah, dapat mengganggu kesuburan tanah.


Nah, dua siswi SMA bernama Trinovia Sulistyo dan Vici Riyani Tedja berhasil menemukan salah satu solusi, jadi tuh ya, mereka berhasil menemukan suatu senyawa dalam kulit jeruk yang bernama D-limonene yang dapat menguraikan styrofoam menjadi bentuk yang lebih mudah terurai oleh mikroorganisme. Jadi, mereka mengekstrak D-limonene dengan cara menghancurkan kulit jeruk dengan blender, lalu memerasnya. Cairan ekstraknya ditampung. Lalu potongan2 styrofoam dimasukkan, dan... Whoala... semua styrofoam terurai dan cairan menjadi encer.



Tentu saja penelitian mereka ini cukup berarti di bidang lingkungan. Karena sampai saat itu, belum ada satu penanganan untuk mengatasi limbah styrofoam yang terbilang aman. Membakar styrofoam diketahui dapat membebaskan gas berbahaya yang dapat merusak kesehatan. Sedangkan metode yang mereka pakai adalah "mengatasi sampah dengan sampah" sounds cool!!! Makanya nggak salah kalo penelitian mereka ini berhasil membawa nama Indonesia di Olimpiade Lingkungan untuk peraih medali perak di Azerbaijan bulan April 2008 lalu. Keren banget ya!



Ayo temukan lagi senyawa2 baru yang dapat mengatasi masalah lingkungan!!!

Rabu, 16 Desember 2009

They Sleep To Relieve Their Hunger

Dec 15 2009

Hari ini saya lumayan capek. Bolak balik Bandung-Sumedang cuma buat ngurusin nilai. Sekitar 4 jam perjalanan bolak-balik pun ditempuh. Hueheh... Dan tadi, di bis, ketika saya kelelahan, saya sempet ngeliat seorang pengemis yang sedang tertidur nyenyak (keliatannya sih gitu) di bawah telepon koin. Dengan posisi tidur yang sepertinya nyaman, raut wajah yang menggambarkan ketidakpedulian terhadap sekeliling, sepertinya dia merasa nyaman.


Lalu saya bandingkan dengan keadaan saya saat itu, dalam bus menuju Sumedang, dengan tas segede2 gablak di pangkuan, dan beberapa buku berjudul : "Praktikum Analisis Kimia" dengan otak penuh rumus dan materi2 kuliah yang akan diujikan sorenya. Lalu, ketika merasa-rasa, badan kerasanya capeeekkkk banget. Belom lagi jerawat bermunculan akibat sering begadang ngerjain tugas, tangan yang lebam karena tadi pagi kejepit pintu angkot gratis di kampus, baju basah keringetan karena jalan lumayan jauh, dan semua bentuk kelelahan lainnya.


Fyuhh... terus sesaat mikir, keknya orang itu nyaman banget. Bisa bobo di siang bolong, nah saya, bobo di malem hari aja susah, harus ngerjain ini itu.


But then He reminded me, it's possible for that person sleep to relieve his hunger. What if, actually he felt the worse feeling i feel???


Nggak!!! keadaan nyaman itu, kadang ngebikin hidup nggak berkembang. In comfort I stuck!!! So, now i give thanks to You God, for the things you've given to me. Makasih buat semua yang udah dipercayakan pada saya.


And now, i just want to do many good things to please Him. Life for God, life for others!!!



Kerjakan aja apa yang ada di depan muka, yang bisa saya kerjakan!!!