Wednesday, December 13, 2017

Berkunjung ke Kebun Bunga Grace Rose Farm Yuk!

December 13, 2017 0 Comments
Nyadar nggak sih, aktivitas kita di weekdays sebagai orang produktif itu cukup membosankan?
Bangun pagi, sarapan, bekerja atau mengurus rumah tangga, lalu kelelahan, besoknya begitu lagi. Saya juga merasa demikian, sehingga betul kata quotes-quotes itu, katanya kita harus mengisi weekend kita dengan kegiatan-kegiatan yang bisa mengisi ulang jiwa kita (*tsah) dengan apasaja yang kita sukai sehingga ketika hari Senin datang, kita sudah terisi penuh dengan semangat baru. Nah, karena saya suka tetumbuhan dan tetananaman, akhir pekan saya khususkan untuk kegiatan-kegiatan yang saya sukai berkaitan dengan tanaman dan tumbuhan. Main tanah, menanam ini itu, merawat tanaman, dll. Daan, salah satu yang patut dicoba adalah berkunjung ke kebun bunga. : )
Salah satu yang bisa menjadi bahan pertimbangan adalah Grace Rose Farm.

Toko Souvenir Mini di Grace Rose Farm

Saya sendiri baru tahu tempat ini (mungkin karena kurang gaul). Terletak di bagian utara Kota Bandung dekat dengan Curug (air terjun) Cimahi, menjadikan tempat ini cucok sekali untuk menanam bunga-bunga, yang mana sangat menyukai tanah yang dingin dan sinar matahari penuh.


Bunga Calibrachoa yang Cantik
 Memasuki pintu masuk, Anda akan diminta membayar sebesar 25 ribu rupiah kalau tidak salah  ya. Di pintu masuk ini, selain ada loket karcis (kok kayak jaman dulu), mata sudah disuguhi pemandangan syantik dari bunga-bunga yang berwarna-warni. Salah satunya bunga Calibrachoa a.k.a. small petunia a.k.a. million bells ini.



Ladang Bunga Potong
Jangan tertipu dengan pintu masuknya yang mini, setelah melewati pintu masuk, kamu akan bisa melihat-lihat sepuasnya kesana kemari sambil menghirup udara segar tanpa asap dan polusi. Yang unik disini, kamu bebas berjalan-jalan kemana saja, asalkan menjaga kelakuan. Jangan menginjak tanaman, jangan memetik bunga, jangan merusak properti, jangan buang sampah sembarangan.

Ladang Bunganya Luas Sekali Yap?
Nggak cuma itu, kamukamu yang suka film Bollywood dan ingin merasakan serunya berlari-lari di ladang bunga, bisa kok. Ladangnya luaaas sekali, bisa lari kesana-kemari deh pokoknya. Eh, jangan lupa pakai losyen dan topi ya. Terutama kalau jalan-jalannya di musim panas.


Gerbera Daisy yang Masih Kuncup
Di sini banyak juga green house-nya. Green house berfungsi melindungi tanaman dari serangan hama dan cuaca yang ekstrim. Gerbera Daisy ini juga ditanam di dalam green house loh.


Hydrangea yang Menawan
Sempat juga berkunjung ke green house yang isinya bunga hydrangea. Bunganya besar, kayak pom-pom nya cheerleader.


Warna bunga Hydrangea tergantung dari keasaman tanahnya
Kalau inget pelajaran tentang asam basa waktu jaman SMA, pasti tau nih, kenapa bunga-bunga hydrangea ini warnanya macam-macam begitu.


Green house hydrangea

Tillandsia
Selain bunga, banyak juga loh Tillandsia disini. Ituloh tanaman udara (airplant) yang tidak membutuhkan tanah untuk hidup. Kalau kamu mau coba menanam tapi malas menyiram, dan malas kotor-kotoran, Tillandsia ini patut dicoba. Cukup disemprot dan ga perlu main tanah.


Aneka bunga mawar
Grace Rose Farm ini menerima pesanan bunga potong segar. Karena dipotong langsung dari kebunnya, bunga-bunganya cantik dan segar-segar. Kalau jalan sama pacar kesini, jangan lupa minta dibelikan yaa. Mhuehehehe...


Aneka Succulent

Ouw iya, satu lagi tanaman lucu yang patut dipertimbangkan untuk dipelihara karena perawatannya ga ribet, adalah succulent. Banyak juga loh succulent nya di sini. Harganya terjangkau, mulai dari 15 ribuan aja.


Bunga mawar yang warnanya jarang

Nah, kalau yang ini bunga petunia

Gerbera Daisy yang sudah mekar menyapa dunia
Gerbera Daisy katanya termasuk penyerap polutan di udara loh. Dudududu, udah cantik, ada fungsinya lagi. Bisa banget nih kamu tanam ini di halaman depan rumah.


Warnanya bikin silau

Ahh... cantik syekaliii

Ladang bunga Gerbera Daisy

Bunga petuniaaa

Bunga Calibrachoa lagiii

Pansy
Pernah mencoba menanam bunga Pansy, dari 5 percobaan, baru sekali yang berhasil. Belum menemukan chemistry-nya nih. Setiap tanam, selalu mati sebelum besar. Coba deh menanam Pansy (Viola), bunganya cantik dan mungil.

Pansy Lagi

Pansy

Green house sayuran
Ada green house yang isinya sayuran juga loh. Tapi kebanyakan ditanam dengan sistem hidroponik. Kamu bisa cari tahu, perjalanan tanaman dari kecil jadi besar dengan metode tanam hidroponik. Kebanyakan sih kangkung, aneka sawi dan selada.


Nasturtium Empress of India
Selalu gereget kalau lihat bunga nasturtium. Masalahnya gapernah bisa menanam sampai jadi sebesar ini. Lihat deh di foto bawah, tanamannya segede apa.


Nasturtium segede jerapah

Bunga cosmos putih
Eh iya, kalau kamu suka bunga juga, dan pengen mencoba menanam bunga dari benih (biji), cobain deh si cosmos ini. Mudah banget tumbuh, dalam waktu 6 minggu bahkan sudah bisa berbakti memberi bunga. : )
Cosmos pink

Cosmos pink dan fuschia

Sunflower <3 td="">

Sunflowernya hepi hepi nih di sini

Tinggal pasang posisi di tengah situ sambil berpose dramatis, lalu cekrek

Langsung terngiang lagu Kuch Kuch Hota Hai gini

Blissful


Gladiol

Carnation a.k.a. Anyelir

Ladang Anyelir


Kupu-kupu

Karena banyak sekali bunga, maka jangan heran kalau kamu lihat banyak kupu-kupu. Bukan main, kupu-kupu disini warnanya cantik. Beda dengan kupu-kupu di kota yang warnanya putih, hitam, abu-abu melulu.


Lalalalala...

Calibrachoa berwarna shocking pink

Oh Calibrachoa
Sepulang dari sini, jangan lupa membeli 1 atau 2 tanaman untuk dirawat yaa. Menanam itu menyenangkan dan menyehatkan. Bantu dunia menghasilkan oksigen. Oh ya, setiap tiket yang dibayar, sudah termasuk souvenir berupa succulent mini. Jadi kamu tidak pulang dengan tangan hampa  : )

Thursday, December 29, 2016

Menanam Terung Ungu Organik di Atap Rumah

December 29, 2016 0 Comments
Saya pernah baca entah dimana, katanya jaman sekarang, tidak ada lagi yang namanya makanan sehat, "our food has been hijacked", katanya. Memang benar sih. Kalau dipikir-pikir, segala macam tambahan pada produk makanan, kebanyakan bukan ditambahkan agar berdampak baik buat tubuh kita, melainkan untuk menambah daya jual atau nilai produknya. Pewarna, penyedap, perisa aneh-aneh, pewangi, bahkan produk-produk yang menyatakan dirinya mengandung buah asli pun komposisi utamanya perisa, buah aslinya kebanyakan tidak sampai 10%. Sedih... Bahkan ya, belakangan saya baru tahu kalau vitamin c yang ditambahkan pada minuman teh kemasan, ternyata bukan untuk mencegah tubuh kita dari sariawan, melainkan sebagai antioksidan biar tehnya nggak cepat rusak. Pedih rasanya.

Makanan kita telah dibajak, salah satu pilihan yang bisa kita usahakan adalah menanam sendiri makanan kita, secara organik tentunya. Nah, berbicara tentang sayur, setelah mencoba menanamnya, ternyata terung a.k.a. terong, ternyata cukup mudah ditanam, dan nilai plusnya, bisa berkali-kali panen. Tidak seperti kangkung atau sawi-sawian yang maksimal paling hanya 2 kali panen. Selain itu, sepertinya terung tidak rakus nutrisi, ditanam di tanah yang biasa-biasa saja, tetap tumbuh tuh.

Baiklah, kita mulai dari menyemai benih. Benih terung bentuknya mirip benih tomat (maklum, mereka sama-sama keluarga solanum), berwarna putih gading dan cukup keras. Saya menyemainya di media semai dengan komposisi sekam bakar, sekam, cocopeat, dan kompos. Entah berapa persen, karena saya gunakan media yg sudah jadi. Benihnya cukup dikubur di kedalaman kurang lebih 1 cm. Lalu disemprot setiap hari. Ohya, saya menggunakan pot berdiameter 10 cm, tinggi 7 cm. Perkecambahan lumayan cepat, sekitar 1 minggu, benda mati itu telah hidup menjadi seedling. *tsah

Seperti prosedur menanam pada umumnya, setelah berdaun 4, baru saya pindahkan ke pot yang lebih besar, diameter 17 cm.

Seedling terung dalam pot berdiameter 17 cm

Pertumbuhan dari seedling menjadi tanaman dewasa kurang lebih 1-2 bulan, tergantung asupan gizi dan sinar mentari :)
Terung cukup mandiri, tidak membutuhkan penyiraman yang terlalu banyak, mesko ditanam di pot. Karena potnya kekecilan, saya pindahkan lagi ke gardening bed berukuran 1.5 x 0.5 meter. Muat untuk 2 pohon, ditambah tumpang sari aneka rumput dan kacang-kacangan, dan ditanam di rooftop rumah lantai 2. Ohya, hati-hati dengan tanaman terung yang mulai dewasa, saya baru tahu kalau dia punya duri, dan lumayan tajam.

Setelah dewasa, tanpa babibu, tanaman terung akan cepat berbakti, menghasilkan bunga-bunga berbentuk bintang, berwarna pink keunguan. Sayang sekali saya nggak menyimpan fotonya. Kalau mau membayangkan, ingat saja bunga tomat, tetapi warnanya bukan kuning, ganti menjadi pink keunguan, itulah bunga terung.

Setelah berbunga, bunga akan rontok dan berganti menjadi bakal buah. Karena tidak rewel, saya hanya perlu memberikan pupuk sesekali. Pupuk yang saya gunakan, pupuk organik sisa makanan, buatan sendiri, dan juga eek kambing.

Kelopak bunga rontoks

Kalau sudah dewasa begini, perkembangannya pesaaaat sekali. Kamu hanya membutuhkan kurang lebih 2-3 minggu menunggu dari bunga menjadi panen terung.

Habis bunga terbitlah buah

Satu pohon terung bisa menghasilkan sampai 8 bunga. Lalu, dia bisa mengalami lebih dari 4 kali masa berbunga. Bayangkan gaes, kamu bisa panen sebanyak 32 butir terung dari seiprit biji itu. Oh, kalau saya pengangguran, saya akan bisnis terung crispy saja.

Jangan terlalu tua memanen terung karena rasanya jadi tidak yahut, agak-agak pahit gimanaa gitu. Ketika ukurannya cukup panjang, langsung saja dipanen. Makin muda, makin enak rasa dan teksturnya.

Seminggu lagi sudah layak dipanen :3

Sebetulnya selain terung ungu panjang ini, saya juga pernah menanam terung hijau bulat yang biasa dilalap pakai sambal ituloh, hanya saja hasilnya kurang yahut, mungkin nanti coba lagi. Ada juga benih eggplant black pearl (namanya terung kok kayak nama batu giok) yang belum sempat ditanam. Nanti kalau saya sudah berhasil menanamnya, saya cerita lagi boleh ya.

Anyway, menanam terung tidak sulit dan hasilnya cukup yahut. Dicoba deh gaes, jangan lupa beli benih yang organik. Kebanyakan benih terung yang dijual online, sudah diberi fungisida, jadi warnanya agak-agak pink gimanaa gitu. Cara membedakan benih organik dan non-organik adalah dari warnanya. Benih organik, warnanya masoh alami, putih gading, atau gading kecokelatan karena mengalami pengeringan.

Kalau kamu mau menyimpan benih dari hasil panen sendiri, pilih buah yang paling sehat dan oke, lalu biarkan hingga tua di pohon, kalau buahnya sudah berwarna kekuningan, dia sudah siap dipetik dan diambil bijinya :)

Yuk menanam terung.
#gogreen #goorganic

Tuesday, September 27, 2016

Menanam Purple Ruffles Basil (Basil ungu :3)

September 27, 2016 0 Comments
Wah, sudah cukup lama juga nih saya tidak update mengenai kegiatan saya bermain tanah. Hehehe... Baiklah, kali ini saya akan posting mengenai pengalaman saya menanam basil. Bukan sembarang basil, kali ini saya menanam jenis basil yang cukup unik, yaitu Purple Ruffles Basil. Berbeda dengan red basil yang daunnya masih mengandung unsur kehijauan, basil ungu ini benar-benar hampir seluruh daunnya berwarna ungu kemerahan. Cocok sekali menambah warna di kebun herbs kamu.

Kita mulai dari bijinya dulu ya... Berdasarkan pengamatan saya, hampir semua jenis basil, bijinya begitu-begitu saja. Berwarna hitam, mini, dan lonjong. Jadi, jangan sampai tercampur yaa... Berikut penampakan bijinya:

Benih Basil Purple Ruffles
Waktu itu saya menanam lebih dari 3 benih, karena berdasarkan pengalaman, semakin banyak benih yang ditanam, kemungkinan tumbuh semakin banyak. Yang bikin bingung, kalau ternyata numbuh semua, and there is no space no more. Hahaha... --> masalah klasik

Saya menggunakan media yang terdiri dari campuran sekam, sekam bakar, kompos, cocopeat, dan tanah. Pot semai yang digunakan berdiameter 10 cm, tinggi 7 cm. Tidak ada yang spesial dalam cara menabur benihnya, hanya diletakkan di permukaan media, lalu ditutup lagi dengan media, kurang lebih 0.5-1 cm, lalu agak ditepuk-tepuk dan dirayu-rayu dikit agar mau cepat tumbuh :p
Saya biasa meletakkan pot semai indoor, karena kalau diletakkan outdoor, terlalu banyak gangguan. Cahaya yang menyebabkan etiolasi lah, belalang yang hobi makanin sprout lah, tikus lah, bahkan kucing tetangga. Penyiramannya dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore dengan menggunakan sprayer. Tidak perlu terlalu banyak sampai tumfeh-tumfeh segala, cukup membuat medianya lembab saja.

Basil adalah salah satu herbs yang mudah sekali tumbuh dari benih. Kurang dari seminggu, tanda-tanda kehidupan sudah mulai terlihat. Tunas-tunas kecil menyerupai payung berwarna kemerahan muncul di permukaan media. :3

Basil usia satu minggu

Setelah sprout, waktunya mereka diajak melihat dunia (dibawa ke luar rumah maksudnya) untuk menghindari terjadinya etiolasi, yang gejalanya terlihat jelas dengan bentuk batang yang tinggi kurus ke arah datangnya cahaya. Tidak semua sprouts yang tumbuh berhasil menjadi dewasa ketika dibawa ke outdoor. Selain gangguan-gangguan yang saya sebutkan tadi, daya tahan dan nasib masing-masing sprout juga sangat menentukan.

Setelah dibawa outdoor, mulai tumbuh daun sejatinya. Awalnya berwarna ungu kemerahan, lalu lama-kelamaan muncul warna hijau. Ah, warnanya cute sekali. Suka deh...

Daun sejati mungil tumbuh diantara 2 daun pertama
Oia, sekedar tips untuk menjaga agar bayi-bayi ini tetap survive, salah satunya bisa disiasati dengan menggantung pot. Memang sih, tidak bisa menghindarkannya dari  belalang, tapi setidaknya kucing dan tikus lumayan terhindarkan.

Selanjutnya daunnya akan tumbuh membesar dan agak melengkung. Tidak perlu terburu-buru melakukan repotting, karena biasanya ketika jumlah daun masih empat, akar tanaman belum terlalu kuat untuk diganggu.

Basil purple ruffles usia 2.5 minggu
Repotting dianjurkan dilakukan ketika jumah daun minimal 6 helai. Di saat itu, gangguan terhadap akar (biasanya terjadi ketika kita memisahkan tanaman dari kelompoknya) tidak terlalu berpengaruh terhadap ketahanan tanaman. Sebagai gambaran, ini contoh tanaman basil yang siap mendapatkan rumah baru (repotting), jumlah daun 2 daun pertama, 4 daun sejati B-) total 6 daun.

Tanaman basil yang sudah siap hidup sendiri-sendiri
Total ada 3 pot basil yang berhasil bertahan hidup dan melalui tahap repotting.

Gank basil lainnya
Kalau dinilai dari baunya, basil purple ruffles ini baunya mirip dengan perpaduan antara red basil dan sweet basil genovese, Italiano banget. Hihihi...

Setelah masa-masa penyesuaian repotting berakhir, berakhir pula masa-masa kritis. Selanjutnya tinggal menyiram, memupuk, dan merawat saja. Sejalan dengan itu, pertumbuhan basil akan melaju dengan pesat. Dalam waktu 2-3 minggu setelah itu, sudah menjadi tanaman dewasa dan siap untuk bereproduksi menghasilkan biji-biji baru.

Basil purple ruffles dewasa

Warna daunnya menambah warna di kebun
Buat kamu yang suka menikmati pemandangan daun basil yang besar-besar begini, ketika tanamannya mulai berbunga, langsung dipotong yaa. Karena Pemotongan pucuk bunga ini dapat memperpanjang umur tanaman. Ketika kita biarkan dia berbunga, setelah selesai berbunga, biasanya tanaman menua, dan mati. Selain menambah masa hidup, pemotongan pucuk juga berfungsi merimbunkan tanaman sehingga ketika waktunya dibiarkan berbunga, akan menghasilkan lebih banyak cabang dan lebih banyak biji. : )

Yuk menanam basil di rumah, bisa buat pesto sendiri, laksa, dan aneka masakan lainnya.
Jangan lupa, ditanamnya secara organik. Biar sehat dan meningkatkan kualitas tanah. :)

#gogreen #goorganic