Senin, 17 Agustus 2009

Apakah Para Pahlawan Menyesal???


Hmmmm... hari ini saya bangun dengan cara yang tidak wajar (lho!!!). Kalo biasanya saya bangun karena suara mama saya, tadi pagi saya bangun karena suara MC lomba 17an. Hha... fyuhhh...

Pas bangun sekitar jam 8.30 pagi, tiba-tiba saya ingat. Oh no!!! ada upacara di kampus! Meskipun sebenernya udah ga niat dateng, tetep ngeh koq. Hihi...

Ga cuma tiang bendera di jalan-jalan, acara-acara TV juga dipenuhi oleh nuansa merah putih. Seperti tahun-tahun sebelumnya, upacara diselenggarakan di sekolah-sekolah, kampus, kantor polisi, bahkan presiden juga ikutan upacara, dan sebagai implementasi dari daya juang, diadakanlah berbagai lomba.

Tentunya bukan supaya tukang kerupuk laris manis, atau kelereng jadi laku. Tujuannya jelas, yaitu sebagai implementasi dari daya juang, anak-anak sejak dini deperkenalkan dengan lomba-lomba yang menuntut kerja keras, perjuangan, dedikasi (meskipun dedikasi utama mereka adalah hadiah =P), dan semangat pantang menyerah. Intinya supaya mereka punya jiwa pahlawan dan pahlawati (ada gitu???) hha...

Actually, saya seneng ngeliat semangat warga Indonesia yang ikutan upacara, anak-anak kecil yang ngikutin lomba dengan ceria, tapi masih ada banyak pertanyaan di benak saya. Salah duanya, adalah :
Apakah mereka mengerti tujuannya?
Apakah ini cuma formalitas?

Kalo memang bangsa Indonesia ga pernah absen ikutan upacara dan ikutan lomba tiap tanggal 17 Agustus tapi mereka ga bisa ngehargain pengorbanan para pahlawan, buat apa???

Hari ini adalah hari Senin. Hampir semua warga Indonesia ngerayain hari ini untuk menghargai dan mengenang jasa para pahlawan bangsa yang kebanyakan dah gugur. Tapi, hari Selasa anak sekolah kembali nyontek dan para pekerja kembali korupsi.

Kalo seandainya saya adalah salah satu dari para pahlawan itu (ehemm..), tentunya saya akan merasa sedih. Ironis.

Para pahlawan udah rela mati demi tercapainya kemerdekaan, apa susahnya sih buang sampah pada tempatnya demi ngejaga kebersihan negara? Apa susahnya sih menahan diri dari korupsi dan mulai syukuri apa yang ada? seperti kata D'Massive (hiyaaa...).

Kalo dibandingin sama apa yang udah dilakukan ama para pahlawan kita, kita ga ada apapanya. Nobody's perfect. Iya saya tau, but i think, everybody has to be better each day to survive in life.

Lagian itu kan hal sepele.

Hha... ngemeng-ngemeng soal sampah, saya jadi inget, waktu SD saya sering dibilang anak tukang sampah sama mama saya sendiri gara-gara saya hobi banget ngantongin sampah di saku seragam. Yahhh... begimana lagi, gada tempat sampah...

Without an ability to survive in a small thing, we are unable to survive in a great thing.

Semangat!!!

Buatlah para pahlawan tidak merasa menyesal atas pengorbanan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment anything, ask me anything :)