Sabtu, 12 April 2008

Oksigen dan Penuaan

Oksigen dan Penuaan

Well, masih tentang kesehatan nih, saya lagi tertarik sama dunia kimia. Kimia tuh misterius sekaligus menakjubkan. Nah, yang akan saya bahas kali ini adalah tentang salah satu unsur golongan VI A dalam sistem periodik, yaitu oksigen.

Unsur yang satu ini nih, lumayan banyak terdapat di alam bebas dalam wujud gas (O2). Persentase-nya sekitar 21 % dari volume atmosfer bumi kita tercinta ini. Secara umum, mungkin orang hanya mengenal oksigen sebagai unsur yang sangat bermanfaat bagi makhluk hidup, bahkan mungkin semua makhluk tidak bisa hidup tanpanya. Oia lupa, oksigen ini ditemukan oleh Joseph Priestley dan Karl Scheele pada tahun 1774.

Nah, saya mulai dari kehebatannya oksigen dulu aja. Oksigen ini adalah unsur yang sangat penting bagi tubuh setiap makhluk yang hidup. Kenapa? Karena unsur yang satu ini berfungsi sebagai bahan bakar dalam tubuh kita untuk melakukan metabolisme sel. Sel sendiri adalah satuan terkecil dari makhluk hidup. Tubuh kita yang terdiri dari bermiliar2 sel ini tidak akan bisa menjalankan metabolisme tanpa oksigen. Makanya, oksigen terdapat cukup banyak dalam tubuh kita, sekitar 65 % berat tubuh. Hebatnya oksigen ini juga bisa berfungsi sebagai desinfektan (pembunuh bakteri), tapi dalam bentuk molekul yang lain, yaitu Ozon (O3). Tau sendiri khan, molekul ini banyak digunakan di tempat-tempat pengisian ulang air minum.

Selain bermanfaat untuk tubuh, oksigen dalam bentuk ozon yang terdapat dalam atmosfer, berperan penting dalam menjaga dan menyesuaikan suhu bumi. Ketika siang hari, dia menghambat sinar matahari sehingga suhu lebih sejuk, tapi kalau malam hari, dia menghangatkan bumi dengan panas yang diserap dari matahari itu. Wow, keren!!! Seperti AC dan penghangat yang jadi satu. 2in1 deh… 

Nah, cukup berterima kasih kan pada oksigen. Tapi tunggu dulu, seperti semua zat yang ada di bumi, tak ada satu pun yang gak punya kekurangan. Begitu juga dengan oksigen. Wah kok gitu yah? Buktinya mana?? Buktinya adalah, adanya proses penuaan. Whuiiii… Maksudnya apa nih?

Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, oksigen menjadi sumber bahan bakar untuk metabolisme sel. Sayangnya, metabolisme sel yang terjadi secara biokimia ini menghasilkan produk sampingan, yaitu molekul listrik yang kehilangan elektron.

Kalo inget pelajaran kimia SMA, pasti ada pelajaran yang membahas tentang reaksi redoks (reduksi-oksidasi). Nah, oksigen adalah salah satu unsur yang sifatnya sebagai oksidator atau pengoksidasi. Singkatnya, oksigen ini akan menarik atau istilah kasarnya ngerebut electron milik unsur lain yang bereaksi dengannya. Kenapa oksigen bisa narik dan ngerebut electron milik orang lain?? Sesama unsur kan dilarang saling mendahului (hehe). Simple aja jawabannya. Buat para pembaca yang suka kimia, pasti tau kan kalo unsur golongan VI A dalam sistem periodic itu sifatnya cukup reaktif (mudah bereaksi) karena mereka ingin menyesuaikan konfigurasi electron mereka dengan golongan gas mulia (golongan VIII A) yang punya 8 elektron di kulit terakhir. Nah, unsur-unsur di golongan VI A ini Cuma punya 6 elektron, otomatis dia sirik sama golongan gas mulia, untuk itulah dia ingin menyamakan dirinya dengan merebut electron milik unsur lain (ih kok curang!!).

Anda sekalian pastinya bingung ya, kok aneh-aneh aja, masak sih unsur-unsur punya sifat kayak begitu. Yah itulah uniknya dan luar biasanya. Moreover, praise the LORD who created them!!!

Ok back to topic, reaksi biokimia yang terjadi di tubuh kita ini, melibatkan oksigen. Oksigen mencuri electron dari molekul lain yang bereaksi dengannya. Hmm molekul ini jadi kekurangan electron. Inilah yang disebut produk sampingan berupa molekul listrik yang kehilangan electron (karena udah diambil ama si oksigen). Molekul2 listrik inilah yang kemudian disebut sebagai radikal bebas di era modern. Molekul yang sudah kehilangan ini, tentunya ingin tetap mempertahankan jumlah electron yang ia miliki khan, untuk itulah, mereka mengambilnya dari manapun. Bahayanya, mereka bisa mengambilnya dari sel kita. Akibatnya, sel kita jadi teroksidasi deh…

Cara gampang menggambarkan akibat dari oksidasi adalah dengan melihat logam (bukan logam mulia tentunya) yang dibiarkan terbuka di udara. Logam yang tadinya cling abis, bisa2 jadi menjijikan dengan timbulnya karat. Karat itu merupakan efek fisik dari oksidasi (besi yang teroksidasi). Nah, sekarang try to imagine, benda sekeras logam aja, bisa jadi rusak dan jelek seperti itu, apalagi sel kita yang sifatnya sangat rentan dan sensitive. (waduhhh…)

Nah, karena sel kita mengalami oksidasi, susunan sel menjadi rusak dan tua, makanya terjadi penuaan, keriput, dan tanda-tanda degenerasi sel lainnya. Oya, radikal bebas juga berperan penting dalam mutasi sel yang menyebabkan timbulnya kanker lho… dan meskipun gak ada cara untuk menghindari penuaan, tapi selalu ada cara untuk menghambat. Saya sih masih pengen ngejelasin tapi udah capek nih… but don’t worry, I am about to tell you on the next posting. Just wait…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment anything, ask me anything :)