Minggu, 27 Juni 2010

The Alchemyst

The secrets of the immortal Nicholas Flamel
Genre: Fantasy

Kebenaran:
Nicholas Flamel, yang lahir di Paris pada tanggal 28 September 1330, dikenal sebagai alchemyst termasyur di masanya. Ia berusaha menciptakan ramuan untuk hidup abadi, dan mengubah logam biasa menjadi emas murni. Menurut catatan, sang alchemyst meninggal pada tahun 1418, tetapi ketika dibongkar, ternyata makamnya kosong!!!

Legenda:
Nicholas Flamel masih hidup karena ia berhasil menemukan ramuan untuk hidup abadi. Semua rahasianya ada dalam buku Abraham The Mage (Abraham Sang Magus/ Codex). Jika jatuh ke tangan orang yang salah, buku itu dapat membawa petaka bagi umat manusia.

Terkadang legenda merupakan kebenaran.

Yeah... itulah tulisan yang tercantum di sampul belakang buku yang tebalnya 503 halaman ini. Cukup menarik bukan? Waktu pertama kali baca sinopsisnya, kirain si Nicholas Flamel ini cuma tokoh hayalan yang dibikin sama sang penulis, Michael Scott. Tapi ternyata memang beneran.

Ceritanya persis kayak yang tercantum di legenda di atas. Alkisah, ada sebuah buku yang dinamain Abraham The Mage (Codex). Awalnya buku ini biasa-biasa aja. Namun, setelah seorang pria bernama Nicholas Flamel membelinya dan menerjemahkan kode-kode rahasia di buku tersebut, ternyata buku itu mencantumkan banyak sekali resep-resep ramuan yang luar biasa hebatnya. Setelah mempelajari buku itu, Nicholas Flamel mampu mengubah batu menjadi emas dan permata, dan dia beserta isterinya, Perenelle Flamel bisa hidup ratusan tahun tanpa menua.

Nicholas beserta Perenelle hidup berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan menjalani berbagai macam profesi. Mulai dari guru kimia, ahli ramuan, bahkan penjual buku (mirip kayak keluarga Cullen dalam buku Stephenie Meyer). Hal ini tentunya dilakukan untuk mengaburkan bahwa mereka hidup abadi dan tidak bertambah tua.

Ketika berprofesi sebagai ahli ramuan, Nicholas memiliki seorang murid brilliant bernama John Dee (tokoh ini beneran ada). Dee berguru pada Nicholas, awalnya dia murid yang pintar dan baik. Namun, setelah mengetahui keberadaan buku Codex, ada yang aneh dengan Dee.

Di buku ini, diceritain bahwa dulu dunia dikuasai oleh para tetua. Tetua ada yang baik, dan ada yang jahat. Yang baik, ingin terus hidup berdampingan dengan manusia tanpa mengganggu mereka. Yang jahat (tetua gelap) , ingin memusnahkan manusia untuk mengembalikan kekuasaan mereka seperti dulu. Namun, untuk mewujudkannya, para tetua gelap membutuhkan buku Codex.

Nah, Dee digambarkan sebagai sosok yang mengabdi kepada tetua gelap. Dia akhirnya ingin mengambil Codex, karena tetua gelap membutuhkannya. Nicholas yang mengetahui niat buruk Dee, akhirnya kejar-kejaran dengan Dee. Tapi, seperti biasa, tokoh baik selalu bisa lolos. Sampai akhirnya suatu siang, ketika Nicholas bekerja sebagai penjual buku, Dee menemukannya. Dee juga masih hidup karena pengaruh sihir dari tetua gelap. Di toko buku tersebut, Dee dengan beraninya bertarung dengan Nicholas  menggunakan sihir, di muka umum. Untungnya yang melihat pertarungan mistis itu cuma pegawai muda Nicholas, Josh Newmann yang berusia 15 tahun, beserta saudara kembarnya Sophie Newmann, yang tentunya usianya sama (kan kembar hehe).

Setelah terjadi pertarungan dengan menggunakan sihir antara Nicholas dan Dee, buku Codex berhasil jatuh ke tangan Dee, namun tanpa sengaja 2 lembar halaman terakhir, tersobek oleh Josh ketika tarik-menarik buku terjadi (emangnye tambang). Dee dengan begonya ga tau. Dia pergi begitu aja untuk lapor sama bosnya, para tetua gelap. Tapi sayangnya, dia berhasil menyandera Perenelle. Tanpa ramuan abadi, Perenelle dan Nicholas akan menua dan mati dalam 30 hari, dengan penuaan setahun setiap harinya.

Nicholas yang tau bahwa 2 lembar Codex masih ada di tangannya, harus berusaha kabur, biar Dee ga bisa ngambil 2 lembar itu. Dan, tentu saja Josh dan Sophie jadi ikut terancam bahaya, karena Dee bisa saja membunuh mereka untuk mendapatkan 2 lembar Codex karena mereka saksi yang ada di TKP dan memiliki kemungkinan tahu keberadaan 2 lembar Codex.

Tidak ada pilihan lain selain kabur sambil membawa Sophie dan Josh. Ada yang menarik perhatian Nocholas, si kembar ternyata memiliki aura yang warnanya sangat murni yang artinya kalo mereka dilatih sihir, mereka akan jadi penyihir hebat dan dahsyat. Satu lagi, di Codex diceritakan bahwa ada kembar yang bisa menghentikan kejahatan para tetua gelap, sehingga bumi selamat. Yakinlah Nicholas untuk melatih si kembar. Di perjalanan kabur, mereka juga dibantu oleh seorang vampir vegetarian yang merupakan generasi kedua (para tetua adalah generasi pertama) bernama Scathach.

Ceritanya jadi seru karena Mereka berempat harus kabur dari satu tempat ke tempat lain, dari satu tetua baik ke tetua baik lainnya untuk membangkitkan kekuatan sihir mereka. Di akhir cerita, Sophie udah dibangkitkan kekuatan sihirnya, sedangkan Josh belum, karena mereka dikejar-kejar terus sehingga nggak punya banyak waktu.

Ceritanya bersambung ketika Dee mulai membujuk Josh untuk bergabung dengannya, tapi Josh melarikan diri bareng sam Nicholas+Sophie. Well, gimana nasib mereka? Juga Perenelle yang dikirim ke penjara bawah tanah? Dan bisakah Nicholas merebut kembali Codex, sehingga dia dan isterinya gajadi mati? Well, tunggu saya baca buku selanjutnya yaa... ehehe...

Secara umum, buku ini bagus ceritanya, penuh fantasi dan saya suka. Tapi kadang deskripsinya terlalu rumit dan membingungkan di otak saya. Hehe... Tapi bagus koq, Michael Scott bisa menggabungkan beberapa fakta sejarah dengan imajinasinya yang bener-bener liar. Beberapa tokoh di buku ini (Nicholas Flamel, Perenelle Flamel, Dr.John Dee) dan beberapa tempat adalah nyata alias bener-bener ada. Masalah di mana Nicholas Flamel berada sekarang, Well, jangan tanya sayah. Hehe...

*****5 stars for this book =)

2 komentar:

  1. hai..hai...
    bagus blognya..
    tukeran link yuk???
    visit jogja yups

    BalasHapus
  2. Hai jugaaa!!!
    Wah, makasih banyak pujiannya.

    Booleh-boleh...
    Iyaa... saya kungjungi.

    =)

    BalasHapus

Comment anything, ask me anything :)