Belajar Memperbanyak Succulent
Merr Agatha
March 09, 2015
14 Comments
When you are depressed, buy a lot of new plants.
Kalau ibu-ibu lain lebih suka belanja pakaian dan/atau sepatu ketika stress, saya lebih suka jajan tanaman dan/atau seed baru. Mhuehehehe... kalo kata pedagang-pedagang, jajan awet. :p
Membeli tanaman baru bagi saya rasanya seperti memiliki teman baru. Kemarin saya berhasil menemukan succulent baru yang unyu-unyu.
Pada dasarnya memelihara cactus dan succulent susahgampang. Kebanyakan air, busyuk. Kekurangan air, keriput. Terlalu banyam menyiram, collapse. Kelupaan menyiram, juga collapse. Hihi... menyiramnya yang pas adalah sekitar 3 hari sekali. Siram seperti menyiram tanaman biasa. Tanahnya basah gapapa, asalkan drainasenya bagus. Dulu saya pernah menyiramnyan3 hari sekali, tapi cuma disemprot-semprot doang. Jadilah dia dhidrasi dan peyot-peyot gitu. Hihi...
Yang menarik dari succulent dan cactus adalah mereka sangat mudah diperbanyak. Asalkan menemukan media yang oke, mereka langsung berakar. Baiklah... yuk belajar bersama memperbanyak succulent.
Pertama, pilih tanaman yang akan diperbanyak. Ciri tanaman yang sudah siap diperbanyak adalah rimbun, dan sudah mengeluarkan akar seperti succulent saya yang berikut ini:
Langkah selanjutnya adalah menyiapkan media. Beberapa sumber menyebutkan bahwa media yang baik utuk cactus dan succulent adalah pupuk kandang. Biasanya sih kotoran kelinci atau sapi atau kambing. :) saya menggunakan media kotoran kambing:tanah:sekam dengan perbandingan 1:1:1. Untuk kamu yang tinggal di daerah agak dingin, medianya bisa ditambah dengan sedikit pasir, atau komposisi tanah diganti dengan pasir, karena pasir ini katanya bisa menahan panas. Cocok sekali dengan cactus atau succulent yang habitatnya di daerah bersuhu tinggi. Saya menggunakan ember untuk mencampur medianya.
Kotoran kambing yang saya gunakan (ehm, berasa nggak sopan nih ngomongin kotoran) sudah tidak bau. Kalau kotoran yang kamu gunakan masih bau dan hangat, artinya kotoran tersebut belum bisa digunakan. Proses dekomposisinya belum selesai, hehe. Selanjutnya saya tambahkan sekam.
Sekam bisa dibeli di penjual tanaman (guedong mhuheheheh), atau, kalau rumah kamu dekat dengan sawah, bisa membelinya langsung dari petani, selain kamu membantu para petani, harganya juga biasanya lebih murah. Nah, selanjutnya tambahkan tanah.
Setelah itu, aduk-aduk (berasa prosedur bikin kue), sampai media tercampur merata. Kalo sudah merata, penampakannya seperti berikut.
Tanaman sudah siap, media sudah siap, sekarang tinggal potnya. Dalam memilih pot untum succulent sebenarnya tidak ada kriteria yang macam-macam. Yang penting cuma satu, drainase pot harus bagus. Jangan memilih pot, yang lubang di bagian bawahnya kecil-kecil, apalagi yang tidak ada lubangnya -_____- jika drainase atau sirkulasinya kurang bagus, air yang terakumulasi di bagian bawah pot bisa menyebabkan kebusukan. Ukurannya pun pilih yang mini-mini saja, supaya imut dan mudah dipindah-pindahkan.
Nah, sekarang saatnya eksekusi.
Tunas atau cabang baru yang sudah muncul akarnya, bisa kita potong. Bisa menggunakan pisau atau gunting. Beberapa jenis cactus tertentu, akan mengeluarkan getah ketika dilukai, jangan kaget yaa...
Setelah itu, isi pot dengan media hingga 3/4 tinggi pot.
Tempatkan tunas atau cabang succulent di bagian tengah.
Selanjutnya, tinggal mengisi bagian pot yang kosong dengan media sampai penuh. Medianya agak dipadatkan supaya tunah lebih kokoh. Lalu tinggal disiram dengan frekuensi sekitar 3 hari sekali. :)
Karena sudah sore, saya hanya sempat stek beberapa succulent saja. Nah, sekarang mereka sudah punya rumah baruu...
Nah, tidak terlalu sulit kaan memperbanyak succulent. Setelah diperbanyak, beri hiasan dan bawa ke kantor, atau berikan kepada orang-orang kesayangan untik ditaruh di meja kantor, kamar, atau balkon mereka.
^^
#gogreen #goorganic
Kalau ibu-ibu lain lebih suka belanja pakaian dan/atau sepatu ketika stress, saya lebih suka jajan tanaman dan/atau seed baru. Mhuehehehe... kalo kata pedagang-pedagang, jajan awet. :p
Membeli tanaman baru bagi saya rasanya seperti memiliki teman baru. Kemarin saya berhasil menemukan succulent baru yang unyu-unyu.
![]() |
| Succulent baru yang unyu-unyu |
Yang menarik dari succulent dan cactus adalah mereka sangat mudah diperbanyak. Asalkan menemukan media yang oke, mereka langsung berakar. Baiklah... yuk belajar bersama memperbanyak succulent.
Pertama, pilih tanaman yang akan diperbanyak. Ciri tanaman yang sudah siap diperbanyak adalah rimbun, dan sudah mengeluarkan akar seperti succulent saya yang berikut ini:
![]() |
| Lihat deh bagian akar yang mulai terlihat |
![]() |
| Ini kotoran kambing *hiiii... |
![]() |
| Tambahkan sekaaaam |
![]() |
| Tambahkan tanah |
![]() |
| Media yang sudah tercampur merata |
![]() |
| Pot yang saya pilih, lubangnya buanyak |
Tunas atau cabang baru yang sudah muncul akarnya, bisa kita potong. Bisa menggunakan pisau atau gunting. Beberapa jenis cactus tertentu, akan mengeluarkan getah ketika dilukai, jangan kaget yaa...
Setelah itu, isi pot dengan media hingga 3/4 tinggi pot.
![]() |
| Isi media sekitar 3/4 tinggi pot |
Tempatkan tunas atau cabang succulent di bagian tengah.
![]() |
| Tunas succulent ditempatkan di bagian tengah pot |
![]() |
| Succulent yang telah distek |
![]() |
| Bahagia dengan rumah baru |
^^
#gogreen #goorganic






















