Minggu, 12 Juli 2015

Repotting Tanaman Bunga dari Nursery

"When life is hard, plant flowers."

Kalau lagi jenuh, paling seru belibeli bibit tanaman baru. :p
Yang paling sering saya beli adalah bunga-bungaan. Karena paling bisa langsung dilihat warna-warninya.

Kali ini saya membeli beberapa bibit bunga baru (Hiiip hiiip... hoo... ray). Globe amaranth (gomphrena globosa), dwarf zinnia, dan satu lagi sepertinya daisy prairie (penjual bunganya menyebutkan nama lain, yang tidak ada di google). 

Tadaaa...
Saya juga memotret-nya satu persatu...

Dwarf Zinnia

Bunga zinnianya eye-catching banget, selain itu, tanamannya mini sekali. Jadi enggak perlu mikir-mikir lagi untuk membelinya :P

Mirip daisy prairie
 Sebetulnya saya membeli 2 jenis warna. Pink dan ungu. Tapi yang sudah mekar baru yang pink. Yang ungu masih kuncup-kuncup.


Gomphrena globosa

Kadang disebut button flower juga deh si gomphrena ini. Mungkin karena bentuknya yang mirip kancing. Bulat-bulat imut begitu. Warna gomphrena yang saya beli kali ini, termasuk warna yang jarang didapat. Kebanyakan, nursery-nursery menjual jenis yang warnanya magenta mencolok. Kalau yang saya beli ini, warnanya pink mild dan putih.

Setelah membeli bibit, yang harus dilakukan adalah repotting dengan penambahan media, karena biasanya tanaman yang dijual di nursery tanaman hanya diberi media berupa sekam dan pupuk kimia. Biar tanamannya bisa survive dan tumbuh baik, medianya harus ditambah tanah, dan pupuk yang benar (pupuk organik).


Perkakas eksekusi

Peralatan yang dibutuhkan, media, sekop mini, dan pot tentunya. Ukuran pot yang digunakan harus sesuai dengan tanaman. Jangan sampai kekecilan, hehe...

Medianya ditambah pupuk organik yaa

Pertamatama, media berupa tanah/pasir dicampur dengan pupuk organik dan diaduk.


Keluarkan tanaman dari polybag
 Selanjutnya keluarkan tanaman dari polybag dengan cara menarik dan mendorongnya perlahan. Usahakan semimal mungkin mengganggu perakaran. Paling mudah, bisa langsung menyobek polybag menggunakan gunting atau cutter.


Letakkan di rumah baruuu...

Setelah dikeluarkan, sekam bisa dipereteli sedikit, agar tidak terlalu banyak sekam yang terbawa. Kalau sekamnya terlalu banyak, tanah yang bisa masuk ke pot, sedikit. :(
Setelah diletakkan di pot, ruang-ruang kosongnya bisa digantikan dengan campuran tanah dan pupuk organik tadi. Padatkan sedikit, dan taruh di tempat teduh sekitar 3 hari. Baru setelah itu bisa diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari.

Repotting selesai

Untuk tanaman-tanaman lainnya direpotting dengan cara yang sama. Setelah repotting, jangan lupa disiram yaa...


Tanaman di pot yang baru

Pot-pot tersebut bisa diletakkan terpisah, atau berdekatan. Saya sih lebih suka menaruhnya berdekatan, supaya warna-warninya terlihat. Hihi


Tanaman di pojok atap rumah

Karena saya rooftop farmer, jadi tanaman saya taruh di atap. Ohya, bunga yang mirip daisy prairie berwarna ungu, sudah mekar, lebih besar bunganya dibanding yang pink. :3

Yuk buat taman bunga mu sendiri. :)

@bibitanaman

2 komentar:

  1. Mba.. salam kenal yaa.. blognya mengispirasi banget.. jadi semangat nih nanem2 lagi. Belum banyak sih tanaman saya, masih memulai dan blog mba sangat membantu. makasih sharingnya yaa... :)

    BalasHapus
  2. Halooomba Fairysha :)
    Salam kenal juga :)
    Terimakasih telah menjadi pembaca blog saya.
    Ayo semangat menanamnya. Kalau mau share boleh banget.
    Saya bisa dihubungi di alamat email saya ataupun blog ini.

    Selamat menanam :)

    BalasHapus

Comment anything, ask me anything :)