Minggu, 28 Juni 2015

Angels and Demons (Malaikat dan Iblis)-Sinopsis-Resensi

Malaikat dan Iblis (Angels and demons)
Dan Brown
2000
Serambi
653 pages






Conseil Europeean pour la Recherche Nucleaire (CERN) berhasil membuat terobosan dengan adanya fasilitas pembuatan antimateri, Antiproton Decelerator. Antimateri adalah sumber energi yang besar 1 gram = bom nuklir peristiwa hiroshima nagasaki (uhwow)

Maximilian Kohler (seorang ahli fisika partikel, direktur CERN) pengelola fasilitas penelitian, meminta untuk bertemu dengan Langdon karena rekan kerjanya Leonardo Vetra mati terbunuh dengan jejak illuminati.

Di dada Vetra tercetak sebuah simbol illuminati. Kelompok fanatik antikristen. Sebuah perkumpulan setan terkuat di dunia.

Pembunun Leonardo Vetra dikisahkan dengan nama samaran 'Hassassin' yang artinya si pembunuh, pesuruhnya (seperti novel-novel Dan Brown pada umumnya, dalang di balik semua kejahatan selalu menggunakan nama samaran) tentunya nama samaran, bernama Janus.

Menurut Langdon, perkumpulan illuminati telah hilang 400 th yg lalu. Jd kemungkinan ada kelompok lain yang menggunakan simbol illuminati untuk tujuan tertentu. Namun semua petunjuk dan cara pembunuhan mengarah semua ke kelompok rahasia tersebut.

Leonardo Vetra adalah pastor Katolik dan ahli fisika.
Ada sesuatu yang dicuri dari Vetra pada pembunuhan tersebut. Salah satu bola matanya.

Vittoria Vetra, putri angkat Leonardo bersama-sama dengan ayahnya, sedqng meneliti sebuah project rahasia.

Leonardo dan Vittoria berhasil membuat ledakan big bang skala laboratorium yang menghasilkan antimateri. Amtimateri diamankan pada sebuah tabung hampa udara, bermagnet. Tabung tercharge pada sebuah panel. Jika dilepaskan dari panel, tabung yang dilengkapi baterai hanya mampu bertahan selama 24 jam, setelah itu gaya magnetnya hilang, dan antimateri akan bertemu dengan materi. 5000 nanogram saja dapat meledakkan sebuah ruangan yang besar. Tidak hanya itu, Leonardo dan Vittoria juga berhasil membuat antimateri dalam jumlah yang lebih besar, 250.000.000 nanogram, atau seperempat gram. Mampu memusnahkan daerah dengan radius bermil-mil. Tujuannya adalah membuktikan efisiensi dan kehematan apabila diproduksi dalam jumlah yang lebih besar.

Mengejutkan, ternyata antimateri berukuran besar tersebut telah dicuri dengan menggunakan bola mata Leonardo sebagai kuncinya.

Kohler mendapat telepon untuk bertemu dgn seseorang di Roma. Karena alasan kesehatan, Langdon dan Vittoria lah yg pergi.

Di Basilika Santo Petrus, Roma, sedang berlangsung Il Conclavo, yaitu pertemuan seluruh kardinal dari seluruh dunia untuk memilih paus baru. Karena paus yang lama telah meninggal.

Langdon dan Vittoria sampai di kantor garde, bertemu dengan Komandan Olivetti, si penelepon. Olivetti menunjukkan sebuah monitor yang menayangkan gambar dari sebuah kamera yang dicuri entah sekarang berada dimana, namun kamera tersebut menyorot si antimateri. Waktu yang tersisa hanya 6 jam. Ketika Langdon dan Vittoria menjelaskan mengenai antimateri yang akan menghancurkan Roma, 6 jam lagi, Komandan Olivetti tidak mempercayainya, dia menganggap ini hanya akal-akalan pihak tertentu yang ingin mengacaukan acara pemilihan paus, yang sakral.

Akhirnya Langdon dan Vittoria berhasil bertemu dengan camerlengo (perwakilan mendiang paus), Carlo Ventresca.

Dengan penuturan Langdon dan Vittoria pun Camerlengo percaya, dan memeritahkan pencarian antimateri, ditambah lagi seorang penelepon, sang hassassin, meyakinkan bahwa kelompok illuminati lah yang benar-benar dalang dari semua kekacauan ini, termasuk hilangnya 4 cardinal utama yang merupakan calon paus terkuat. Si penelepon mengancam akan membunuh satu-persatu dari keempat kardinal yang hilang. Satu setiap jamnya. Dia juga memberikan petunjuk mengenai deret yang menggambarkan urutan kematian mereka. Mereka akan menjadi korban di altar ilmu pengetahuan.

Langdon yang menangkap teka-teki si penelepon, meminta izin untuk mengakses ruang arsip rahasia Vatikan.

Langdon mencari buku yang ditulis oleh Galileo.

Kelompok illuminati memiliki 4 gereja tersembunyi yang disebut altar ilmu pengetahuan.

Setelah mereka menemukan tempat pertama melalui puisi yang ditulis secara tersembunyi di karya Galileo, mereka bersama Olivetti bergegas menuju tempat tersebut, yaitu makan Seniman Raphael Santi yang terletak di Pantheon.

Pencarian antimateri di Vatican diserahkan pada wakil Olivetti, Kapten Elias Rocher.

Setelah sampai disana, Vittoria melihat langasung makam Raphael Santi, dan menemukan keganjilan. Ternyata mereka menemukan bahwa makam tersebut dibangun pada tahun 1759 sedangkan catatan Galileo diterbitkan pada tahun 1659. Setelah berpikir keras dan bertanya pada seorang pemandu wisata, mereka menemukan tempat yang benar, yaitu di Kapel Chigi, Gereja Santa Maria del Popolo, di waktu kritis, yaiu hanya kurang dari 4 menit!!!

Benar saja, setelah mereka sampai di sana, mereka menemukan mayat seorang kardinal yang dikubur setengah
 badan di dalam tanah, mati karena kehabisan napas, akibat mulutnya disumpal lumpur. Di bagian dadanya dicap tulisan ala iluminati 'earth'.

Kegagalan pertama, tidak lantas memutuskan semangat Langdon dan Vittoria dalam menyelamatkan 3 kardinal lainnya. Meskipun mereka telah bergegas, namun mereka pun gagal menyelamatkan kardinal kedua yang terlanjur mati dengan cap 'air' di dadanya.

Tempat pembunuhan selanjutnya adalah Basilika Santo Petrus. Selain Langdon dan Vittoria gagal menyelamatkan kardinal ketiga, merekapun berhadapan langsung dengan si hassassin. Langdon hampir mati, dan Vittoria diculik.

Tempat pembunuhan selanjutnya adalah piazza navona. Kali ini, Langdon memiliki 2 tujuan. Menyelamatkan kardinal terakhir, juga menyelamatkan Vittoria. Meskipun Langdon kembali gagal menyelamatkan kardinal keempat, namun dia berhasil menemukan tempat persembunyian sang Hassassin, yang tidak lain adalah markas besar Illuminati (waow). Atas kekompakan pasangan yang belum lama bertemu ini, si hassassin mati. Namun tugas mereka tidak berhenti sampai disini, mereka masih memiliki tugas menemukan antimateri, dan memikirkan cara untuk mengembalikannya atau membuangnya agar tidak meledak di tempat umum.

Beruntung, ternyata markas illuminati tersebut memiliki akses langsung ke Vatican, melalui jalan rahasia tentunya. Sampai bab ini, saya sudah yakin dengan siapa dalang dari kejahatan tersebut. Namun, membaca bab-bab selanjutnya ternyata menghasilkan keraguan. Dan seperti biasa di akhir buku, saya tercengang karena 2 hal. Yang pertama mengenai sang dalang yang tak pernah terpikirkan, yang kedua tentunya karena kepandaian Dan Brown memutarbalikkan cerita dan alur.

Silakan baca bukunya untuk barangkali mendapatkan kesan yang sama dengan saya. Hehehe...
Tapi menurut saya buku ini cukup sadis sih... jadi hati-hati yaa bacanya. Mhuehehehe...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment anything, ask me anything :)