Senin, 02 Juni 2008

Unknown

Sekarang ini aku sedang putus asa. Aku mempercayai adanya sesuatu, namun sesuatu itu tak pernah muncul… sampai kapan aku harus menunggu. Aku telah mempertaruhkan harga diriku untuk mempercayai sebuah kenyataan, namun sampai saat ini kenyataan itu belum muncul juga, apa memang TUHAN tak mengizinkan semua yang aku harapkan terjadi?

Saat ini aku benar2 sedih, dan tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan, jika memang aku harus kehilangan sesuatu, ok, aku tak mungkin mengingkarinya karena semuanya yang pernah kulihat, tak ada satupun yang milikku. Tapi kumohon lakukan semuanya itu dengan waktu yang secepat-cepatnya, karena aku sudah tak tahan melihat keadaan ini…

Manusia diciptakan di bumi tidak untuk memiliki sesuatu. Mengingat hal ini, tiba-tiba aku sadar bahwa semua yang setiap waktu kita lihat bukanlah milik kita. Laptop keren, Hape 3,5 G, mobil, binatang peliharaan, bahkan orang-orang yang kita sayangi, semua itu bukan milik kita, kenyataan yang lebih tragis adalah diri kita sendiripun bukanlah milik kita. Karena semuanya bisa muncul begitu saja, dan bisa hilang begitu saja. Tanpa sekehendak kita.

Setelah sadar akan hal ini, tiba-tiba, semua yang kujaga saat ini dan semua yang ada di hidupku saat ini menjadi tak berarti lagi karena aku tahu suatu saat nanti mereka akan hilang dan tak akan pernah bisa kutemukan kembali. Hikss…

Hidup benar-benar aneh… mungkin terlihat aneh dan sulit dimengerti. Banyak sekali ilmuwan yang meneliti tentang asal-usul kehidupan, mulai dari yang paling tua, seperti Aristoteles, Franscisco Redi, Louis Pasteur, Harold Urey, sampai yang paling muda seperti aku, hehe,,,

Tapi aku sungguh serius. Kehidupan ini sulit dimengerti dan dipahami, pikiran kita tak sanggup menggapai ketinggian pikiran TUHAN. Hahaa.. aku merasa seperti seekor semut yang bertanya bagaimana caranya menciptakan computer dari gula.

Pertanyaanku sekarang adalah, apakah perasaan cinta itupun bukan milik kita? Menurutku itu milik kita, karena kita tetap bisa mencintai sesuatu di bumi ini, dan tetap mencintainya meskipun dia sudah tak ada lagi dan tak mungkin tercipta kembali. Cinta… tapi mencintai hanya sebatas perasaan saja, sama sakitnya. Mencintai, tapi tak bisa melihat sesuatu yang kita cintai itu.

Biar bagaimanapun, selama jiwa ini bisa menyimpan cinta, aku akan tetap menjaganya. Meskipun sesuatu yang kucintai tidak ada lagi.

Yang lebih membahagiakan, kita punya sesuatu yang abadi. Jesus, I know YOU’re the eternity. Dan kita bisa mencintai-Nya tanpa akan kehilangan lagi. Karena jujur, aku telah muak untuk sesuatu yang namanya kehilangan.

I’ll love YOU JESUS till ever more…

2 komentar:

  1. selama kita terus bersabar
    terus berdoa
    niscaya Tuhan dengan segala kehendaknya pasti akan mengabulkan apa yg kita harapkan..

    BalasHapus
  2. Amieeennn... ochei boss.
    Tumben bijaak begini. Bink bkn siyh??? imitasi ya???

    BalasHapus

Comment anything, ask me anything :)