Thursday, May 14, 2015

Pengalaman Menanam Tulip di Indonesia

Tulip sudah terkenal sebagai bunga yang bentuknya cantik banget. Info dari beberapa teman yang pernah melihatnya langsung sih, katanya selain bentuknya cantik, bunga ini juga mengeluarkan bau harum. ♥

Selain itu, bunga ini juga unik banget, mulai bertunas di musim peralihan antara musim dingin ke musim semi, mekar di musim semi, dan akan mulai dormant/tidur di musim panas, karena sifat alaminya yang hanya mau tumbuh di suhu tidak lebih dari 18○C. Dan karena itulah tulip ogah tumbuh di negara tropis, seperti indonesia. 

Awal tahun, tepatnya bulan Januari 2015 ini, saya kepikiran untuk mencoba menanamnya di Indonesia, tepatnya di Bandung. Dengan bantuan suhu dinginnya bandung dan air kulkas mhuehehehe... awalnya mau coba beli di ebay, tapi ternyata entah coincidence atau bukan, temannya teman saya menawari untuk membawakannya dari Belanda. Senangnyaa.... :D

Katanya kalau di Belanda, umbi-umbi tulip berantakan dimana-mana. Hihihi... waktu itu saya diberi 1 pack umbi tulip, berisi 10 umbi. Hmmm... entah karena kualitas umbinya sudah menurun atau karena tempat penyimpanannya terlalu lembab, umbi-umbi tulipnya beberapa sudah berjamur. Saya mencoba mengupas lapisan jamurnya dengan pisau, yang terselamatkan cuma sekitar 5 umbi, sisanya berjamur parah sampai ke bagian dalam umbi. :'(

Kemudian dengan tekad penuh, saya eksekusi (baca: tanam). Supaya enggak dibilang PHP, sebetulnya saya belum berhasil membuat tulipnya berbunga. Tapi saya ceritakan saja disini sebagai kenang-kenangan. Kali aja ada teman-teman yang jadi termotivasi untuk menanamnya juga. Hehe...

Berikut perkembangan umbi tulip yang berhasil saya dokumentasi:

1. Buat yang belum pernah melihat umbi bunga tulip, beginilah penampakannya. Seperti bawang dalam bentuk yang besar, kemudian ada bekas akar yang mengering. Treatment awal menanam tulip adalah membiarkannya dalam pendingin (suhu hampir 0○C )  selama kurang lebih 3 bulan. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kondisi suhu yang terjadi di negara asalnya, yaitu 3 bulan musim dingin, kemudian 3 bulan musim semi. Umbi tulip yang saya dapat sepertinya sudah di-cold-tratment karena sudah mulai bertunas.

Umbi tulip


Menanam umbi tulip

2. Untuk medianya, saya memilih campuran tanah:pupuk organik:sekam dengan perbandingan 1:1:1. Cara menanamnya seperti biasa sih. Hanya diletakkan, kemudian dikubur deh umbinya.


Tunas Bunga Tulip

3. Tunasnya saya biarkan mencuat ke permukaan tanyah, biar kena sinar matahari, untuk merangsang pertumbuhannya.


Umbi Tulip Usia 1 Minggu

4. Setelah 1 minggu berlalu, tunasnya makin tinggi. Ohya, penyiramannya menggunakan air es, untuk mengondisikan tanahnya agar tetap bersuhu di bawah 18○C. Sesekali diberi airnya dengan cara meletakkan beberapa es batu di permukaan tanahnya.


Tunasnya makin besar usia 2 minggu

5. Ini nih yang bikin ngerasa ngenes, setelah umbinya makin besar, bagian atasnya dimakan serangga entah apa. Hiks :-[


Umbi Tulip usia 3 minggu

6. Setelah tunasnya makin tinggi, mulai berubah menjadi gulungan daun. Dari 5 umbi yang saya tanam, hanya 1 yang berhasil berkembang.


Tulip usia 4 minggu


7. Mungkin karena suhu-nya enggak sesuai, pertumbuhannya cukup lambat. Setelah 4 minggu, gulungan daunnya terbuka satu. Yipppiee...


Tulip usia 5 minggu

8. Ini perkembangan terakhir yang berhasil saya dokumentasikan. Daunnya sudah terbuka lebar, tunasnya bertambah tinggi. Sudah senang sekali say melihat pertumbuhannya. Eeh... minggu selanjutnya, daunnya mulai menguning, dan rontok X'(

Tulip-tulip di Belanda sudah mulai mekar, tulip yang saya tanam di Indonesia malah menguning. :-(

Selanjutnya saya potong daunnya, umbinya saya simpan lagi di kulkas, untuk ditanam 3 bulan lagi ahh...

Untuk teman-teman yang rumahnya berpendingin, mungkin bisa mencoba menanam tulip di dalam ruangan, dikeluarkan untuk mendapat sinar matahari sekitar 4-5 jam sehari. :)

Saya akan mencobanya lagi next time. Pokoknya harus berhasi membuatnya berbunga at least sekalii aja, :p


"Gardening teaches us what success and failure are,
Teaches us how neccesary is not to give up,
Teaches us it is important to get up once again, and try once again." ♥

4 comments:

  1. salam kenal kak,,

    aku suka bertanam juga. terutama tanaman bunga. di rumah sudah ada baby blue eye, baby doll, morning glory grandpa otts, mawar hitam, krokot, kembang sepatu putih dan bunga burung.

    aku juga punya bunga berumbi tapi aku lupa namanya kalo ga salah namanya amarylis ringgo. sama bunga lainnya cuma aku lupa banget namanya. kdua bunga ini belum berbunga. kenapa ya kak? aku pengen banget ngeliat amarylis nya berbunga :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello, maaf sekali comment-nya masuk ke spam dan baru saya respon hehe.

      Waah, senangnyaa bertemu dengan orang yang suka berkebun juga. Amarylis biasa mengeluarkan bunga di kondisi terkena sinar matahari penuh dan kekurangan air. Coba deh kamu jemur lebih sering dan kurangi jatah minumnya. Hehehe... Selamat mencoba yaa... :)

      Delete
  2. Masyaa Allah... Nice share 🌷🎀

    ReplyDelete

Comment anything, ask me anything :)