Sunday, January 17, 2016

Belajar Menanam Bunga Gaillardia Goblin

January 17, 2016 2 Comments
Di jaman seperti ini, dimana pekerjaan, relationship, dan ekonomi bisa dengan mudahnya membuat kita stress, saya jadi mengerti betapa pentingnya kita memiliki positive escape, yaitu mengasingkan diri sejenak untuk membuat pikiran lebih tenang. Buat saya, escaping place itu adalah berkebun. Ketika lelah dengan pekerjaan dan pening karena masalah relationship (*duhh), berkebun layaknya dopamin dan serotonin. Atau, kalau fisik sedang tidak mendukung, browsing atau belanja-belanja benih online, bisa dijadikan alternatif. Kenapa? Karena menurut saya seru sekali ketika menemukan benih-benih tanaman atau bunga yang langka, yang hanya bisa dilihat di google, kemudian ketika menanamnya, berhasil, dan melihatnya mekar untuk pertama kali dalam hidup saya (*agaklebaysih) duh, senangnyaa... :D

Nah, hang saya mau share adalah pengalaman menanam bunga Gaillardia goblin. Jadi waktu itu saya berbelanja online, kemudian menemukan benih bunga ini. Saya browsing penampakan bunganya kok keren. Jadilah sya membelinya dan mencoba menanamnya.

Bijinya lumayan kecil, sekitaran 2-3 mm panjangnya dan berbentuk mirip kerucut. Saya semai di media campuran sekam, sekam bakar, cocopeat, dan kompos pada pot berdiameter 10 cm. Dalam 2-3 minggu sudah berkecambah, 1 dari 3 benih yang saya semai, tumbuh dan sebulan kemudian sudah bisa repotting ke pot diameter 15 cm. Menurut saya pertumbuhannya agak lambat. Ohya, di afrika bunga ini tumbuh dengan sendirinya, dari yan pernah saya baca, bunga ini cukup drought tolerant (toleran terhadap panas dan kekeringan). Sepertinya betul sih, karena karakter daunnya memang agak tebal, typikal daun yang dimiliki oleh tanaman gurun. Tapi hak ini berlaku kalau ditanam langsung di tanah, karena akarnya bisa mencari air sendiri, tidak perlu sering disiram. Nah, saya menanamnya di pot, dan coba mengurangi jumlah airnya, eh dia malah lemas. Jadi tetap siram 2 kali sehari ya, kalau mau mencoba menanamnya di pot.

Gaillardia goblin usia 2 bulan
Setelah repotting ke pot berukuran 15 cm tetap perhatikan gizinya, ketika performance tanaman mulai menurun, saatnya melakukan pemupukan. Waktu itu daunnya banyak yang kuning, saya coba bongkar, ternyata tanahnya membusuk karena kurang sirkulasi akibat lubang pot tertutup akar. Akhirnya saya bongkar, ganti tanah dan tambah pupuk. Sebulan kemudian, muncul bakal bunga. :3

Bakal bunga Gaillardia goblin
Awalnya bentuknha hanya kucup berwarna hijau, makin lama, makin mekar dan berwarna. Uh, senangnya... berikut saya urutkan foto-fotonya hingga ia mekar sempurna.

Tampak dekat


Kelopaknya makin membuka

Cukup rimbun ya daunnya

Mekar sempurna
Jumlah waktu yang dibutuhkan dari kuncup hijau hingga mekar sempurna, sekitar 1-2 minggu. Setelah itu bunganya mekar cukup lama, sekitar 1 minggu kemudian mengering. Saat ini saya sedang menunggu bunganya benar-benar kering untuk ditanam kembali besok-besok. Ohya, setelah mekar, dia sempat layu, kemungkinan potnya kurang besar, jadi ibu saya repotting ke pot berukuran 30 cm. Setelah recovery, sekarang ada beberapa bakal kuncup. Senangnyaaa...

Yuk coba menanamnya :)

#gogreen #goorganic
@bibitanaman

Friday, January 8, 2016

Berkunjung ke Eco Camp Bandung

January 08, 2016 0 Comments

Kali ini saya ingin share mengenai kunjungan saya ke salah satu tempat edu-wisata yang berlokasi di Bandung Utara, yaitu Eco Camp. :) Tempat yang berlokasi di dataran yang cukup tinggi ini bisa dijadikan alternatif untuk tujuan wisata dan edukasi mengenai lingkungan dan tanam-menanam.

Billboard di gerbang ecocamp
Dari pintu masuknya, kamu sudah bisa melihat sederet pot-pot yang disusun rapi berisi sayur-sayuran segar yang memangil-manggil "makan akuuu makan akuuu...." :p

Deretan pot berisi sayur selada (lettuce)

Pot-pot disusun secara vertikal memanjang. Ketika saya berkunjung, sayuran yang ditanam adalah selada-seladaan. Ada green lettuce, red lettuce, dan beberapa pot berisi romaine lettuce. Mungkin di musim yang lain akan ditanam jenis sayuran yang lain pula.

Setelah melewati pintu gerbang, kita akan dibawa melalui jalan sepetak menurun. Sampai di bawah, ada pondokan yang cukup nyaman untuk beristirahat dan makan. Belakangan, saya baru tahu juga kalau di pondokan inilah kita bisa membayar bibit-bibit yang kita beli. Oh iya, saya masuk tanpa tarif, alias gratis. Entah karena pada saat itu ada acara yang terbuka untuk umum, atau memang gratis. Hehehe... di pondokan itu, beberapa bagian dindingnya ditempeli kata-kata dan slogan-slogan yang temanya pendidikan. Berikut salah satunya:

Kata-katanya menohok
Selanjutnya, menuju kebun, ada vertical garden yang ditumbuhi paku-pakuan dan tanaman-tanaman menggantung dan menjuntai. Ingin punya yang beginian di rumah, biar bisa melepas stress. Taman tersebut diberi nama Mary's Garden, jangan tanya kenapa.

Mary's Garden
 Di dekat situ juga terdapat toko kecil yang menjual benih dan bibit tanaman. Kadang masih ada yang tertukar mengenai istilah benih dan bibit. Benih itu yang masih berupa biji, sedangkan bibit sudah menjadj tanaman. Beberapa bibit yang dijual, diantaranya daun bawang, basil, zucchini, cabai, dan tomat. Pokoknya tanaman-tanaman yang sering kita pakai di dapur deh. Untuk harganya, lumayan terjangkau kok. :)

Bibit-bibit yang menuggu adopter
Selanjutnya, masuk lebih dalam, kita akan menjumpai berbagai macam tanaman, kebanyakan sih sayuran, mulai dari yang masih cilik, sampai yang sudah berbuah dan siap panen. Ohya, kebanyakan sayuran di sini ditanam dalam pot, tidak langsung di lahan tanah. Adasih, beberapa yang ditanam di gardening bed. Banyak sekali tanaman zucchini yang ditanam di pot dan sudah berbuah.

Zucchini dalam pot

Karena letaknya di dataran tinggi, maka menanam stroberi merupakan salah satu pilihan yang tepat :) stroberinya juga ditanam dalam pot.

Strawberry dalam pot

Selanjutnya ada deretan garland chrysant :3 mungkin sayuran ini belum terlalu populer di indonesia, saya sendiri belum pernah mencoba memakannya. Namun, saya pernah menanamnya, karena bunganya indah. :)

Deretan bunga garland chrysant
Garland chrysant dari dekat, cantik ya
Salah satu hal yang menarik di sini adalah, bahan tempat menanamnya bervariasi, mulai dari pot plastik, sampai tembikar-tembikar dari tanah liat, bahkan limbah tanaman pisang.

Purple chives (kucai ungu) yang ditanam di tembikar
Gardening bed dari genting-genting bekas
Selada yang ditanam di gedebong (batang) pisang
Selada yang hepi-hepi aja ditanam di limbah
Tadinya sampah, jadk tempat menanam :)
Lobjoit lettuce tumbuh di pot plastik bekas

Strawberry yang ditanam di pipa talang air






Nah, selanjutnya kita lihat sayur mayurnya yuk. Waktu saya ke sana, memang sedang musim panas, jadi sayur-sayuran sedang bahagia. :)
Di bagian depan, dekat dengan pondokan, ada spasi untuk tanaman herbal (herbs). Beberapa herbs yang tersedia, diantaranya strong mint, spearmint, purple sage, vietnamese, mint, zodia, purple chives, dan white chives.

Strong mint

Kemudian, ada juga deretan pot-pot yang ditanami terung ungu, yang kebanyakan sudah ada buahnya dan siap dipanen :)

Terung ungu
Zucchini juga ditanam dalam pot. Saya mencoba menanamnya di awal tahun ini, tapo gagal panen. :'( sepertinya dia memiliki masalah penyerbukan deh.

Zucchini dalam pot

Ada juga sayuran sejenis mustard yang keriting-keriting. Saya belum pernah memakannya. Tapi kelihatannya enak. Warna daunnya seperti daun brokoli, cobain ah kapan2.

Target icipicip selanjutnya

Daun bawang yang selesai panen

Bayi-bayi tanaman

Entah romaine atau lobjoit lettuce


Lahannya luas sekali ya
 Selain sayur mayur, saya menemukan bunga matahari yang tinggi menjulang, sekitar 3 meter. Bunganya banyak :3

Bunga matahari

Bunga matahari darri dekat

Red lettuce

Itulah laporan singkat mengenai kunjungan saya ke ecocamp. Menghadiahi diri sendiri, saya membeli purple chives dan vietnamese mint :) sampai sekarang mereka masih tumbuh baik :)

Tempat yang asyik untuk melepas penat, silakan berkunjung kawan :)

Sunday, November 15, 2015

Di Tepi sungai Piedra Aku Duduk & Tersedu

November 15, 2015 0 Comments
Paulo coelho
1994
209 pages
Translator: Miagina Amal
Publisher: Pustaka alvabet



Buku ini adalah buku karangan Paulo Coelho (Red: paw lo kwey lew) pertama yang saya baca. Menurut saya sih, bahasanya cukup berat, sampai-sampai ada beberapa kalimat yang harus saya baca berulang untuk memahami maknanya, hehe...

Tokoh utamanya adalah sepasang kekasih yang sejak kecil sudah saling mencintai tapi belum berani mengugkapkannya satu sama lain. Buku ini mengisahkan tentang pertarungan batin si wanita, Pilar mengenai harus merelakan si pria atau menerima cintanya. Hebatnya, nama si Pria tidak satu kalipun disebutkan oleh Paulo (eh bener enggak ya, mau saya cek lagi, tapi bukunya sudah dikembalikan, ehehehe).

Jadinya itu, mereka berdua berteman sejak kecil. Kemudian setelah melewati masa remaja, si pria berkuliah di luar kota. Masing-masing menjalani hidup sendiri-sendiri. Kemudian setelah menginjak usia akhir 20an, mereka bertemu. Si pria tumbuh menjadi seseorang yang agamis, dan sedang dalam perjalanan mengambil keputusan mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk Tuhan. Mungkin kalau di Indonesia bisa diibaratkan seperti mengambil keputusan menjadi romo kali ya. Sedangkan yang wanita tumbuh menjadi seseorang yang takut mengambil risiko dan perubahan, karenanya dia terobsesi untuk hidup normal. Kuliah, menikah, dan berkeluarga di Soria, kampung halamannya.Namun, salah satu ceramah si pria tentang "yang lain" menggelitik keputusannya.

"Yang lain" disini digambarkan sebagai sisi gelap dari diri kita yang menolak mengikuti kata hati dan mendorong kita untuk melakukan kebalikan dari apa yang diserukan kata hati. Bagi Pilar, "yang lain" adalah bagian dari dirinya yang takut mengambil risiko, takut keluar dari zona nyaman, yaitu Soria, dan bagian dari dirinya yang gengsi mengungkapkan cinta.

Di sisi lain, si Pria sebetulnya belum mantap dengan keputusannya menjomblo, karena dia sangat mencintai Pilar, tapi di sisi lain, dia merasa Pilar belum mau keluar dari zona nyamannya untuk berkeliling dunia bersamanya.

Pertentangan batin itu akhirnya berujung pada sebuah keputusan, dan tentu ada sesuatu yang harus dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Akhirnya bagaimana sih sebetulnya sudah bisa ditebak, silakan baca sendiri yaa... hehehe...

Reviewer-reviewer sebelumnya menilai buku ini sebagai bukunya Paulo dengan alur cerita yang sangat simpel. Enggak sabar untuk baca buku Paulo yang lainnya.

--Jika kita tidak terlahir kembali-jika tak belajar untuk melihat kehidupan dengan kemurnian dan antusiasme masa kanak-kanak-tak ada artinya terus hidup (Paulo Coelho).

--Hidup mengejutkan kita dan memerintah untuk bergerak ke arah yang tak diketahui-bahkan ketika kita tak mau dan mengira tak perlu (Paulo Coelho).

--Lebih baik kalah dalam beberapa pertempuran demi mimpi-mimpimu daripada dikalahkan tanpa pernah tahu untuk apa kau bertempur (Paulo Coelho).

Saturday, November 14, 2015

Menanam dan Memperbanyak Bunga Marigold

November 14, 2015 38 Comments
"Waktu saya kecil, bunga Marigold bisa ditemukan tumbuh liar di pekarangan depan rumah, atau di pinggir sungai. Sekarang? Masih bisa ditemukan juga sih, tapi di nursery atau penjual tanaman."

Saya mulai menanam marigold ketika pada suatu hari di musim hujan (sekitaran setahun lalu berarti ya, karena sekarang sudah mulai hujan) saya mengunjungi salah satu plant nursery di bandung. Ceritanya ingin mencari koleksi bunga baru. Penggemar bunga pasti tahu, kalau kebanyakan bunga-bunga bermekaran atau tumbuh baik di musim panas, nah pada saat itu, enggak ada bunga lain selain si marigold ini. Warnanya yang mencolok, langsung menarik perhatian. Dan ternyata menanam dan merawat marigold sangat mudah. Bisa loh dijadikan pilihan untuk ditanam di segala musim, termasuk musim hujan seperti sekarang ini :)

Oke, benih marigold berasal dari bunganya yang sudah kering. Penampakannya seperti duri-duri runcing, namun tidak tajam, dengan warna hitam di bagian bawah, dan berwarna putih di bagian atas.

Benih Bunga Marigold

Saya menanam 2 jenis marigold saat ini. French Marigold yang tinggi tanamannya hanya mencapai 30 cm, dan Marigold Naughty Marietta (Ex: Mr. Fothergill's) yang tingginya bisa mencapai 60 cm. Kalau diperhatikan, bentuk benihnya sama kok. :)
Hati-hati tertukar yaa...

Benihnya tergolong mudah sprout (tumbuh). Saya semai di media semai campuran tanah, kompos, cocopeat, sekam, dan sekam bakar, eeh kurang dari seminggu, sudah sprout aja.

Bibit French Marigold Usia 3 minggu
 Karena taburan benihnya terlalu padat, jadinya bibitnya berdesak-desakan. Tunggu sampai usia 3 minggu, untuk pemindahan bibit ke pot sendiri-sendiri.


Bibit Marigold Naughty Marietta usia 3 minggu
 Bibit Naughty Marietta, daun dan batangnya agak-agak bersemu merah. Senangnyaaa sudah tumbuh. Dulu penasaran sekali bunganya seperti apa (meskipun sudah browse, tapi tetap saja ingin melihatnya sendiri).

Setelah bibitnya berdaun 4-6 seperti diatas, sebaiknya dipisahkan dari gank-nya, agar tidak berebut nutrisi, sehingga tumbuhnya lebih yahut. Hati-hati memindahkannya ya, cara repotting sudah pernah saya bahas di postingan-postingan sebelumnya.

Repotting bibit Marigold

Repotting-nya pakai tangan saja, biar berinteraksi dengan bakteri tanah yang bisa menghilangkan stress :p
Bibit-bibit yang masih unyu itu, saya pindahkan ke pot berdiameter 11 cm sendiri-sendiri, dan voila, jadi banyak dan ramai.

Gerombolan bibit marigold

Merawat Marigold enggak susah kok, disiram dua kali sehari dan ditaruh di tempat panas saja, dia sudah mau tumbuh dan berbunga. Kalau mau lebih maksimal, boleh dilakukan pemupukan dengan pupuk organik tentunya. Tumbuhnya juga lumayan cepat. Dalam waktu 1-2 bulan saja, sudah bisa repotting kedua. Repotting kedua, saya menggunakan pot berdiameter 17cm. Sebetulnya jika langsung repotting di pot besar atau lamgsung ditanam di tanah, enggak apa-apa, cuma karena lahan terbatas, jadi menanam di pot kecil dulu, hehehe...

Bibit Marigold usia 1.5 bulan

Marigold Naughty Marietta, penampakannya lebih bongsor. Setelah repotting pot besar selama seminggu, sudah tinggi aja.

Si bongsor Naughty Marietta


Setelah repotting kedua, saya hanya tinggal menunggu dia berbakti saja. Hehe... dalam waktu 2-3 minggu setelah repotting kedua, saya sudah bisa melihat calon-calon bunga marigold :D

Calon bunga marigold

Di musim panas, penyiramannya sebaiknya agak banyak jika menanamnya di pot, karena kalau kekurangan air, marigold menjadi letoy seperti foto berikutnya. Meskipun ketika sore setelah disiram dia akan tegak kembali, tetap saja kasihan lihatnya kalau lemas begitu.


Ayey...
 Dari munculnya kuncup hingga bunganya mekar, tak perlu menunggu lama-lama, jarak waktunya hanya sekitar 1-2 minggu saja, :) French marigoldnya ternyata berkombinasi warna. Warna kuning dengan corak jingga kemerahan dan kebalikannya, warna jingga kemerahan dengan corak kuning. Lucunyaa... :3


French Marigold
 Marigold Naughty Marietta enggak kalah indah warnanya. Bunganya agak berbeda dengan Frenh Marigold biasa. Kalau French Marigold biasa bunganya bertumpuk, Naughty Marietta hanya 1 layer, tapi coraknya indaaah...


Naughty Marietta setelah mekar
Marigold ini katanya penarik perhatian serangga penyerbuk. Selain itu, merupakan kawan yang baik untuk tanaman bunga mawar. Bau daun dan bunganya bisa mencegah hama nematoda untuk berkunjung ke kebun kamu :p

Kalau dibandingkan, naughty marietta memiliki ukuran bunga yang lebih besar. Lihat deh gambar berikutnya.


Marigold Naughty Marietta

Marigold merupakan tanaman half hardy annual, yang menyelesaikan siklus hidupnya dalam kurun waktu setahun, setelah itu mati. Tapi jangan khawatir, kamu bisa menanamnya kembali dari bunga-bunganya yang sudah kering.

Yuk coba menanamnya :)

@bibitanaman
#gogreen #goorganic

Thursday, October 15, 2015

Let Go-Windhy Puspitadewi

October 15, 2015 0 Comments
The Book
Judul: Let Go
Penulis: Windhy Puspitadewi
Halaman: 242
Penerbit: gagasmedia

Blurb:
"Kau tahu apa artinya kehilangan? Yakinlah, kau tak akan pernah benar-benar tahu sampai kau sendiri mengalaminya.

Raka tidak pernah peduli pendapat orang lain, selama ia merasa bensr, dia akan melakukannya. Hingga, suatu hari, mau tidak mau, ia harus berteman dengan Nathan, Nadya, dan Sarah. Tiga orang dengan sifat yang berbeda, yang terpaksa bersamanuntuk mengurus mading sekolah.

Nathan, si pintar yang selalu bersikap sinis. Nadya, ketua kelas yang tak pernah meminta bantuan orang lain, dan Sarah cewek pemalu yang membuat Raka selalu ingin membantunya.

Lagi-lagi Raka terjebak dalam urusan orang lain, yang membuatnya belajar banyak tentang sesuatu yang selama ini ia takuti, kehilangan."




Membaca buku ini mengingatkan saya akan masa-masa SMA. Kalau boleh mengulang waktu, mungkin saya akan mengikuti berbagai maca ekstrakurikuler dan organisasi. Sekarang, setelah jauh sekali dari masa-masa itu, saya merasa masa-masa SMA saya terlalu datar. Harusnya saya bisa lebih nakal hehehe...

Hmm... di buku ini, tokoh utama, Raka dipertemukan dengan berbagai macam karakter teman-temannya. Pada dasarnya, Raka adalah anak yang baik, kemudian dengan suatu alasan yang tidak diketahui, tiba-tiba gurunya memasukkannya menjadi tim mading. Semua orang yang pernah berorganisasi pasti tahu, bahwa dalam organisasi selalu ada masalah, selalu ada pro dan kontra. Lewat masalah-masalah inilah Raka belajar banyak hal. Terutama tentang persahabatan dan kehilangan, juga kesetiakawanan.

Di akhir cerita, ada salah satu tokoh yan meninggal. Disitu kadang saya merasa sedih. 

Ceritanya simpel, mudah diikuti, karena berbicara seputar masalah remaja. Penulis juga memasukkan kalimat-kalimat lelucon khas remaja yan membuat pembaca merasa terhibur. Semua rasa ada, senang, sedih, terharu. Hehe...

Buku ini juga menyadarkan saya, bahwa dengan semangat dan motivasi, kita bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak mampu kita lakukan.

Kekurangannya mungkin dari background cerita. Background ceritanya menurut saya kurang terlihat jelas, seperti mengapa Raka tiba-tiba dimasukkan ke tim mading oleh gurunya. 

Over all, buku ini cocok dibaca untuk para remaja, maupun yang sudah tidak remaja yang ingin mengenang atau mengigat kembali masa-masa galau dan penuh warna itu. :3



Quotes favorit saya:

"Ketika wanita menangis,
Bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya,
Melainkan dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya,
Ketika wanita menangis, 
Bukan berarti dia tidak berusaha menahannya,
Melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air matanya,
Ketika wanita menangis,
Bukan karena dia ingin terlihat lemah,
Melainkan karena dia sudah tidak sanggup berpura-pura kuat (Sarah, in Let Go, by Windhy Puspitadewi)."

Thanks to Uul for lending me this book. :)

Wednesday, October 14, 2015

Firefly Lane (Jejak Kunang-kunang) by Kristin Hannah

October 14, 2015 0 Comments
The book
Judul Asli: Firefly Lane
Judul Terjemahan: Jejak Kunang-kunang
Penulis: Kristin Hannah-2008
Editor: Samira
Halaman: 627

Blurb:
"Selama sekolah, siapa yang tak mengenal Kate dan Tully. Kate Mularkey adalah siswi yang akan selalu berada di bagian terbawah dalam status sosial kelas delapan sekolahnya. Sedangkan Tully Hart adalah orang yang akan selalu membuat siapa saja iri karena memiliki segalanya: kecantikan, otak yang encer, dan ambisi. Nyaris tak ada sesuatu pun yang memungkinkan mereka duduk semeja saat makan siang. Tapi, suatu hari di tengah musim panas tahun 1974, hidup Kate tak akan pernah terasa sama ketika menerima tawaran persahabatan dari Tully. Di akhir musim panas itu mereka resmi menjadi TullyandKate. Tak terpisahkan.

Dan selama 30 tahun, keduanya tetap bertahan sebagai sahabat baik.

Hampir segala cobaan persahabatan, kecemburuan, amarah, sakit hati, kebencian, berhasil mereka lewati walaupun dengan susah payah. Namun, saat keduanya merasa sudah berhasil mengalahkan segalanya, satu tindakan penghianatan menyebabkan sebuah perpisahan yang penuh air mata. Untuk pertama kalinya sejak 30 tahun, Tully dan Kate tidak lagi bersama..."

Saya tidak terlalu sering membaca buku yang tema utamanya adalah persahabatan antara 2 orang. Kebanyakan buku yang saya baca malahan hanya menjadikan persahabatan sebagai bumbu saja, dan bukan tema utama. Contohnya Sam dan Four di buku-buku sequel karangan Pittacus Lore, kemudian Will dan Chester di sequelnya The Tunnels karangan Gordon dan Williams. Mungkin karena genre buku-buku ini adalah petualangan kali yah. Sedangkan si Firefly Lane ini genre-nya memang drama, jadi memungkinkan untuk menjadikan persahabatan sebagai tema utama.

Setting nya memang di luar, tepatnya di Amerika, karena memang penulisnya juga berasal dari sana. Yang menarik, si penulis memilih era 70an sebagai setting waktunya. Dugaan saya sih, karena penulisnya juga berusia remaja pada era tersebut. Dia bilang buku ini adalah buku nostalgia. Judul-judul lagu yang dicuplik memang nyatanya hits pada tahun segituan.

Menurut saya, kita bisa belajar banyak dari buku ini, tidak hanya mengenai persahabatan, tetapi juga arti keluarga, cinta, dan karir. Sangat cocok dibaca oleh wanita menjelang dewasa.

Tokoh utamanya adalah Kathleen Mularkey (Kate) dan Talullah Hart (Tully). Mereka berasal dari keluarga dan latar belakang yang berbeda, juga memiliki karakter dan prinsip hidup yang berbeda. Yang menarik dari buku ini adalah, penulis merangkumkan kisah persahabatan kedua tokoh utama, dimulai dari mereka remaja, hingga dewasa, sehingga meninggalkan kesan yang amat dalam bagi pembaca. Kita jadi terbawa masuk ke dalam memori dan kenangan-kenangan masa kecil dan remaja mereka.

Tully: populer, cantik, ambisius, namun kesepian
Kate: cerdas, memiliki keluarga yang hangat, namun dijauhi teman-temannya.

Tully, memiliki ibu, yang bisa dibilang tidak seperti seorang ibu, karena kecanduan berat terhadap marijuana dan minuman keras, ini menyebabkan Tully tumbuh menjadi seorang anak yang sangat terlantar, tanpa kasih sayang seorang ibu. Pada suatu malam, akibat pergaulan yang salah, Tully mengalami pelecehan yang tentu sangat menjatuhkan harga dirinya dan menorehkan luka yang dalam.

Di sisi lain, Kate memiliki keluarga yang sempurna, namun tidak pernah diinginkan oleh teman-temannya karena mungkin cupu dan kuper, atau mungkin juga kena bully.

Takdir mempertemukan mereka, dengan kepindahan Tully ke seberang rumah Kate, segalanya menjadi manis. Di masa-masa tergelap Tully, ia menemukan Kate, dan membantunya untuk bersinar di sekolah. Pada akhirnya, di sebuah tempat bernama Firefly Lane pada suatu malam penuh bintang, mereka berdua berjanji untuk menjadi sahabat selamanya, apapun yang terjadi. Di tempat ini

Hari demi hari berlalu, setelah meninggalnya nenek Tully dan kepergian ibunya, persahabatan mereka menjadi lebih tak terpisahkan karena Tully kini menjadi keluarga Mularkey. Mereka bersekolah di SMA yang sama, dan sama-sama bercita-cita menjadi seoran reporter.

Masa-masa kuliah adalah masa yang paling penuh kejutan. Mereka mulai terpisah dari keluarga, membuat ketergantungan satu sama lain menjadi semakin besar. Dengan semangat mereka mengejar mata kuliah jurnalisme dan magang agar bisa menjadi seorang reporter hebat. Kate tidak seambisius Tully. Kate merasa bukan ini jalan hidupnya. Namun demi Tully, Kate tetap berpura-pura ingin menjadi reporter. Karena tanpa Kate, Tully mungkin mundur, padahal Tully memiliki potensi yang sangat cemerlang. Ketika mereka magang, dan menyukai pria yang sama, saya pikir di sinilah puncak konfliknya. Ternyata tidak, pengorbanan dan mengalah satu sama lain bisa mempertahankan persahabatan mereka.

Semakin dewasa, jalan hidup mereka berdua semakin berbeda. Tully semakin cemerlang di kariernya, menjadi reporter kemudian pembawa acara talkshow yang sukses, namun hatinya kosong, jauh dari cinta. Kate mengalami Married by Accident (MBA) kemudian menjadi ibu rumah tangga dengan 1 putri dan sepasang putra kembar, mengalami baby blues, dan depresi ketika putri pertamanya lebih menyayangi ibu baptisnya, Tully.

Dengan jarak bermil-mil jauhnya, mereka tetap berbagi kisah hidup. Kate akan selalu menjadi penonton setia acara-acara Tully, dan pendengar yang baik untuk kisah-kisah percintaan Tully yang tak pernah jelas. Tully, akan selalu menjadi pendengar setia untuk kisah-kisah Kate mengenai sulitnya menjadi ibu rumah tangga, dan tak pernah ragu untuk datang ke rumah sahabatnya hanya untuk berbicara pada putri Kate betapa ia harus mendengarkan ibunya.

Namun, pada suatu hari, keputusan Tully mengubah segalanya, persahabatan mereka retak karena mereka saling menyakiti, akhirnya mereka berpisah dan tidak bersahabat lagi. Sampai suatu hari, berbulan-bulan kemudian, sebuah panggilan telepon dari Kate membuat Tully rela pergi bermil-mil jauhnya demi bertemu dengan mantan sahabatnya.

Saat itu, keadaan sudah berubah, hanya waktu dan penyesalan yang berbicara...

Waktu membaca bab-bab terakhirnya, saya menangis tersedu-sedu. Duh, betapa kenangan itu long lasting.

Buku ini mengingatkan saya, bahwa di dunia ini, kita tidak bisa mendapatkan segalanya. Kita hanya boleh memilih sebagian, dan merelakan sebagiannya lagi. Selalu.

Karir atau keluarga, kesuksesan atau cinta, pasangan yang baik atau pasangan yang kaya.

Juga mengingatkan saya tentang arti persahabatan.

Saya sangat merekomendasikan buku ini, tapi untuk 18+ yaa... karena banyak sekali adegan dewasanya.

Beberapa quotes yang saya tandai:

"Segera saja, Tully membuat Kate tertawa. Itulah sahabat sejati. Seperti saudara perempuan dan ibu, mereka bisa membuatmu kesal dan menangis serta menghancurkan hatimu, tetapi akhirnya, ketika semua telah berakhir, mereka berada di sana, membuatmu tertawa bahkan di saat-saat tergelapmu (Firefly Lane by Kristin Hannah)."

"Jika kau terluka, kau harus menyemangati dirimu sendiri, membereskan perasaanmu, dan mencoba lagi (Firefly Lane by Kristin Hannah)."

Jadilah sahabat yang bisa diandalkan bagi orang lain. Karena di saat sesulit apapun, bersama sahabat, segalanya menjadi lebih mudah.

:)
Happy Reading

Thanks to Uul that has delightly lent me this book :)

Menanam Zucchini di Kebun Atas Rumah

October 14, 2015 4 Comments
Penggemar masakan Jepang atau Korea, pasti tahu Zucchini. Yep, bisa dibilang Zucchini ini masih saudaranya mentimun. :3 mungkin Zucchini lebih tahan di suhu dingin dibanding mentimun, jadi mereka lebih memilih menanamnya. Perbedaannya dengan mentimun secara morfologi, terletak di warna kulit, bentuk buah, bentuk biji, dan kandungan air. Zucchini memiliki warna hijau tua pekat yang hampir merata di seluruh bagian buahnya, bentuk buahnya lurus memanjang, bijinya besar-besar seperti biji labu, dan kandungan airnya lebih sedikit. Mentimun memiliki warna lebih muda, dan bergradasi dari hijau tua, ke hijau muda hampir putih, bijinya lebih kecil, dan kandungan airnya lebih banyak. :3

Penampakan biji/benih zucchini

Nah, awal tahun ini, sekitar bulan Maret, saya mencoba menanam zucchini, benihnya keluaran Mr. Fothergill's. Bijinya seperti biji labu, tebal. Saya menyemainya pada media semai dengan campuran tanah, sekam, sekam bakar, kompos, dan cocopeat. Perkecambahannya termasuk sedang. Tunas muncul setelah kurang lebih 1 minggu. Awalnya saya semai di dalam rumah, namun setelah bertunas, saya pindahkan ke luar rumah. Penampakannya seperti ini:

Bibit Zucchini

Sayangnya, setelah 3 hari di luar ada yang tidak tahan. Tidak tahan untuk nyemilin kecambah zucchini. Entah siput, ulat, atau belalang. Pokoknya, kedua tanaman zucchini yang telah tumbuh dilalap habis. Saya hanya disisakan batangnya saja. Hufft... mana bisa tumbuh. -_____-'

Petani juga manusia. Jadi saya pundung dulu, menyembuhkan luka hati, sekitar sebulanan, dan ketika melihat zucchini-zucchini imut di pasar swalayan, tekad itu muncul kembali (wakakaka...). Dan kali ini saya berhasil menanamnya hingga berbuah, terimakasih Tuhan. :)

Mula-mulanya, setelah dikeluarkan dari pot semai (jumlah daun 4-6) saya menanamnya di gardening bed ukurannya saya enggak pernah ukur, (=p) pertumbuhannya menurut saya cukup cepat. Dalam kurang lebih 3 minggu, dia sudah berbunga. Bunganya cantik, seperti bunga labu.

Bunga Zucchini

Disemutin, tak apalah, sekalian berbagi rejeki, mudah-mudahan mereka bisa membantu penyerbukan. :)

Setelah saya amati beberapa bunga, ternyata sepertinya ada bunga jantan dan bunga betina deh. Karena penampakannya agak sedikit berbeda. Ada yang memiliki bakal buah yang jelas (betina), dan ada yang tidak memiliki bakal buah (jantan).

Bunga Jantan, tangkainya ramping, tidak terlihat bakal buah

Saya tidak mencoba membantu penyerbukannya, karena di kebun cukup banyak kupu-kupu, jadi serahkan saja pada mereka. Hehehe... dan voila, terimakasih serangga-serangga, pembuahannya berhasil. Hiiip hiiip hooo rayyy...

Ohya, tanaman Zucchini tidak merambat seperti mentimun, dia hanya berbatang lunak, dan membutuhkan penyangga saja. Tidak perlu trellis untuk merambat :)

Bunga betina yang penyerbukannya berhasil

Seperti gading yang bisa retak, petani pun bisa gagal, di minggu ke2 setelah buahnya terbentuk, buahnya selalu menguning, kemudian peyot dan keriput T.T  (tell me why!!!) Huffft... sampai sekarang, tanamannya masih ada, masih sering berbuah, tapi ya begitu, masih kecil sudah kuning dan membusuk. Hiks...

Bagi yang tahu kenapa, boleh loh share.

Saya tidak akan menyerah, akan mencoba menanamnya kembali di bulan-bulan depan. Mungkin saya akan mencoba membantu penyerbukannya B-)

Kalau kamu berhasil menanamnya, zucchini bisa kamu buat salad, bibimbap, atau pelengkap tempura kamu. Karena rasanya yang renyah dan juicy cocok menetralisir bau amis dan cocok untuk dijadikan salad. Zucchini bisa ditanam dalam pot, ukuran diameter minimal 20 cm. :)

Cobain yuk! :) siapa tahu kamu berhasil.

#gogreen #goorganic
@bibitanaman