Tuesday, March 17, 2015

Bunga-bunga Mulai Bermekaran

March 17, 2015 7 Comments
Bulan Maret begini frekuensi hujan sudah nggak sesering bulan-bulan sebelumnya. Waktunya mulai menyemai benih-benih kesayangan nih. Biar ketika matahari datang, tanamannya sudah siap tumbuh besar. :)

Bunga-bunga di rooftop garden saya mulai banyak yang mekar. Senangnyaaa... yuk intip yuk...  sekalian belajar biologi. :p

Garland Chrysanthemum
 Saya menanam garland chrysant ini dari benih. Sebetulnya dia termasuk bunga dan sayuran, karena daunnya biasa dibuat masakan. Biasanya kalau ke supermarket yang menjual sayur dan buah impor seperti the ranch market atau the farmers market, sayuran ini dijual. Bentukannya masih berupa daun, belum berbunga, sekalipun berbunga, bunganya pasti masih kuncyup. Sepertinya untuk alasan kerenyahan dan tekstur daun sehingga tanaman ini dipanen sebelum tua.

Tanamannya ternyata lumayan tinggi untuk golongan chrysant, punya saya tumbuh sampai setinggi sekitar 1 meter lebih. Hihi.., entah karena saya menanamnya di pot, atau memang bentukannya begitu, dia tumbuh tinggi, bunganya hanya di bagian atas.
Garland Chrysanthemum sebelum mekar semua

Saya menanam 4 tanaman. Tapi yang berbunga hanya 2. :( yang 2 lagi menciut karena kena hujan. Dari mulai menanam benihnya sampai berbunga, membutuhkan waktu yang cukup lama ternyata. Sekitar 6-9 bulan deh. Hufft... lama menunggu, tapi senang ketika sudah mulai berbunga. Bunganya indah. Seperti sunshine. ;)


Sunfower, biar nggak ada zombie :p

Bunga matahari, salah satu bunga favorit saya, karena bunganya yang besar dan warnanya cerah. Menanamnya pun jauh dari sulit. Coba deh tanam bunga ini di kebun kamu, pasti banyak kupu-kupu indah yang mengunjungi. Bikin tambah senang :) kalau sudah tua, bijinya bisa dijadikan cemilan hamster kesayangan. :3


Bunga cosmos sebelum mekar

Tanaman ini banyak sekali tumbuh di pinggiran jalan. Rajin mekar, dan bikin jalanan jadi keren. Warnanya macam-macam, ada putih, kuning, orange, pink, fuschia. Saya baru punya yang warnanya oranye nih.


Bunga cosmos setelah mekar
Bunga cosmos nggak membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh dan berbunga. 2 bulan saja cukup untuk merawatnya hingga mekar. Ditanam di pot saja sudah berbunga banyak. Hihihi... kalau kamu punya lahan yang luas, tanam deh sebagai border. 


Vinca pink

Saya baru tahu beberapa tahun terakhir kalau bunga vinca (tapak dara) selain bunganya indah, ternyata mengandung senyawa-senyawa fotokimia (senyawa yang diproduksi alami oleh tumbuhan) yang reaktif terhadap sel kanker. Bisa dijadikan alternatif pengobatan. Ciptaan Tuhan nih.


Vinca fuschia
 Saya punya 3 jenis bunga vinca, putih, pink, dan fuschia. Saya lebih suka yang warnanha fuschia ini. Warnanya menyolok dan mengundang kupu-kupu untuk datang berkunjung. :)

Bunga entah
 Saya nggak tahu nama bunga ini. Belum mungkin. Karena waktu saya beli, penjual tanamannya pun enggak tahu ini bunga apa. Hihi... tapi sudah coba mencarinya di google, belum ketemu juga. Jadi saya menyebutnya bunga violet saja. Hehe... dia rajin berbunga. Bunganya bisa tahan beberapa hari sebelum akhirnya rontok. Kalau dari pengamatan sesaat, bunganya mirip sekali dengan bunga lantana ungu. Tapi bentuk daunnya jauh berbeda.

Blue eyes
 Bunga ini mengingatkan saya pada taman kanak-kanak. Waktu itu taman sekolah ditanami bunga berwarna biru ini. Saya senang sekali karena bunganya enggak pernah absen dan berwarna biru. Jarang kaaan bunga yang warnanya biru. Jadi saya menanam ini dalam rangka membangkitkan kenangan masa kecil. *tsah

Torenia ungu
 Torenia ini menurut saya jenis bunga yang tidak mau diperhatikan. Menyemai benihnya di media khusus dan pot semai, lama sekali numbuhnya. Tapi kalau ditebar dimana saja, tumbuh di mana-mana. Lihat saja, dia tumbuh di pot daun bawang saya. Mau dicabut saya tidak tega. :p umurnya pendek. Paling lama 6 bulan saja. :'(

Torenia pink
 Ini yang warnanya pink. Pada keadaan tanah tertentu, entah asam atau basa, pink nya bisa lebih kontras dari ini.


Chrysant
 Krisannya kurang subur karena kelembaban dan hujan masih tinggi. Harusnya kalau sedang panas, bunganya ada semburat ungunya. :)

Portulaca
 Ah, portulaca ini benar-benar suka matahari. Mataharinya bersinar, bunganya mulai muncul dan bermekaran. Nama lainnya bunga krokot. Merupakan salah satu bunga yang paling mudah ditanam. Batang dan daunnya menyimpan air. Jadi tahan terhadap suhu panas, dan penyiraman yang jarang. Justru kalau terlalu sering disiram, dia ogah berbunga.


Zinnia
 Kalau stress, tanamlah bunga. Hehe... saya beli bunga ini sepulang kantor. Masalah pekerjaan yang bejibun, meluluh ketika membawa pulang dia. Bunganya ugh,,, lucu banget. Enggak seperti zinnia pada umumnya yang tinggi-tinggi, zinnia yang ini tingginya segitu-segitu saja. Sempat sakit karena kebusukan akar akibat hujan, sekarang sedang tahap recovery. Cepat sembuh dan tumbuh daun yaaa nak.


Angelonia pini
 Bunga yang mirip lavender, dan sering dibilang lavender. Aromanya maniiiis. Rajin berbunga, perennial.


Angelonia ungu
 Yang berwarna ungu juga cantik ;) harus sering dipangkas selesai berbunga. Biar rimbun. :)


Mawar
 Mawar itu salah satu bunga yang paling universal, dan salah satu yang paling cantik. Tapi menurut saya agak susah ditanam di pot. Sebaiknya ditanam di tanah.


Pelargonium
 Pelargonium ini bukan geranium dan tidak bisa mengusir nyamuk. Tapi mereka masih satu kerabat. Saya belum pernah berhasil memperbanyak bunga ini. Bagaimana sih caranya? Harus dipotong setelah bunganya kering, supaya tumbuh banyak tunas-tunas baruu..,

Petunia
Petuniaaaaa... dari beberapa warna yang saya tanam, yang warnanya ungu ini paling banyak tumbuh. Bagus banget untuk dijadikan tanaman gantung. Butuh penyiraman 2 kali sehari. Kurang air menyebabkan batangnya langsung kuyu, karena tidak bisa menyimpan air.

Semoga tahun ini saya bisa menanam lebih banyak bunga, supaya rooftopnya makin berwarna, makin banyak kupu-kupu, dan makin senaaaaaaang...

"Where flowers bloom,
So does hope."

-Lady Bird Johnson

Sunday, March 15, 2015

Belajar Memperbanyak Mint dengan Cara Stek

March 15, 2015 14 Comments
Mint adalah salah satu anggota keluarga herbs yang paling populer. Penggunaannya nggak terbatas pada garnish semata, tapi juga dikonsumsi di kuekue atau minuman. Saya sendiri paling suka mengonsumsi mint dengan green tea. *uhm..yummy

Saya pernah baca, ada banyak sekali spesies mint. Spearmint, peppermint, orange mint, pineapple mint, apple mint, chocolate mint, dan lain-lain lagi. Di Indonesia sendiri, yang paling sering dijumpai di pasaran adalah jenis spearmint. Mungkin karena pertumbuhannya sesuai di iklim sini.

Di luar Indonesia, termasuk di negara-negara 4 musim, mint ditanam outdoor dan indoor. Ketika musim panas biasanya ditanam di luar rumah, kalau sedang winter, dimasukkan ke dalam rumah untuk melindunginya dari salju dan untuk menyegarkan aroma ruangan yang lembab. Di sana sih (kalau saya baca blog-blog pertaniannya), menanam mint sudah menjadi tren, tapi kalo di Indonesia, sepertinya belum mencapai titik maksimumnya. Satu kali saya pernah menanyakannya ke nursery tanaman, mereka malah bingung itu tanaman apa. Haha...

Untuk kamu yang ingin mencoba menanam mint, cobalah nak, ini tidak sulit. :p yang terpenting untuk mint adalah lingkungan yang lembab, dan teduh. Kamu bisa menciptakan kondisi ini dengan menaruh mint di bawah shading (peneduh/tudung), kemudian menyiramnya 2 kali sehari, sampai becek juga boleh, biar lembab. Begitu aja mint sudah senang. =p

Nah, kali ini saya ingin berbagi mengenai cara memperbanyak mint. Karena adalah suatu hal yang nggak seru kalau abis ngeteh pakai mint, mint nya langsung abis dan gundul. *curcol

Baiklah, ehm...
Hal pertama yang saya lakukan adalah menyiapkan pot. Pot yang saya gunakan adalah pot plastik diameter 10 cm. Untuk kamu yang punya pot terracotta (tanah liat) atau pot keramik, bisa menggunakan pot jenis ini, karena pot macam begini sifatnya dingin sehingga mint akan lebih bahagia.

Potnya saya beri nama dulu untuk mengatasi peristiwa lupa nama
Potnya saya beri nama spearmint, karena saya akan menyetek spearmint. Kalau yang mau distek adalah peppermint, saya akan beri nama peppermint. *apadeh

Selanjutnya siapkan media. Media yang saya gunakan adalah tanah:sekam:pupuk organik = 1:1:1 Isi pot sampai penuh dan sedikit dipadatkan supaya tidak ada kehampaan (*tsah) dalam pot ketika tanahnya melempem akibat penyiraman. Lalu, siram tanahnya sampai basah.

Pot berisi media yang siap ditanami
 Kemudian saya memilih batang-batang mint yang tegar-tegar untuk distek. Ciri batang mint yang siap distek adalah batangnya keras (tidak loyo) dan tebal (tidak kurus), ciri mudahnya, dia tidak akan patah atau meletot ketika ditancapkan ke media tanam. Berikut contoh batang mint yang tegarrr.


Batang mint yang tegarrr

Ciri lainnya, daunnya lebarrr

Untuk pemotongan batang, sebaiknya dilakukan dengan menyerong, supaya batang lebih runcing, dan lebih mudah ditancapkan ke media. Laku buang juga daun-daun di dekat bagian yang runcing agar tidak menghambat ketika penancapan batang ke media.

Batang-batang mint yang siap ditanam

Ohya, spearmint yang saya tanam ada 2 jenis. Yang pertama adalah jenis mint yang langu sekali baunya (batang berwarna merah), satunya lagi mint yang baunya tidak terlalu langu, tapi mint nya lebih kuat (batang berwarna merah muda, paling kiri). Selanjutnya tancapkan batang-batang mint tadi ke dalam media yang sudah disiram. Siram lagi sedikit, kemudian taruh di tempat yang terlindung dari cahaya matahari. Saya menancapkan masing-masing 2 batang mint untuk setiap pot. Voila... mereka sudah punya rumah sendiri-sendiri.


Mint sudah di rumah baru

Penyetekan mint sebaiknya dilakukan sore hari agar tidak mengganggu aktivitas dapur (fotosintesis) -nya. Tapi kalau kamu hanya bisa melakukannya di siang hari, tidak apa-apa, hanya saja mint nya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk proses recovery. Jika penyetekan dilakukan siang hari, mint akan terlihat memprihatinkan setelah 5 menit ditancapkan di media baru seperti berikut.

Mint yang mengkhawatirkan

Waktu pertama kali melakukannya, saya langsung syedih, karena sepertinya saya gagal, dan mint-nya mati. Tapi jangan khawatir, ini hanya berlangsung paling lama 3 hari. Di hari ketiga, dia sudah mulai segar. Tetap disimpan di tempat teduh dan disiram dua kali sehari ya...

Kemudiaaan, 1.5 minggu kemudian...


Setelah 1.5 minggu, begini penampakannya XD iyeeeesss

Nah, mudah kaaan. Yuk dicoba, supaya bisa minum teh mint setiap hari tanpa takut tanamannya habis. :)

NB:
Ayodicoba mbasar. :p
Ditunggu laporannyah..
Gkgkgk...

Saturday, March 14, 2015

Repotting Tanaman Bunga Angelonia

March 14, 2015 18 Comments
Hari ini nggak sengaja melihat tanaman bunga angelonia yang sudah besar (sudah ada bakal bunganya malah) tapi masih ditanam di pot yang ukurannya kecil. Semenjak disemai sekitar 2 bulan lalu, belum sempat dipindahkan ke pot yang lebih besar.

Angelonia ini sering sekali disalahnamakan. Banyak yang menyebutnya lavender, karena memang dari warna bunganya mirip dengan lavender.

Tanamannya sudah tinggi, potnya seiprit
Saya juga sempat tertipu nih. Jadi ceritanya, waktu itu saya ingin mencoba menanam bunga lavender. Lalu iseng bertanya ke penjual tanaman. Eh ternyata ada, senangnyaaa... warnanya sih memang ungu, tapi selanjutnya, beliau menawarkan juga yang bunganya berwarna pink. Awalnya sih sempat mikir juga. Kok lavender warnanya pink ya, tapi yaaah, mungkin itu lavender hasil silang, saya pikir.

Sampai di rumah, coba googling mengenai cara perawatan dan pemeliharaan lavender, lohkok yang muncul bunga dan bentuk tanamannya agak beda dengan yang baru saya beli. Haha... lalu penyelidikan dimulai, dan kemudian saya baru tahu kalau nama tanamannya adalah angelonia. Hehe...

Selain bunganya indah, cara perawatannya tidak begitu sulit, terusnya, nggak cuma bunganya, tapi daunnya juga mengeluarkan aroma harum. Aromanya maniis, lebih manis dari bunga mawar. Kayak aroma permen vanilla gitu deh. Hehe...

Untuk perkembangbiakannya, bisa dilakukan dengan stek maupun biji. Nah, 2 bulan lalu saya mencoba menanam bijinya. Baru sekarang mau repotting.

Repotting adalah suatu kegiatan dimana kita memindahkan tanaman/bibit ke pot yang lebih besar (kalo ukuran potnya sama, samaajaboong :p) untuk tujuan mempercepat pertumbuhan. :)

Langkah pertama, tentunya menyiapkan media tanam, karena dengan menggunakan pot yang lebih besar, tentunya dibutuhkan media lebih. Media yang saya gunakan, tanah:sekam:pupuk organik = 1:1:1

Readiiiih...
Repotting yang baik, sebisa mungkin jangan menganggu akar tanaman. Karena jika kita melakukan repotting secara barbar, dengan menarik/mencabut paksa tanaman, misalnya, terus menancapkannya secara asal-asalan, yang ada bukan repotting, tapi burrying. Hahaha.. saya biasanya membalikkan pot dengan menjepit batang tanaman dan menahan tanahnya dengan telapak tangan. Kalau dia tidak mau lepas, potnya bisa agak dipencet-pencet. Persis seperti melepaskan kue bolu/agar-agar dari loyangnya. Jadi akarnya tidak terganggu, tidak terkorek apalagi tercabut.

Angelonia saya kebetulan akarnya sudah gondrong, jadi begitu dibalik, dia bisa terlepas dengan mudah.  Selanjutnya, tanaman yang sudah dikeluarkan bisa langsung diletakkan di pot baru yang setengahnya telah berisi medium.

Isi setengah bagian  pot dengan medium


Taruh tanaman di bagian tengah pot


Isi bagian yang kosong dengan medium, sampai padat, lalu siram
Untuk 3-5 hari pertama, sebaiknya ditaruh di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung, biar tanamannya nggak kaget dan bisa beradaptasi. Selanjutnya pelihara seperti biasa, siram setiap hari. Lalu berbunga dehh...

Pink angelonia
Angelonia ini termasuk tanaman bunga yang rajin. Rajin berbunga. Selain yang warna pink ini, saya juga punya yang warnanya ungu loh.

Purple angelonia
Selain pink dan ungu, ada warna putih, dan persilangan ungu dengan pink. Tanam deh di sekitar pintu atau jendela, biar haruum... :)

Semoga tidak ada lagi kejadian bunga yang tertukar. Teman-teman yang ingin membeli lavender, jangan salah pilih. Tapi kalau tak ada lavender, angelonia juga jadi. :p

Monday, March 9, 2015

Belajar Memperbanyak Succulent

March 09, 2015 14 Comments
When you are depressed, buy a lot of new plants.

Kalau ibu-ibu lain lebih suka belanja pakaian dan/atau sepatu ketika stress, saya lebih suka jajan tanaman dan/atau seed baru. Mhuehehehe... kalo kata pedagang-pedagang, jajan awet. :p

Membeli tanaman baru bagi saya rasanya seperti memiliki teman baru. Kemarin saya berhasil menemukan succulent baru yang unyu-unyu.

Succulent baru yang unyu-unyu
Pada dasarnya memelihara cactus dan succulent susahgampang. Kebanyakan air, busyuk. Kekurangan air, keriput. Terlalu banyam menyiram, collapse. Kelupaan menyiram, juga collapse. Hihi... menyiramnya yang pas adalah sekitar 3 hari sekali. Siram seperti menyiram tanaman biasa. Tanahnya basah gapapa, asalkan drainasenya bagus. Dulu saya pernah menyiramnyan3 hari sekali, tapi cuma disemprot-semprot doang. Jadilah dia dhidrasi dan peyot-peyot gitu. Hihi...

Yang menarik dari succulent dan cactus adalah mereka sangat mudah diperbanyak. Asalkan menemukan media yang oke, mereka langsung berakar. Baiklah... yuk belajar bersama memperbanyak succulent.

Pertama, pilih tanaman yang akan diperbanyak. Ciri tanaman yang sudah siap diperbanyak adalah rimbun, dan sudah mengeluarkan akar seperti succulent saya yang berikut ini:

Lihat deh bagian akar yang mulai terlihat
Langkah selanjutnya adalah menyiapkan media. Beberapa sumber menyebutkan bahwa media yang baik utuk cactus dan succulent adalah pupuk kandang. Biasanya sih kotoran kelinci atau sapi atau kambing. :) saya menggunakan media kotoran kambing:tanah:sekam dengan perbandingan 1:1:1. Untuk kamu yang tinggal di daerah agak dingin, medianya bisa ditambah dengan sedikit pasir, atau komposisi tanah diganti dengan pasir, karena pasir ini katanya bisa menahan panas. Cocok sekali dengan cactus atau succulent yang habitatnya di daerah bersuhu tinggi. Saya menggunakan ember untuk mencampur medianya.

Ini kotoran kambing *hiiii...
Kotoran kambing yang saya gunakan (ehm, berasa nggak sopan nih ngomongin kotoran) sudah tidak bau. Kalau kotoran yang kamu gunakan masih bau dan hangat, artinya kotoran tersebut belum bisa digunakan. Proses dekomposisinya belum selesai, hehe. Selanjutnya saya tambahkan sekam.

Tambahkan sekaaaam
Sekam bisa dibeli di penjual tanaman (guedong mhuheheheh), atau, kalau rumah kamu dekat dengan sawah, bisa membelinya langsung dari petani, selain kamu membantu para petani, harganya juga biasanya lebih murah. Nah, selanjutnya tambahkan tanah.

Tambahkan tanah
Setelah itu, aduk-aduk (berasa prosedur bikin kue), sampai media tercampur merata. Kalo sudah merata, penampakannya seperti berikut.

Media yang sudah tercampur merata
Tanaman sudah siap, media sudah siap, sekarang tinggal potnya. Dalam memilih pot untum succulent sebenarnya tidak ada kriteria yang macam-macam. Yang penting cuma satu, drainase pot harus bagus. Jangan memilih pot, yang lubang di bagian bawahnya kecil-kecil, apalagi yang tidak ada lubangnya -_____- jika drainase atau sirkulasinya kurang bagus, air yang terakumulasi di bagian bawah pot bisa menyebabkan kebusukan. Ukurannya pun pilih yang mini-mini saja, supaya imut dan mudah dipindah-pindahkan.

Pot yang saya pilih, lubangnya buanyak
Nah, sekarang saatnya eksekusi.

Tunas atau cabang baru yang sudah muncul akarnya, bisa kita potong. Bisa menggunakan pisau atau gunting. Beberapa jenis cactus tertentu, akan mengeluarkan getah ketika dilukai, jangan kaget yaa...

Setelah itu, isi pot dengan media hingga 3/4 tinggi pot.


Isi media sekitar 3/4 tinggi pot


Tempatkan tunas atau cabang succulent di bagian tengah.

Tunas succulent ditempatkan di bagian tengah pot
Selanjutnya, tinggal mengisi bagian pot yang kosong dengan media sampai penuh. Medianya agak dipadatkan supaya tunah lebih kokoh. Lalu tinggal disiram dengan frekuensi sekitar 3 hari sekali. :)

Succulent yang telah distek
Karena sudah sore, saya hanya sempat stek beberapa succulent saja. Nah, sekarang mereka sudah punya rumah baruu...

Bahagia dengan rumah baru
Nah, tidak terlalu sulit kaan memperbanyak succulent. Setelah diperbanyak, beri hiasan dan bawa ke kantor, atau berikan kepada orang-orang kesayangan untik ditaruh di meja kantor, kamar, atau balkon mereka.

^^

#gogreen #goorganic

Friday, March 6, 2015

Belajar Menanam Selada Hijau (green lettuce)

March 06, 2015 0 Comments
Akhir tahun lalu (2014) saya dan ibu sekaligus partner berkebun saya, memcoba menanam edamame. Edamame itu wujudnya sama persis dengan kedelai, hanya warnanya hijau. Ada juga yang menyebutnya kedelai jepang. Banyak sumber menyebutkan bahwa jenis kacang ini mengandung gizi yang lebih baik dari kedelai putih biasa. Beginilah penampakan tanaman edamame.

Tanaman edamame


Tanamannya tidak terlalu tinggi, sehingga menanamnya di pot tidak menjadi masalah. Saya menanamnya sebagian dalam pot, dan sebagian lagi ditanam di gardening bed. Maklum, karena keterbatasan lahan jadinya mencoba menjadi rooftop farmer hihihi...

Tanaman ini akan mati setelah satu kali berbuah. Buahnya bisa berjumlah 7 sampai belasan. Jika menanam sebanyak 20 tanaman saja, sudah bisa membuat cemilan edamame rebus. :3 Bisa dipanen dalam waktu 1-2 bulan saja. :)

Awal tahun ini, setelah musim hujan datang, edamame yang biasanya mulus-mulus, sekarang malah jadinya bernoda-noda. Hiks...

Edamame yang kehitaman

Sepertinya di musim hujan seperti ini, menanam kacang-kacangan kurang maksimal deh hasilnya. Karena ini terjadi tidak hanya pada edamame, tapi juga pada kacang panjang dan buncis. T_T

Lalu, musim hujan begini, baiknya menanam apa yaa... salah satu tanaman yang tumbuh baik di musim hujan, adalah selada, atau lettuce. Di musim hujan biasanya daun-daun lettuce rasanya lebih crunchy karena mengandung lebih banyak air. :3

Menanam lettuce benar-benar mudah. Jika kamu sedang memulai belajar menanam, tanaman ini bisa menjadi pilihan yang oke.

Benih lettuce ukurannya kecil. Bentuknya seperti padi, tapi sangat pipih. Untuk menanam lettuce, kamu hanya tinggalkan menebar benih-benih tersebut ke permukaan tanah yang subur dan porous, kemudian tutup dengan tanah setinggi 0.5 cm saja. Jaga kelembaban media tersebut dengan menyiramnya 2 kali sehari. Biasanya saya menggunakan semprotan kecil bekas cologne hehe. Hal ini dilakukam untuk menghindari teraduk-aduknya media jika menyiramnya secara barbar. :p

Tidak perlu menunggu lama, dalam waktu 3 hari, biasanya benih ini sudah hidup, alias menjadi baby lettuce. Kemudian, dalam waktu kira-kira 1.5 minggu, daunnya sudah mulai keriting-keriting. Lucu deh...

Bibit lettuce usia 1 minggu
Kemudian, hari-hari selanjutnya, dia akan bertumbuh sangat pesat.

Bibit lettuce usia 1.5 minggu

Kemudian, dalam 2 minggu jadi begini:

Lettuce usia 2 minggu
Nah, pada tahap ini, lettuce sudah bisa dipindahkan ke rumah baruuu... bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar (diameter 17 cm) atau bisa juga seperti saya, ditanam di garden bed.

Lettuce yang sudah dipimdahkan ke gardening bed

Sebetulnya, dia sudah bisa dipanen pada usia remaja, makin muda usianya, makin crunchy teksturnya. Tapi bisa juga dibiarkan sampai daunnya selebar ini:

Lettuce dewasa
Lettuce bisa dipanen untuk dibuat salad. Biasanya saya menjadikannya salad bersama timun dan sambal kencur :3 atau bisa juga dijadikan salad di nasi goreng ketika sarapan. Serba guna deh. Lumayan untuk tambahan serat. Kalau kamu tidak punya cukup lahan untuk membuat gardening bed. Kamu bisa juga kok menanamnya di pot seperti ini:

Lettuce di dalam pot

Lucu kaaan... menyenangkan rasanya jika bisa memakan hasil panen dari kebun sendiri. Jangan lupa tanam dengan cara organik yaa... :)

Deception Point (Titik Muslihat) -Dan Brown

March 06, 2015 0 Comments



Deception Point (Titik Muslihat)
Dan Brown
630 pages
2006
Serambi Publisher

Dan Brown ini pintar sekali membuat cerita yang bagian akhirnya unpredictable. Ciri khasnya, dia selalu menyembunyikan dalang (pemeran antagonis utama)-nya dibalik nama-nama alias. Waktu pertama kali baca buku Dan Brown, saya tersepona ketika sampai di bagian akhir karena saya nggak menyangka siapa orang dibalik nama samaran tersebut. Kali kedua, saya juga kaget. Haha... Nah, yang ketiga ini, saya sudah bertekad untuk bisa menebak siapa dalang utamanya. Hihi... lumayan laah...

Nih, tak kasih summary nya, bisakah kamu menebaknya juga?

Di novelnya yang ini, si protagonis utama disembunyikan dengan nama samaran 'pengendali', kalau versi inggrisnya apaya... 'controller' mungkin?

Topik utamanya kali ini adalah kampanye pemilihan presiden. Diceritakan, sedang terjadi kampanye antara 2 kandidat utama yang mencalonkan diri jadi presiden Amerika Serikat. Yang satu adalah presiden Amerika itu sendiri (masa jabatan hampir habis), Zachary Herney dan seorang senator bernama Sedgewick Sexton di pihak oposisi. Masing-masing kandidat punya orang kepercayaan, ada Marjorie Tench di sisi presiden sebagai penasihat senior gedung putih, dan ada Gabrielle Ashe di sisi senator sebagai sekretaris kepercayaannya.

Dari cerita awal, sudah dapat ditebak orang macam apakah masing-masing kandidat ini. Presiden Herney semacam orang yang ingin mempertahankan posisinya sebagai presiden dengan cara yang terhormat. Senator Sexton semacam orang yang pintar tapi nggak bener, terbukti dengan hubungannya dengan anaknya sendiri, yang tidak harmonis. Sexton ini duda beranak satu, selingkuh ketika isterinya masih hidup, dan sekarang sedang menjalin hubungan gelap dengan sekretarisnya sendiri yang notabene bahkan lebih muda dari anaknya.

Mungkin masalah keluarga macam begitu yang membuat Rachel Sexton, puteri senator, tidak menyukai ayahnya. Rachel sendiri adalah high quality jomblo =p cantik, muda, cerdas, dan mapan. Bekerja di NRO (National Reconnaissance Office), pekerjaannya adalah sebagai analis dan pembuat summary penghubung gedung putih dengan dunia luar.

Hidup Rachel seperti kehidupan anak-anak broken home, benci rumah dan workaholic., dan biasa-biasa saja, sampai suatu hari direkturnya, William Pickering menugaskannya untuk bertemu dengan presiden.

Di sisi lain, senator Sexton sedang gencar melakukan kampanye. Semacam kampanye yang agak kurang positif, dengan cara mengoar-ngoarkan keburukan lawan. Presiden sendiri merupakan pendukung mutlak NASA (kamu tahukan, ituloh organisasi yang meneliti luar angkasa dan suka menerbangkan roket-roket canggih). Sayangnya pada saat itu NASA sedang terpuruk, percobaan-percobaan yang gagal dan penemuan-penemuan yang sudah lama tak terdengar, membuat biaya operasional dan penelitian yang jumlahnya sangat besar yang bersumber dari pembayaran pajak negara, telah terbuang dengan percuma. Dalam kampanyenya, senator berjanji akan mengalihkan dana NASA ke bidang lain yang lebih membutuhkan, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat. Hal ini tentunya disambut baik oleh kebanyakan warga Amerika. Isu tentang NASA yang menjadi senjata utama senator, merupakan saran dari sekretarisnya Gabrielle. Ternyata selain cantik, Gabrielle ini juga pintar. Tapi kok mau ya sama senator yang macam begitu. :/ Tapi ternyata Gabrielle ini secara diam-diam memiliki sumber terpercaya dari gedung putih yang suka mengiriminya email-email gelap. Termasuk isu lemahnya NASA untuk menjatuhkan presiden. :-O

Rachel bertemu dengan presiden kemudian diterbangkan ke kutub utara untik bertemu dengam administrator NASA, Lawrence Ekstrom. Rachel juga bertemu dengan ilmuwan-ilmuwan sipil, Michael Tolland (sebut saja dia si ganteng) si ahli kelautan, Corcky Marlinson si ahli geologi, Wailee Ming si ahli paleontologi, dan Norah mangor si ahli es. Awalnya Rachel merasa bingung mengenai tujuan presiden mengirimnya ke kutub utara, sampai keempat ilmuwan sipil tersebut menjelaskan bahwa alat pendeteksi kepadatan milik NASA, yang disebut PODS (Polar Orbitting Density Scanner) menemukan meteorit seberat 8 ton di bawah es kutub utara. Yang membuat meteorit ini spesial adalah, di bagian dalamnya terdapat fosil-fosil serangga yang ikut membeku bersama meteor. Hal ini mengindikasikan bahwa ada serangga, atau lebih tepatnya ada kehidupan di luar bumi.

Penemuan ini juga telah melibatkan keempat ilmuwan untuk menganalisis dan menguji kembali mengenai keberadaan meteorit tersebut. Dari hasil observasi mereka, disimpulkan bahwa meteorit tersebut telah terpendam selama ratusan tahun (dari data kepadatan es Norah mangor), arthropoda yang ada di dalam meteorit merupakan sejenis caplak raksasa, meteorit yang terpendam berasal dari ruang angkasa dari data komposisi nikel, dan kulit meteor terbentuk akibat reaksi fusi, ketika terjadi gesekan dengan atmosfer bumi. Pokoknya keempat ilmuwan sipil tersebut berkontribusi dalam pembuktian keaslian meteor.

Lalu apa yang kemudian terjadi...

Untuk memudahkan penelitian dan peliputan berita, meteor tersebut dikeluarkan dari dalam es. Dengan berkeliarannya para ilmuwan cerdas, tentu bukan hal sulit menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dalam sekejap, meteorit tersebut sudah berada di permukaan es dan tim NASA ber-euphoria.

Di tengah-tengah luapan kegembiraan, Dr. Ming menemukan sesuatu yang ganjil pada meteorit tersebut. Penemuannya ini membuatnya kehilangan nyawa secara misterius karena tenggelam di lubang bekas pengangkatan meteor sedalam 200 kaki.

Bukan hanya Ming, si ganteng Mike Tolland juga akhirnya melihat keganjilan tersebut. Norah Mangor yang telah meniliti es selama bertahun-tahun merasa kemampuannya diselepekan. Dengan bantuan ketiga teman barunya, Mike, Rachel, dan Corky, dia bermaksud memindai kepadatan es dengan sebuah scanner sederhana dari luar bangunan. Ketika keempat orang ini telah berhasil memindai citra bangunan yang disebut habisphere itu, mereka jadi menemukan sebuah fakta mengejutkan mengenai meteorit tersebut. Daaan tanpa diduga, tiba-tiba datang sebuah kelompok khusus yang berniat menghabisi nyawa keempat orang tersebut. Di tengah kondisi badai, agak jauh dari habisphere, dan diserang oleh special force yang memburu mereka, Norah akhirnya tewas, Corky, Rachel, dan Mike jatuh ke samudera Arktik. Oh my...

Mengetahui bahwa informan gelapnya adalah Marjorie Tench, Gabrielle Ashe speechless, apalagi Marjorie mengancamnya akan menyebarkan foto-foto perselingkuhannya dengan sang senator jika Gabrielle tidak mau membuka hubungan gelapnya. Marjorie juga meyakinkan Gabrielle bahwa senator kesayangannya itu telah menerima suap dari pengusaha-pengusaha swasta. Hal ini membuat kepercayaannya terhadap sang senator berkurang.

Gabrielle ashe tidak sengaja menguping pertemuan sexton dengan pengusaha swasta yang memburu undang2 privatisasi NASA disahkan. Setelah mengetahui bahwa Sexton bermain kotor, Gabrielle memutuskan untuk mengikuti saran Marjorie.

Sementara itu, secara mengagumkan, Mike, Rachel dan Corky diselamatkan oleh kapal selam pengintai Los Angeles.

Gabrielle menemui Yolanda Cole di stasiun televisi ABC news. Yolanda menegaskan bahwa Gab harus tetap bungkam mengenai hubungan gelapnya bersama Sexton, dan meyakinkan Gab bahwa ancaman tersebut hanya taktik politik. Presiden tidak mungkin menyiarkan berita nasional hanya untuk mengumumumkan hal seperti itu. Mengenai suap yang diterima Sextoh, bisa saja itu bukan kriminalitas. Yang menentukan hal tersebut kriminalitas atau bukan, biasanya kemana larinya uang suap tersebut.

Tepat 9 menit sebelum konferensi pers presiden yg akan mengumumkan penemuan NASA dimulai, Rachel sudah sadar dan menelepon presiden agar konferensi pers diundur karena presiden akan mengumumkan penemuan yang salah. Sayangnya telepon dari Rachel diterima oleh Marjorie, yang langsung menuduh Rachel berniat merusak konferensi pers karena ingin mendukung ayahnya.

Presiden terlanjur mengumumkan penemuan palsu tersebut. Sexton kandaslah sudah. Kemudian Marjorie menelepon Pickering untuk meyakinkannya bahwa Rachel menyerang presiden dan akan dituntut. Di tengah krisis kepercayaan, Rachel mengandalkan Pickering untuk membagi ceritanya. Pickering percaya, dan mengirimkan kapal untuk menjemput ketiga orang yg sedang diburu untuk dibunuh ini.

Sexton mendapatkan kembali kepercayaan Gabrielle dengan berpura2 mengakui segalanya. Kemudian meminta Gabrielle untuk mencari tahu mengenai status penemuan NASA yang terasa ganjil.

Dengan taktik cerdas Gabrielle berhasil mendapatkan informasi yang mendukung fakta bahwa penemuan NASA ini direkayasa.  Gabrielle juga tidak sengaja menemukan dokumen rahasia Sexton yang membuktikan bahwa dia menerima suap dari pengusaha swasta pendukungnya. Karena itu, Gabrielle mulai merasakan ketidakpercayaan pada Sexton.

Rachel, Tolland, dan Corky singgah ke kapal Goyan untuk membuktikan satu fakta lagi mengenai penemuan NASA yang ganjil. Sayangnya, sang pengendali mengetahui rencana tersebut dan dengan ganasnya membombardir ketiga orang ini. Kalau kamu baca bagian ini, sulit untuk berhenti, karena di bagian ini adalah klimaksnya.

Rachel yang mengira dirinya dan kedua orang temannya akan mati dibunuh, berusaha menyelamatkan bukti-bukti yang menyatakan bahwa meteorit itu palsu dengan cara mengirimkan fax ke nomor mana saja yang dia ingat. Tapi sayangnya, nomor yang dia ingat hanya nomor fax kantor ayahnya, Sexton. Sexton yang menerima pesan ini, tentunya senang, karena dia akhirnya memiliki senjata ampuh untuk menjatuhkan presiden. Euphorianya mengalahkan pentingnya nyawa Rachel yang di ambang kematian. Di bab ini, kamu juga akhirnya akan tahu siapa sebenarnya sang pengendali.

Lalu bagaimana akhir ceritanya?
Siapa yang akhirnya memenangkan kampanye?
Apakah Rachel Sexton berhasil selamat?

Intinya happy ending kok. Tapi, identitas sang pengendali yang sebenarnya, benar-benar unpredictable.

Buku ini cocok sekali untuk kamu yang suka cerita atau buku yang temanya science fiction.

Last not least, i always amazed on how creative Mr. Brown in balancing the twister between science, fact, and fiction. Really recommended book! :)

#resensi #deceptionpoint #summary #danbrown #goodbook #recommendedbook