Saturday, March 14, 2015

Repotting Tanaman Bunga Angelonia

March 14, 2015 18 Comments
Hari ini nggak sengaja melihat tanaman bunga angelonia yang sudah besar (sudah ada bakal bunganya malah) tapi masih ditanam di pot yang ukurannya kecil. Semenjak disemai sekitar 2 bulan lalu, belum sempat dipindahkan ke pot yang lebih besar.

Angelonia ini sering sekali disalahnamakan. Banyak yang menyebutnya lavender, karena memang dari warna bunganya mirip dengan lavender.

Tanamannya sudah tinggi, potnya seiprit
Saya juga sempat tertipu nih. Jadi ceritanya, waktu itu saya ingin mencoba menanam bunga lavender. Lalu iseng bertanya ke penjual tanaman. Eh ternyata ada, senangnyaaa... warnanya sih memang ungu, tapi selanjutnya, beliau menawarkan juga yang bunganya berwarna pink. Awalnya sih sempat mikir juga. Kok lavender warnanya pink ya, tapi yaaah, mungkin itu lavender hasil silang, saya pikir.

Sampai di rumah, coba googling mengenai cara perawatan dan pemeliharaan lavender, lohkok yang muncul bunga dan bentuk tanamannya agak beda dengan yang baru saya beli. Haha... lalu penyelidikan dimulai, dan kemudian saya baru tahu kalau nama tanamannya adalah angelonia. Hehe...

Selain bunganya indah, cara perawatannya tidak begitu sulit, terusnya, nggak cuma bunganya, tapi daunnya juga mengeluarkan aroma harum. Aromanya maniis, lebih manis dari bunga mawar. Kayak aroma permen vanilla gitu deh. Hehe...

Untuk perkembangbiakannya, bisa dilakukan dengan stek maupun biji. Nah, 2 bulan lalu saya mencoba menanam bijinya. Baru sekarang mau repotting.

Repotting adalah suatu kegiatan dimana kita memindahkan tanaman/bibit ke pot yang lebih besar (kalo ukuran potnya sama, samaajaboong :p) untuk tujuan mempercepat pertumbuhan. :)

Langkah pertama, tentunya menyiapkan media tanam, karena dengan menggunakan pot yang lebih besar, tentunya dibutuhkan media lebih. Media yang saya gunakan, tanah:sekam:pupuk organik = 1:1:1

Readiiiih...
Repotting yang baik, sebisa mungkin jangan menganggu akar tanaman. Karena jika kita melakukan repotting secara barbar, dengan menarik/mencabut paksa tanaman, misalnya, terus menancapkannya secara asal-asalan, yang ada bukan repotting, tapi burrying. Hahaha.. saya biasanya membalikkan pot dengan menjepit batang tanaman dan menahan tanahnya dengan telapak tangan. Kalau dia tidak mau lepas, potnya bisa agak dipencet-pencet. Persis seperti melepaskan kue bolu/agar-agar dari loyangnya. Jadi akarnya tidak terganggu, tidak terkorek apalagi tercabut.

Angelonia saya kebetulan akarnya sudah gondrong, jadi begitu dibalik, dia bisa terlepas dengan mudah.  Selanjutnya, tanaman yang sudah dikeluarkan bisa langsung diletakkan di pot baru yang setengahnya telah berisi medium.

Isi setengah bagian  pot dengan medium


Taruh tanaman di bagian tengah pot


Isi bagian yang kosong dengan medium, sampai padat, lalu siram
Untuk 3-5 hari pertama, sebaiknya ditaruh di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung, biar tanamannya nggak kaget dan bisa beradaptasi. Selanjutnya pelihara seperti biasa, siram setiap hari. Lalu berbunga dehh...

Pink angelonia
Angelonia ini termasuk tanaman bunga yang rajin. Rajin berbunga. Selain yang warna pink ini, saya juga punya yang warnanya ungu loh.

Purple angelonia
Selain pink dan ungu, ada warna putih, dan persilangan ungu dengan pink. Tanam deh di sekitar pintu atau jendela, biar haruum... :)

Semoga tidak ada lagi kejadian bunga yang tertukar. Teman-teman yang ingin membeli lavender, jangan salah pilih. Tapi kalau tak ada lavender, angelonia juga jadi. :p

Monday, March 9, 2015

Belajar Memperbanyak Succulent

March 09, 2015 14 Comments
When you are depressed, buy a lot of new plants.

Kalau ibu-ibu lain lebih suka belanja pakaian dan/atau sepatu ketika stress, saya lebih suka jajan tanaman dan/atau seed baru. Mhuehehehe... kalo kata pedagang-pedagang, jajan awet. :p

Membeli tanaman baru bagi saya rasanya seperti memiliki teman baru. Kemarin saya berhasil menemukan succulent baru yang unyu-unyu.

Succulent baru yang unyu-unyu
Pada dasarnya memelihara cactus dan succulent susahgampang. Kebanyakan air, busyuk. Kekurangan air, keriput. Terlalu banyam menyiram, collapse. Kelupaan menyiram, juga collapse. Hihi... menyiramnya yang pas adalah sekitar 3 hari sekali. Siram seperti menyiram tanaman biasa. Tanahnya basah gapapa, asalkan drainasenya bagus. Dulu saya pernah menyiramnyan3 hari sekali, tapi cuma disemprot-semprot doang. Jadilah dia dhidrasi dan peyot-peyot gitu. Hihi...

Yang menarik dari succulent dan cactus adalah mereka sangat mudah diperbanyak. Asalkan menemukan media yang oke, mereka langsung berakar. Baiklah... yuk belajar bersama memperbanyak succulent.

Pertama, pilih tanaman yang akan diperbanyak. Ciri tanaman yang sudah siap diperbanyak adalah rimbun, dan sudah mengeluarkan akar seperti succulent saya yang berikut ini:

Lihat deh bagian akar yang mulai terlihat
Langkah selanjutnya adalah menyiapkan media. Beberapa sumber menyebutkan bahwa media yang baik utuk cactus dan succulent adalah pupuk kandang. Biasanya sih kotoran kelinci atau sapi atau kambing. :) saya menggunakan media kotoran kambing:tanah:sekam dengan perbandingan 1:1:1. Untuk kamu yang tinggal di daerah agak dingin, medianya bisa ditambah dengan sedikit pasir, atau komposisi tanah diganti dengan pasir, karena pasir ini katanya bisa menahan panas. Cocok sekali dengan cactus atau succulent yang habitatnya di daerah bersuhu tinggi. Saya menggunakan ember untuk mencampur medianya.

Ini kotoran kambing *hiiii...
Kotoran kambing yang saya gunakan (ehm, berasa nggak sopan nih ngomongin kotoran) sudah tidak bau. Kalau kotoran yang kamu gunakan masih bau dan hangat, artinya kotoran tersebut belum bisa digunakan. Proses dekomposisinya belum selesai, hehe. Selanjutnya saya tambahkan sekam.

Tambahkan sekaaaam
Sekam bisa dibeli di penjual tanaman (guedong mhuheheheh), atau, kalau rumah kamu dekat dengan sawah, bisa membelinya langsung dari petani, selain kamu membantu para petani, harganya juga biasanya lebih murah. Nah, selanjutnya tambahkan tanah.

Tambahkan tanah
Setelah itu, aduk-aduk (berasa prosedur bikin kue), sampai media tercampur merata. Kalo sudah merata, penampakannya seperti berikut.

Media yang sudah tercampur merata
Tanaman sudah siap, media sudah siap, sekarang tinggal potnya. Dalam memilih pot untum succulent sebenarnya tidak ada kriteria yang macam-macam. Yang penting cuma satu, drainase pot harus bagus. Jangan memilih pot, yang lubang di bagian bawahnya kecil-kecil, apalagi yang tidak ada lubangnya -_____- jika drainase atau sirkulasinya kurang bagus, air yang terakumulasi di bagian bawah pot bisa menyebabkan kebusukan. Ukurannya pun pilih yang mini-mini saja, supaya imut dan mudah dipindah-pindahkan.

Pot yang saya pilih, lubangnya buanyak
Nah, sekarang saatnya eksekusi.

Tunas atau cabang baru yang sudah muncul akarnya, bisa kita potong. Bisa menggunakan pisau atau gunting. Beberapa jenis cactus tertentu, akan mengeluarkan getah ketika dilukai, jangan kaget yaa...

Setelah itu, isi pot dengan media hingga 3/4 tinggi pot.


Isi media sekitar 3/4 tinggi pot


Tempatkan tunas atau cabang succulent di bagian tengah.

Tunas succulent ditempatkan di bagian tengah pot
Selanjutnya, tinggal mengisi bagian pot yang kosong dengan media sampai penuh. Medianya agak dipadatkan supaya tunah lebih kokoh. Lalu tinggal disiram dengan frekuensi sekitar 3 hari sekali. :)

Succulent yang telah distek
Karena sudah sore, saya hanya sempat stek beberapa succulent saja. Nah, sekarang mereka sudah punya rumah baruu...

Bahagia dengan rumah baru
Nah, tidak terlalu sulit kaan memperbanyak succulent. Setelah diperbanyak, beri hiasan dan bawa ke kantor, atau berikan kepada orang-orang kesayangan untik ditaruh di meja kantor, kamar, atau balkon mereka.

^^

#gogreen #goorganic

Friday, March 6, 2015

Belajar Menanam Selada Hijau (green lettuce)

March 06, 2015 0 Comments
Akhir tahun lalu (2014) saya dan ibu sekaligus partner berkebun saya, memcoba menanam edamame. Edamame itu wujudnya sama persis dengan kedelai, hanya warnanya hijau. Ada juga yang menyebutnya kedelai jepang. Banyak sumber menyebutkan bahwa jenis kacang ini mengandung gizi yang lebih baik dari kedelai putih biasa. Beginilah penampakan tanaman edamame.

Tanaman edamame


Tanamannya tidak terlalu tinggi, sehingga menanamnya di pot tidak menjadi masalah. Saya menanamnya sebagian dalam pot, dan sebagian lagi ditanam di gardening bed. Maklum, karena keterbatasan lahan jadinya mencoba menjadi rooftop farmer hihihi...

Tanaman ini akan mati setelah satu kali berbuah. Buahnya bisa berjumlah 7 sampai belasan. Jika menanam sebanyak 20 tanaman saja, sudah bisa membuat cemilan edamame rebus. :3 Bisa dipanen dalam waktu 1-2 bulan saja. :)

Awal tahun ini, setelah musim hujan datang, edamame yang biasanya mulus-mulus, sekarang malah jadinya bernoda-noda. Hiks...

Edamame yang kehitaman

Sepertinya di musim hujan seperti ini, menanam kacang-kacangan kurang maksimal deh hasilnya. Karena ini terjadi tidak hanya pada edamame, tapi juga pada kacang panjang dan buncis. T_T

Lalu, musim hujan begini, baiknya menanam apa yaa... salah satu tanaman yang tumbuh baik di musim hujan, adalah selada, atau lettuce. Di musim hujan biasanya daun-daun lettuce rasanya lebih crunchy karena mengandung lebih banyak air. :3

Menanam lettuce benar-benar mudah. Jika kamu sedang memulai belajar menanam, tanaman ini bisa menjadi pilihan yang oke.

Benih lettuce ukurannya kecil. Bentuknya seperti padi, tapi sangat pipih. Untuk menanam lettuce, kamu hanya tinggalkan menebar benih-benih tersebut ke permukaan tanah yang subur dan porous, kemudian tutup dengan tanah setinggi 0.5 cm saja. Jaga kelembaban media tersebut dengan menyiramnya 2 kali sehari. Biasanya saya menggunakan semprotan kecil bekas cologne hehe. Hal ini dilakukam untuk menghindari teraduk-aduknya media jika menyiramnya secara barbar. :p

Tidak perlu menunggu lama, dalam waktu 3 hari, biasanya benih ini sudah hidup, alias menjadi baby lettuce. Kemudian, dalam waktu kira-kira 1.5 minggu, daunnya sudah mulai keriting-keriting. Lucu deh...

Bibit lettuce usia 1 minggu
Kemudian, hari-hari selanjutnya, dia akan bertumbuh sangat pesat.

Bibit lettuce usia 1.5 minggu

Kemudian, dalam 2 minggu jadi begini:

Lettuce usia 2 minggu
Nah, pada tahap ini, lettuce sudah bisa dipindahkan ke rumah baruuu... bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar (diameter 17 cm) atau bisa juga seperti saya, ditanam di garden bed.

Lettuce yang sudah dipimdahkan ke gardening bed

Sebetulnya, dia sudah bisa dipanen pada usia remaja, makin muda usianya, makin crunchy teksturnya. Tapi bisa juga dibiarkan sampai daunnya selebar ini:

Lettuce dewasa
Lettuce bisa dipanen untuk dibuat salad. Biasanya saya menjadikannya salad bersama timun dan sambal kencur :3 atau bisa juga dijadikan salad di nasi goreng ketika sarapan. Serba guna deh. Lumayan untuk tambahan serat. Kalau kamu tidak punya cukup lahan untuk membuat gardening bed. Kamu bisa juga kok menanamnya di pot seperti ini:

Lettuce di dalam pot

Lucu kaaan... menyenangkan rasanya jika bisa memakan hasil panen dari kebun sendiri. Jangan lupa tanam dengan cara organik yaa... :)

Deception Point (Titik Muslihat) -Dan Brown

March 06, 2015 0 Comments



Deception Point (Titik Muslihat)
Dan Brown
630 pages
2006
Serambi Publisher

Dan Brown ini pintar sekali membuat cerita yang bagian akhirnya unpredictable. Ciri khasnya, dia selalu menyembunyikan dalang (pemeran antagonis utama)-nya dibalik nama-nama alias. Waktu pertama kali baca buku Dan Brown, saya tersepona ketika sampai di bagian akhir karena saya nggak menyangka siapa orang dibalik nama samaran tersebut. Kali kedua, saya juga kaget. Haha... Nah, yang ketiga ini, saya sudah bertekad untuk bisa menebak siapa dalang utamanya. Hihi... lumayan laah...

Nih, tak kasih summary nya, bisakah kamu menebaknya juga?

Di novelnya yang ini, si protagonis utama disembunyikan dengan nama samaran 'pengendali', kalau versi inggrisnya apaya... 'controller' mungkin?

Topik utamanya kali ini adalah kampanye pemilihan presiden. Diceritakan, sedang terjadi kampanye antara 2 kandidat utama yang mencalonkan diri jadi presiden Amerika Serikat. Yang satu adalah presiden Amerika itu sendiri (masa jabatan hampir habis), Zachary Herney dan seorang senator bernama Sedgewick Sexton di pihak oposisi. Masing-masing kandidat punya orang kepercayaan, ada Marjorie Tench di sisi presiden sebagai penasihat senior gedung putih, dan ada Gabrielle Ashe di sisi senator sebagai sekretaris kepercayaannya.

Dari cerita awal, sudah dapat ditebak orang macam apakah masing-masing kandidat ini. Presiden Herney semacam orang yang ingin mempertahankan posisinya sebagai presiden dengan cara yang terhormat. Senator Sexton semacam orang yang pintar tapi nggak bener, terbukti dengan hubungannya dengan anaknya sendiri, yang tidak harmonis. Sexton ini duda beranak satu, selingkuh ketika isterinya masih hidup, dan sekarang sedang menjalin hubungan gelap dengan sekretarisnya sendiri yang notabene bahkan lebih muda dari anaknya.

Mungkin masalah keluarga macam begitu yang membuat Rachel Sexton, puteri senator, tidak menyukai ayahnya. Rachel sendiri adalah high quality jomblo =p cantik, muda, cerdas, dan mapan. Bekerja di NRO (National Reconnaissance Office), pekerjaannya adalah sebagai analis dan pembuat summary penghubung gedung putih dengan dunia luar.

Hidup Rachel seperti kehidupan anak-anak broken home, benci rumah dan workaholic., dan biasa-biasa saja, sampai suatu hari direkturnya, William Pickering menugaskannya untuk bertemu dengan presiden.

Di sisi lain, senator Sexton sedang gencar melakukan kampanye. Semacam kampanye yang agak kurang positif, dengan cara mengoar-ngoarkan keburukan lawan. Presiden sendiri merupakan pendukung mutlak NASA (kamu tahukan, ituloh organisasi yang meneliti luar angkasa dan suka menerbangkan roket-roket canggih). Sayangnya pada saat itu NASA sedang terpuruk, percobaan-percobaan yang gagal dan penemuan-penemuan yang sudah lama tak terdengar, membuat biaya operasional dan penelitian yang jumlahnya sangat besar yang bersumber dari pembayaran pajak negara, telah terbuang dengan percuma. Dalam kampanyenya, senator berjanji akan mengalihkan dana NASA ke bidang lain yang lebih membutuhkan, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat. Hal ini tentunya disambut baik oleh kebanyakan warga Amerika. Isu tentang NASA yang menjadi senjata utama senator, merupakan saran dari sekretarisnya Gabrielle. Ternyata selain cantik, Gabrielle ini juga pintar. Tapi kok mau ya sama senator yang macam begitu. :/ Tapi ternyata Gabrielle ini secara diam-diam memiliki sumber terpercaya dari gedung putih yang suka mengiriminya email-email gelap. Termasuk isu lemahnya NASA untuk menjatuhkan presiden. :-O

Rachel bertemu dengan presiden kemudian diterbangkan ke kutub utara untik bertemu dengam administrator NASA, Lawrence Ekstrom. Rachel juga bertemu dengan ilmuwan-ilmuwan sipil, Michael Tolland (sebut saja dia si ganteng) si ahli kelautan, Corcky Marlinson si ahli geologi, Wailee Ming si ahli paleontologi, dan Norah mangor si ahli es. Awalnya Rachel merasa bingung mengenai tujuan presiden mengirimnya ke kutub utara, sampai keempat ilmuwan sipil tersebut menjelaskan bahwa alat pendeteksi kepadatan milik NASA, yang disebut PODS (Polar Orbitting Density Scanner) menemukan meteorit seberat 8 ton di bawah es kutub utara. Yang membuat meteorit ini spesial adalah, di bagian dalamnya terdapat fosil-fosil serangga yang ikut membeku bersama meteor. Hal ini mengindikasikan bahwa ada serangga, atau lebih tepatnya ada kehidupan di luar bumi.

Penemuan ini juga telah melibatkan keempat ilmuwan untuk menganalisis dan menguji kembali mengenai keberadaan meteorit tersebut. Dari hasil observasi mereka, disimpulkan bahwa meteorit tersebut telah terpendam selama ratusan tahun (dari data kepadatan es Norah mangor), arthropoda yang ada di dalam meteorit merupakan sejenis caplak raksasa, meteorit yang terpendam berasal dari ruang angkasa dari data komposisi nikel, dan kulit meteor terbentuk akibat reaksi fusi, ketika terjadi gesekan dengan atmosfer bumi. Pokoknya keempat ilmuwan sipil tersebut berkontribusi dalam pembuktian keaslian meteor.

Lalu apa yang kemudian terjadi...

Untuk memudahkan penelitian dan peliputan berita, meteor tersebut dikeluarkan dari dalam es. Dengan berkeliarannya para ilmuwan cerdas, tentu bukan hal sulit menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dalam sekejap, meteorit tersebut sudah berada di permukaan es dan tim NASA ber-euphoria.

Di tengah-tengah luapan kegembiraan, Dr. Ming menemukan sesuatu yang ganjil pada meteorit tersebut. Penemuannya ini membuatnya kehilangan nyawa secara misterius karena tenggelam di lubang bekas pengangkatan meteor sedalam 200 kaki.

Bukan hanya Ming, si ganteng Mike Tolland juga akhirnya melihat keganjilan tersebut. Norah Mangor yang telah meniliti es selama bertahun-tahun merasa kemampuannya diselepekan. Dengan bantuan ketiga teman barunya, Mike, Rachel, dan Corky, dia bermaksud memindai kepadatan es dengan sebuah scanner sederhana dari luar bangunan. Ketika keempat orang ini telah berhasil memindai citra bangunan yang disebut habisphere itu, mereka jadi menemukan sebuah fakta mengejutkan mengenai meteorit tersebut. Daaan tanpa diduga, tiba-tiba datang sebuah kelompok khusus yang berniat menghabisi nyawa keempat orang tersebut. Di tengah kondisi badai, agak jauh dari habisphere, dan diserang oleh special force yang memburu mereka, Norah akhirnya tewas, Corky, Rachel, dan Mike jatuh ke samudera Arktik. Oh my...

Mengetahui bahwa informan gelapnya adalah Marjorie Tench, Gabrielle Ashe speechless, apalagi Marjorie mengancamnya akan menyebarkan foto-foto perselingkuhannya dengan sang senator jika Gabrielle tidak mau membuka hubungan gelapnya. Marjorie juga meyakinkan Gabrielle bahwa senator kesayangannya itu telah menerima suap dari pengusaha-pengusaha swasta. Hal ini membuat kepercayaannya terhadap sang senator berkurang.

Gabrielle ashe tidak sengaja menguping pertemuan sexton dengan pengusaha swasta yang memburu undang2 privatisasi NASA disahkan. Setelah mengetahui bahwa Sexton bermain kotor, Gabrielle memutuskan untuk mengikuti saran Marjorie.

Sementara itu, secara mengagumkan, Mike, Rachel dan Corky diselamatkan oleh kapal selam pengintai Los Angeles.

Gabrielle menemui Yolanda Cole di stasiun televisi ABC news. Yolanda menegaskan bahwa Gab harus tetap bungkam mengenai hubungan gelapnya bersama Sexton, dan meyakinkan Gab bahwa ancaman tersebut hanya taktik politik. Presiden tidak mungkin menyiarkan berita nasional hanya untuk mengumumumkan hal seperti itu. Mengenai suap yang diterima Sextoh, bisa saja itu bukan kriminalitas. Yang menentukan hal tersebut kriminalitas atau bukan, biasanya kemana larinya uang suap tersebut.

Tepat 9 menit sebelum konferensi pers presiden yg akan mengumumkan penemuan NASA dimulai, Rachel sudah sadar dan menelepon presiden agar konferensi pers diundur karena presiden akan mengumumkan penemuan yang salah. Sayangnya telepon dari Rachel diterima oleh Marjorie, yang langsung menuduh Rachel berniat merusak konferensi pers karena ingin mendukung ayahnya.

Presiden terlanjur mengumumkan penemuan palsu tersebut. Sexton kandaslah sudah. Kemudian Marjorie menelepon Pickering untuk meyakinkannya bahwa Rachel menyerang presiden dan akan dituntut. Di tengah krisis kepercayaan, Rachel mengandalkan Pickering untuk membagi ceritanya. Pickering percaya, dan mengirimkan kapal untuk menjemput ketiga orang yg sedang diburu untuk dibunuh ini.

Sexton mendapatkan kembali kepercayaan Gabrielle dengan berpura2 mengakui segalanya. Kemudian meminta Gabrielle untuk mencari tahu mengenai status penemuan NASA yang terasa ganjil.

Dengan taktik cerdas Gabrielle berhasil mendapatkan informasi yang mendukung fakta bahwa penemuan NASA ini direkayasa.  Gabrielle juga tidak sengaja menemukan dokumen rahasia Sexton yang membuktikan bahwa dia menerima suap dari pengusaha swasta pendukungnya. Karena itu, Gabrielle mulai merasakan ketidakpercayaan pada Sexton.

Rachel, Tolland, dan Corky singgah ke kapal Goyan untuk membuktikan satu fakta lagi mengenai penemuan NASA yang ganjil. Sayangnya, sang pengendali mengetahui rencana tersebut dan dengan ganasnya membombardir ketiga orang ini. Kalau kamu baca bagian ini, sulit untuk berhenti, karena di bagian ini adalah klimaksnya.

Rachel yang mengira dirinya dan kedua orang temannya akan mati dibunuh, berusaha menyelamatkan bukti-bukti yang menyatakan bahwa meteorit itu palsu dengan cara mengirimkan fax ke nomor mana saja yang dia ingat. Tapi sayangnya, nomor yang dia ingat hanya nomor fax kantor ayahnya, Sexton. Sexton yang menerima pesan ini, tentunya senang, karena dia akhirnya memiliki senjata ampuh untuk menjatuhkan presiden. Euphorianya mengalahkan pentingnya nyawa Rachel yang di ambang kematian. Di bab ini, kamu juga akhirnya akan tahu siapa sebenarnya sang pengendali.

Lalu bagaimana akhir ceritanya?
Siapa yang akhirnya memenangkan kampanye?
Apakah Rachel Sexton berhasil selamat?

Intinya happy ending kok. Tapi, identitas sang pengendali yang sebenarnya, benar-benar unpredictable.

Buku ini cocok sekali untuk kamu yang suka cerita atau buku yang temanya science fiction.

Last not least, i always amazed on how creative Mr. Brown in balancing the twister between science, fact, and fiction. Really recommended book! :)

#resensi #deceptionpoint #summary #danbrown #goodbook #recommendedbook

Saturday, January 17, 2015

The Journeys 3 - Gagas Media

January 17, 2015 2 Comments


#Alexander Thian, Alfred Pasifico, Alitt Susanto, Ariev Rahman, Dina DuaRansel, Farid Gaban, Hanny Kusumawati, Husni M. Zainal, JFlow, Lucia Nancy, Valiant Budi, Ve Handojo, Windy Ariestanty
#2013-382 halaman
#GagasMedia

Batas akan tetap menjadi batas, saat tak ada yang benar-benar berani menyeberanginya.

Seperti halnya kita menamai utara sebagai utara, karena tak ada yang pernah bertanya kenapa.

Jarak akan tetap menjadi jarak, saat tak ada yang memulai langkah untuk menyudahinya.

Kita hanya menduga-duga, sebelah langit mana yang berwarna lebih merah.

Dan, perjalanan hanya akan menjadi perjalanan, saat tak ada yang sudi menceritakan kisah yang menyertanya.

Maka, temuilah, lewati batas, tuntaskan jarak.

Ceritakan- setidaknya kepada diri sendiri, tetang jawaban yang kita temui.

-blurb the journeys




Berawal dari penolakan ajakan teman saya untuk berlibur ke pantai dengan alasan tidak begitu suka jalan-jalan, akhirnya saya dipinjamkan sebuah buku, yang katanya bisa memotivasi untuk mulai menyukai travelling.

Awalnya agak malas membaca bukunya, berhubung pengarangnya banyak dan penulisannya seperti kumpulan-kumpulan cerpen. Tapi setelah membaca blurb di atas, waduh jadi penasaran juga.

Ternyata enggak membosankan. Justru banyaknya penulis memungkinkan pembacanya untuk memahami arti travelling dari sudut pandang dan pendapat yang berbeda-beda.Ada yang bercerita tentang masa kecilnya, perantauan sebagai tuntutan profesi, travelling demi memicu adrenalin, bahkan ada yang ingin menginjakkan kaki di negara yang pernah diinjak oleh sang ayah.

Dari 14 pengarang, ada beberapa yang paling saya suka, Alexander Thian, Farid Gaban, dan Hanny Kusumawati. Kenapa? Kita bahas satu-persatu yuk!

1. Alexander Thian
Penulis yang memiliki akun twitter dengan id @amrazing ini memang terkenal sebagai travelling addict. Di twitternya beliau sering meminta followernya untuk menyebutkan atau menyumbang informasi mengenai tempat-tempat oke untuk travelling tapi terpencil. Dan enggak jarang dia sudah pernah mendatangi tempat-tempat yang disebutkan oleh followernya. Kalau ada yang belum pernah dikunjungi, saya yakin beliau akan mencatatnya sebagai to-visit-place. Hihihi...

Yang bikin tulisannya asyik dibaca adalah gaya menulisnya yg santai (suka ber-elo-gue contohnya), kocak, dan bagaimana cara dia mengisahkan keluarganya yang broken home in a funny way. Engga semua penulis loh bisa mengubah pengalaman broken home jadi cerita yang lucu.

Dia nyeritain gimana dia menemukan dan mengunjungi tempat-tempat baru di singapura karena nyasar dari tujuan utamanya, apartemen sang ibu, dengan bahasa yang kocak tentunya,

Salah satu kalimat yang menarik perhatian adalah, "engga ada yang namanya nyasar, yang ada, elo menemukan tempat baru." Menurutnya, di setiap nyasar, selalu ada pengalaman baru yang bisa diambil, tempat baru yang bisa dikunjungi, orang-orang baru yang bisa dijadikan teman, dan petualangan yang bisa dikenang. :)

2.Farid Gaban
Kalau kalian mencari traveller yang bisa menulis tapi sambil mengajari ilmu flora dan fauna, inilah orangnya. Sambil nyeritain pengalamannya snorkeling dan diving, dia bisa nyebutin atu-atu nama hewan dan flora laut yang dia liat. Enggak nanggung-nanggung, dia sebutin juga nama latinnya. Setdah. Mungkin dia menyelam sambil googling, ahahaha...

Dari tulisannya kita bisa belajar biologi melihat lebih dalam kehebatan Tuhan dalam menciptakan beragam fauna yang unik dan keren dan susah nama-namanya. Ahihihi...

Ini baru namanya travelling sambil belajar.


3. Hanny Kusumawati
Tiap orang punya pendapat sendiri mengenai definisi travelling. Dari sekian banyak penulis di buku ini, yang paling saya-banget adalah mbak Hanny Kusumawati. Menurutnya, travelling itu enggak harus selalu pergi ke tempat wisata, ke tempat-tempat yang indah, travelling itu bisa kita nikmati setiap hari dengan membuka mata lebih lebar dan mengubah sudut pandang kita.

Menurutnya, travelling adalah jalan kaki di kota kecil yang baru kita datangi, duduk di cafe baru sambil menikmati atmosfernya, berkenalan dengan orang-orang baru di perjalanan, mencicipi masakan baru.

Saya setuju sekali, untuk apa kita pergi jauh-jauh dari rumah, kalau banyak tempat-tempat seru di dekat kita yang belum kita kunjungi, bahkan hanya untuk duduk sebentar, menghirup dan meresapi aroma udaranya, mengamati kegiatan orang-orangnya, bahasa dan gerak tubuh mereka? Travelling juga tidak harus selalu beramai-ramai. Justru travelling sendirian memicu kita berinteraksi dengan orang-orang setempat, mengenal budaya dan custom yang berbeda di tempat tersebut.

Di sini dia menceritakan pengalamannya mengunjungi kota baru di eropa, makan di cafe-cafe kecilnya sambil menulis dan melamun, tinggal di penginapan milik warga setempat, melepas penat di pinggiran tebing, dan yang unik, dia selalu membawa catatan kecil dan pulpen kemanapun dia pergi. Katanya tidak boleh ada detil yang terlupakan, uuihihi... saya banget ( pelupanya maksudnya).

Berikut cuplikan tulisannya Hanny Kusumawati yang paling saya suka:

Berhenti. Ya, seberapa sering dalam hidup ini kita berhenti sejenak? Seberapa sering kita begitu terburu dan merasa tidak punya waktu? Mereka bilang, teknologi seharusnya membuat keseharian kita menjadi lebih mudah. Seharusnya kita bisa menghemat lebih banyak waktu. Tapi nyatanya, berapa banyak waktu yang bisa kita hemat setiap harinya untuk berhenti; memandangi bunga liar yang tumbuh di pinggir jalan, melamun di tepi padang, duduk di atas rerumputan, memandangi bintang-bintang, mengusap kepala seekor kucing liar yang melintas lewat, atau bercakap-cakap dengan seseorang yang baru saja kita temui di sisi trotoar, di atas bus, atau di dalam pesawat terbang?

Ketika kita berhenti sejenak, waktu seakan berlalu lebih lambat. Momen tidak hanya sekadar lewat, tetapi meninggalkan jejak. Wajah-wajah meninggalkan nama. Kata-kata meninggalkan makna. Setiap interaksi meninggalkan koneksi. Setiap kesan meninggalkan kenangan yang selalu bisa diputar ulang. Dan kita, kita tersimpan dalam banyak ingatan.

Dan bukankah sebenarnya ini yang semua orang cari?